Jakarta, iNBrita.com — Pemerintah menegaskan bahwa mereka harus menjaga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal meskipun dunia menghadapi krisis global. Pratikno menyatakan bahwa sekolah harus tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka seperti biasa demi menjaga kualitas pendidikan.
Ia menegaskan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 13 Maret 2026. Presiden meminta seluruh pihak memanfaatkan krisis global sebagai momentum untuk mempercepat transformasi nasional.
Pemerintah tidak hanya berfokus pada pencapaian swasembada pangan dan energi, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Dalam bidang pendidikan, pemerintah memastikan proses pembelajaran berlangsung efektif agar tidak terjadi learning loss.
Pemerintah sempat membahas kemungkinan penerapan sistem pembelajaran hybrid yang menggabungkan metode daring dan luring. Namun, mereka memutuskan bahwa pembelajaran daring belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini. Oleh karena itu, sekolah harus tetap memprioritaskan pembelajaran tatap muka.
Pemerintah juga terus mendorong berbagai program strategis, seperti revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, untuk meningkatkan mutu pendidikan di seluruh Indonesia di bawah Kemendikdasmen, Kemenag, dan Kemendiktisainstek.
Selain itu, mempercepat transformasi birokrasi dengan menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Mereka memangkas perjalanan dinas yang tidak esensial, mengoptimalkan rapat daring, serta menerapkan flexible working arrangement (FWA) secara terukur.
Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah berupaya meningkatkan pelayanan publik, memperkuat kualitas SDM, dan mempercepat pembangunan nasional yang adil, efektif, dan efisien.
(eny)













