Jakarta, iNBrita.com — Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bahwa keamanan nasional merupakan “garis merah” yang tidak boleh dilanggar. IRGC menyatakan siap bertindak untuk menjaga stabilitas di tengah gelombang protes yang meluas di berbagai kota Iran.
Pernyataan tersebut muncul saat demonstrasi besar terus berlangsung dan memicu ketegangan nasional.
AS Beri Peringatan dan Dukung Demonstran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan baru kepada para pemimpin Iran pada Jumat (9/1). Ia menyoroti situasi keamanan yang memburuk akibat aksi protes.
Sehari kemudian, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan dukungan kepada demonstran. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat berpihak pada rakyat Iran yang berani menyuarakan aspirasi mereka.
Kerusuhan Meluas, Gedung Pemerintah Dibakar
Kerusuhan terjadi sepanjang malam di sejumlah wilayah. Media pemerintah Iran melaporkan massa membakar sebuah gedung pemerintah kota di Karaj, barat Teheran.
Pemerintah menyebut pelaku sebagai perusuh. Televisi nasional juga menyiarkan pemakaman anggota pasukan keamanan yang tewas dalam bentrokan di Shiraz, Qom, dan Hamedan.
Protes Berawal dari Ekonomi, Berubah Jadi Politik
Aksi demonstrasi telah menyebar selama dua pekan terakhir. Awalnya, warga turun ke jalan untuk memprotes inflasi dan tekanan ekonomi.
Situasi kemudian berkembang menjadi gerakan politik. Sejumlah demonstran menuntut berakhirnya pemerintahan ulama. Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang memicu kerusuhan.
Kelompok hak asasi manusia melaporkan puluhan demonstran meninggal dunia sejak protes pecah.
IRGC Dikerahkan, Tembakan Terdengar
Mengutip Al Arabiya dan Reuters, Sabtu (10/1/2026), seorang saksi di wilayah barat Iran mengatakan bahwa IRGC telah mengerahkan pasukan. Ia juga mendengar suara tembakan di sekitar lokasi.
Saksi tersebut menolak menyebutkan identitasnya demi alasan keamanan.
IRGC Tuduh Serangan Teroris
Dalam pernyataan resmi di televisi pemerintah, IRGC menuduh kelompok teroris menyerang pangkalan militer dan aparat penegak hukum selama dua malam terakhir.
Serangan tersebut, menurut IRGC, menewaskan sejumlah warga sipil dan personel keamanan.
IRGC menegaskan bahwa perlindungan terhadap Revolusi Islam 1979 dan keamanan nasional tidak dapat ditawar.
Militer Siap Lindungi Aset Negara
Militer Iran juga menyampaikan sikap tegas. Meski terpisah dari IRGC, militer tetap berada di bawah komando Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Militer menyatakan siap melindungi kepentingan nasional, infrastruktur strategis, dan seluruh properti publik negara.














