Sungai Penuh, inBrita.com — Kepala Rutan Kelas IIB Sungai Penuh, Sahat Parsaulian sangat mendukung program nasional Zero Halinar 2025. Sahat memimpin langsung pelaksanaan razia rutin di blok hunian warga binaan sebagai langkah nyata menciptakan rutan yang bersih dari handphone ilegal, pungutan liar, dan Sabtu 31 Mei 2025
Razia ini bukan sekadar penegakan aturan internal, melainkan implementasi nyata dari komitmen Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk menata ulang sistem pemasyarakatan yang lebih profesional, bersih, dan berintegritas.
“Zero Halinar bukan hanya slogan. Ini adalah komitmen moral dan tanggung jawab kelembagaan yang harus kami jalankan secara konsisten,” tegas Sahat di tengah pelaksanaan razia.di kutip dari laman Rutan Sungai Penuh.
Dalam kegiatan tersebut, tidak ditemukan barang-barang terlarang, yang menurut Sahat menjadi indikator positif dari efektivitas pengawasan dan kedisiplinan yang selama ini dibangun bersama warga binaan.
Lebih jauh, Sahat menekankan pentingnya keterlibatan aktif semua pihak—baik petugas maupun warga binaan—dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Ia juga terus mendorong pendekatan edukatif dan humanis agar program Zero Halinar tidak hanya bersifat represif, tetapi juga membentuk budaya disiplin dari dalam.
Dengan langkah tegas dan terukur, Rutan Sungai Penuh menegaskan diri sebagai bagian dari sistem pemasyarakatan nasional yang siap mencapai target Zero Halinar 2025 secara menyeluruh.(*)














