Jakarta, iNBrita.com – Anas bin Malik meriwayatkan kisah indah tentang cara Rasulullah SAW membimbing seseorang keluar dari kemiskinan dengan memberdayakan, bukan hanya memberi. Ibnu Basyar menulis kisah ini dalam Dari Kuntum Menjadi Bunga 2.
Suatu hari, seorang lelaki dari Anshar datang kepada Rasulullah SAW. Ia sudah kehabisan cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan meminta bantuan. Rasulullah SAW tidak langsung memberi sesuatu. Beliau bertanya dengan lembut,
“Apa yang engkau punya di rumah?”
Lelaki itu menjawab bahwa ia hanya memiliki pakaian sederhana yang ia pakai sehari-hari dan sebuah cangkir. Rasulullah SAW lalu menyuruhnya membawa kedua barang itu. Setelah lelaki itu menyerahkannya, Rasulullah SAW menawarkan barang-barang tersebut kepada para sahabat.
“Siapa yang ingin membeli barang-barang ini?”
Seorang sahabat menawar satu dirham, tetapi Rasulullah SAW kembali menawarkan hingga sahabat lain membelinya seharga dua dirham. Rasulullah SAW menyerahkan dua dirham itu kepada lelaki tadi. Beliau memberi arahan yang jelas: gunakan satu dirham untuk membeli makanan bagi keluarganya dan gunakan satu dirham lainnya untuk membeli kapak.
Setelah lelaki itu memiliki kapak, Rasulullah SAW memerintahkannya, “Pergilah. Carilah kayu sebanyak mungkin dan juallah. Selama dua minggu ini, jangan datang kepadaku dulu.”
Rasulullah SAW juga memberikan sedikit uang tambahan untuk ongkos perjalanan.
Dua minggu kemudian, lelaki itu kembali dengan wajah percaya diri. Ia membawa penghasilan sepuluh dirham dari hasil menjual kayu bakar. Rasulullah SAW menyuruhnya membeli pakaian dan memenuhi kebutuhan keluarga. Beliau kemudian berpesan,
“Ini lebih baik bagimu. Meminta-minta akan meninggalkan noda di wajahmu kelak di akhirat. Seseorang tidak pantas meminta-minta kecuali dalam tiga keadaan: kemiskinan yang sangat, utang yang tidak mampu dibayar, atau penyakit yang menghalangi seseorang untuk bekerja.” (HR. Abu Daud)
Wallahu a’lam.
(VVR*)









