Jakarta, iNBrita.com — Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berbuat curang. Ia menilai TKA bukan hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga integritas dan karakter peserta.
“Kami tidak memberi toleransi terhadap kecurangan. Kami melibatkan Inspektorat Jenderal untuk mengawasi seluruh pelaksanaan TKA,” ujar Toni dalam Taklimat Media TKA di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Kamis (6/11/2025).
71 Akun Sebarkan Bocoran Soal TKA
Toni mengungkapkan bahwa tim menemukan 71 konten kebocoran soal di media sosial. Namun, ia menegaskan bahwa jumlah tersebut tidak mencerminkan jumlah pelaku karena banyak akun hanya mengunggah ulang konten yang sama.
“Jumlah pelaku sebenarnya sedikit. Beberapa orang menyiarkan langsung di TikTok, lalu banyak akun lain yang mengunggah ulang video itu,” jelasnya.
Inspektorat Selidiki Pelaku Utama
Kemendikdasmen mendokumentasikan seluruh temuan dan menyerahkannya kepada Inspektorat Jenderal untuk penyelidikan lebih lanjut. Saat ini, tim menelusuri pelaku utama yang menyebarkan konten curang.
“Inspektorat sedang menindak setiap pelanggaran yang kami temukan,” tegas Toni.
Kemendikdasmen Perkuat Pengawasan TKA
Kemendikdasmen menggerakkan lebih dari 50.000 pengawas, 1.710 penyelia perguruan tinggi, dan 60.000 proktor sekolah. Mereka memantau pelaksanaan TKA secara langsung melalui posko teknis pusat.
“Tim dari provinsi dan pusat terus memantau server, jaringan, serta keamanan pelaksanaan tes secara real time,” ujar Toni.
Ombudsman Republik Indonesia juga mengawasi proses TKA untuk memastikan pelayanan publik berjalan adil dan transparan. Hasil pemantauan akan menjadi rekomendasi perbaikan mutu pembelajaran dan asesmen.
TKA Latih Kejujuran dan Karakter
Toni menegaskan bahwa TKA tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga melatih kejujuran dan tanggung jawab peserta didik. Ia mengajak guru, orang tua, dan media mendorong siswa agar menjunjung integritas.
“Kami ingin anak-anak Indonesia tumbuh dengan kejujuran. Mereka harus bangga karena berhasil lewat usaha sendiri, bukan lewat kecurangan,” kata Toni.
Ia menambahkan bahwa nilai kejujuran dan kedisiplinan membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.
(VVR*)













