Home / Internasional

Minggu, 1 Maret 2026 - 12:00 WIB

Reza Pahlavi buka suara usai Khamenei tewas

Reza Pahlavi (Foto: REUTERS/Abdul Saboor)

Reza Pahlavi (Foto: REUTERS/Abdul Saboor)

Los Angeles, iNBrita.com  – Reza Pahlavi, putra mahkota terakhir Iran, bereaksi atas laporan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pahlavi, yang telah tinggal di Amerika Serikat sejak revolusi 1979, menulis di akun resmi X pada Minggu (1/3/2026) bahwa kematian Khamenei menandai akhir era Republik Islam. Menurutnya, ini merupakan titik balik penting bagi sejarah negara.

Reza Pahlavi  menyatakan, “Zahhak zaman kita, pembunuh puluhan ribu putra dan putri Iran yang berani, kini telah dihapus dari sejarah. Rezim ini telah berakhir, dan sejarah akan membuangnya ke tong sampah.” Selain itu, Pahlavi menegaskan bahwa siapa pun yang mencoba menggantikan Khamenei tidak akan mendapatkan legitimasi, karena mereka tetap terlibat dalam kejahatan rezim lama.

Baca juga :   AS Roma Menelan Kekalahan Tipis Lawan Cagliari

Lebih jauh lagi, Pahlavi menyerukan aparat militer, polisi, dan lembaga keamanan Iran untuk menolak mendukung rezim. Ia meminta mereka bergabung dengan rakyat agar transisi negara menuju kebebasan dan kemakmuran berjalan stabil. Ia menambahkan, rakyat Iran harus merayakan momen ini sebagai “perayaan nasional besar” dan bersiap menghadiri demonstrasi besar di jalanan untuk menegaskan kemerdekaan negara.

Sementara itu, Khamenei, yang memimpin Iran sejak 1989 menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini, membangun jaringan militer dan paramiliter yang memperluas pengaruhnya hingga ke luar negeri. Sebelumnya, ia menjabat presiden selama Perang Iran-Irak pada 1980-an. Konflik panjang dan isolasi dari Barat membuatnya semakin tidak percaya pada AS dan negara-negara Barat.

Baca juga :   Turis Jerman Kembalikan Batu Vulkanik Karena Takut Kutukan

Selain karier politiknya, Khamenei mengajar yurisprudensi dan interpretasi teologi, yang memungkinkan ia menjangkau generasi muda yang kecewa dengan monarki. Selama rezim Shah, polisi rahasia SAVAK beberapa kali menangkapnya dan menempatkannya di pengasingan di Iranshahr, namun ia kembali ikut protes pada 1978 yang menggulingkan monarki Pahlavi.

Dengan demikian, kematian Khamenei membuka peluang bagi perubahan besar di Iran, dan Pahlavi memandangnya sebagai momentum bagi rakyat untuk mengambil peran aktif dalam menentukan masa depan negara.

(tim)

Berita ini 3 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Arsenal merayakan gol saat melawan Sunderland di Liga Inggris di Premier

Internasional

Arsenal Catat Kemenangan Besar di Premier League
Demonstran di jalanan Iran dengan asap dan kerusuhan di latar belakang saat protes memanas.

Internasional

Protes Iran Meluas, IRGC dan Militer Siaga Nasional
John Herdman memimpin latihan sepak bola, kandidat pelatih baru Timnas Indonesia.

Internasional

John Herdman Dikabarkan Akan Latih Timnas Indonesia
Pohon Natal hidup berusia 40 tahun milik keluarga di California yang dirawat lintas generasi.

Internasional

Kisah Keluarga Merawat Pohon Natal Lebih 40 Tahun

Internasional

CEO Binance Jelaskan Akar Tekanan Pasar Bitcoin

Internasional

NATO Kirim Pasukan, Trump Tetap Ingin Kuasai Greenland
Grafik pergerakan harga emas dunia dan emas Antam hingga akhir 2025

Internasional

Harga Emas Diprediksi Naik Sampai Akhir 2025
Wali Kota New York Zohran Mamdani berbicara tentang penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat.

Internasional

Zohran Mamdani Kecam Trump atas Penangkapan Maduro