Pemerintah Perluas Skrining Kanker Kolorektal Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kesehatan memeriksa sampel feses warga dalam kegiatan skrining kanker kolorektal di salah satu puskesmas di Jakarta, Selasa (15/10/2025).

Petugas kesehatan memeriksa sampel feses warga dalam kegiatan skrining kanker kolorektal di salah satu puskesmas di Jakarta, Selasa (15/10/2025).

Jakarta, iNBrita.com – Kasus kanker kolorektal kini semakin banyak menyerang usia muda. Untuk mencegah meningkatnya angka kematian, Kementerian Kesehatan RI memperluas skrining dan deteksi dini penyakit ini. Pemerintah menargetkan dapat memeriksa 33 juta warga Indonesia yang termasuk kelompok berisiko selambatnya pada tahun 2025.

Data awal pemeriksaan kesehatan gratis menunjukkan bahwa lima provinsi memiliki jumlah penduduk berisiko tertinggi, yaitu Bali, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Total warga berisiko di lima provinsi tersebut mencapai 7,6 juta orang.

Kepala Tim Kerja KDI Kemenkes RI, Rindu Rachmiati SKM M.Epid, menjelaskan bahwa kanker kolorektal muncul dari pertumbuhan sel ganas di jaringan usus besar, yang mencakup kolon sebagai bagian terpanjang dan rektum sebagai bagian terakhir sebelum anus.

Baca Juga :  Kanker Usus Besar Pada Usia Muda Terus Meningkat

Rindu mengutip data International Agency for Research on Cancer (IARC) yang menunjukkan bahwa kanker kolorektal menempati urutan kelima sebagai penyebab kematian tertinggi akibat kanker di Indonesia.

“Angka kematian antara laki-laki dan perempuan hampir setara, mirip dengan kanker payudara dan serviks pada perempuan. Prevalensi kasus mencapai 12,1, sedangkan angka kematian berada di 6,6,” ujar Rindu.

Kementerian Kesehatan mencatat bahwa kanker menimbulkan beban pembiayaan kesehatan terbesar kedua di Indonesia, dengan total biaya sekitar Rp 5,9 triliun pada tahun 2022.

Rindu memaparkan sejumlah faktor yang meningkatkan risiko kanker kolorektal, yaitu:

  • usia di atas 45 tahun pada laki-laki maupun perempuan,

  • riwayat keluarga dengan kanker usus,

  • kebiasaan makan rendah serat dan tinggi lemak atau junk food,

  • kebiasaan merokok,

  • obesitas sentral, serta

  • kurangnya aktivitas fisik.

Baca Juga :  Karamentang Ditegakkan Warga Belui Sambut Kenduri Sko

“Sebagian besar pasien datang saat penyakit sudah berada pada stadium lanjut,” tegas Rindu.

Untuk menekan angka kematian, pemerintah memperluas program deteksi dini agar petugas kesehatan dapat menemukan masyarakat berisiko lebih cepat. Langkah ini diharapkan mampu menurunkan angka kesakitan, kematian, dan beban biaya kesehatan akibat kanker.

Jika pemerintah tidak melakukan intervensi, para ahli memperkirakan jumlah kasus kanker akan meningkat hingga 77 persen pada tahun 2050.

Kemenkes mengarahkan petugas untuk melakukan skrining terhadap warga berusia di atas 45 tahun yang terlihat sehat dan tidak memiliki gejala. Petugas akan memulai pemeriksaan dengan wawancara kuesioner, kemudian melakukan colok dubur, dan bila hasilnya menunjukkan risiko, mereka akan melanjutkan dengan tes darah samar pada feses.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aturan Minum Minyak Ikan Dewasa yang Tepat
Gejala Skoliosis yang Wajib Diwaspadai Sejak Dini Sekarang
Rahasia Umur Panjang Orang Jepang dengan Senam Lima Menit
Cara Mencegah Prediabetes Agar Terhindar dari Diabetes
Telur Omega-3 Apakah Lebih Rendah Kolesterol Faktanya
8 Minuman Pagi Berbahaya yang Wajib Anda Hindari
Waspadai Lima Makanan Pemicu Hipertensi dan Stroke
BPOM Pastikan Terapi Nikotin Aman untuk Berhenti Merokok
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 21:00 WIB

Aturan Minum Minyak Ikan Dewasa yang Tepat

Senin, 15 Juni 2026 - 03:00 WIB

Gejala Skoliosis yang Wajib Diwaspadai Sejak Dini Sekarang

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:00 WIB

Rahasia Umur Panjang Orang Jepang dengan Senam Lima Menit

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:00 WIB

Cara Mencegah Prediabetes Agar Terhindar dari Diabetes

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:00 WIB

Telur Omega-3 Apakah Lebih Rendah Kolesterol Faktanya

Berita Terbaru

Harga emas Antam hari ini naik tipis menjadi Rp2.733.000 per gram pada 17 Juni 2026.(Foto: Robert Lens/Pexels


Baca artikel detikfinance,

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Menguat Tipis Terbaru 2026

Rabu, 17 Jun 2026 - 12:00 WIB

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjadwalkan eksekusi pengosongan eks Hotel Sultan di Blok 15 GBK pada Kamis (18/6/2026). (Dok: PPKGBK)

Nasional

Hotel Sultan Dieksekusi Besok, PPKGBK Tutup Akses GBK

Rabu, 17 Jun 2026 - 11:00 WIB

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hutri Randa, S.Sos., M.M., menghadiri Pawai Obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H

SUNGAI PENUH

Ketua DPRD Sungai Penuh Hadiri Pawai Obor 1 Muharram

Selasa, 16 Jun 2026 - 19:00 WIB

Wako Alfin melepas ribuan peserta Pawai Obor 1 Muharam 1448 H di Sungai Penuh. ( Foto Pemkot)

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Ajak Bangun Generasi Qurani Sambut 1 Muharam

Selasa, 16 Jun 2026 - 18:00 WIB

Foto Ilustrasi (Pexels)

Ekonomi

Harga Pertalite Rp18.040, Pertamina Akhirnya Buka Suara

Selasa, 16 Jun 2026 - 17:00 WIB