Latihan Pencak Silat dan Tari Yo-Yo Digelar, Luhah Rio Jayo Siap Sambut Kenduri Sko
Sungai Penuh, iNBrita.com — Masyarakat Luhah Rio Jayo yang terdiri dari Anak Janteang, Dunsanak Batino, serta Anak Batino mulai mempersiapkan Kenduri Sko yang akan berlangsung pada 4–5 Juli 2026. Untuk itu, mereka menggelar latihan pencak silat dan tari Yo-Yo di Luhah Rio Jayo, Sungai Penuh.(Rabu 9/6/26)
Selain itu, ninik mamak, staf, panitia Kenduri Sko, dan masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya menyaksikan, tetapi juga aktif mendukung jalannya latihan seni budaya ini.
Latihan Budaya Perkuat Tradisi
Lebih lanjut, latihan ini menjadi langkah penting untuk melestarikan tradisi adat. Di sisi lain, kegiatan ini juga membantu peserta menyiapkan penampilan terbaik saat puncak Kenduri Sko.
Oleh karena itu, generasi muda terlihat aktif mengikuti arahan pelatih. Sementara itu, tokoh adat terus memberi dukungan penuh agar kegiatan berjalan optimal.
Ninik Mamak Rio Jayo, Rio Anshari, SE, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar latihan. Ia menilai kegiatan ini mampu memperkuat nilai adat, seni budaya, serta kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita menjaga dan melestarikan adat istiadat warisan leluhur. Melalui pencak silat dan tari Yo-Yo, kita ingin generasi muda memahami dan mencintai seni budaya mereka serta mengetahui tradisi adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhur sebelumnyo,” ujar Rio Anshari.
Panitia Matangkan Persiapan
Sementara itu, Ketua Panitia Kenduri Sko Luhah Rio Jayo, Dpt. Vendra Veda Rida, menegaskan bahwa panitia terus mematangkan persiapan acara. Dengan demikian, ia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
“Kami terus mempersiapkan berbagai kebutuhan, termasuk latihan seni budaya ini. Kami berharap Kenduri Sko tahun ini berjalan sukses dan meriah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan tetap mengikuti jejak para leluhur, sehingga menumbuhkan rasa cinta serta penghayatan terhadap adat istiadat, sekaligus membanggakan masyarakat Rio Jayo,” kata Vendra.
Komitmen Masyarakat Jaga Budaya
Akhirnya, masyarakat Luhah Rio Jayo menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga warisan budaya. Mereka juga siap menyukseskan Kenduri Sko sebagai tradisi penting di daerah tersebut. (VVR*)









