Home / Internasional

Selasa, 21 April 2026 - 18:00 WIB

Rupiah Menguat, Mata Uang Asia Bergerak Variatif Hari Ini

Ilustrasi layar perdagangan yang menampilkan nilai tukar mata uang Asia terhadap dolar AS.

Ilustrasi layar perdagangan yang menampilkan nilai tukar mata uang Asia terhadap dolar AS.

Jakarta, iNBrita.comMata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa pagi (21/4/2026). Pasar menimbang peluang kesepakatan damai AS–Iran yang berpotensi menekan permintaan aset safe haven.

Pergerakan Mata Uang Asia

Data Refinitiv per pukul 09.10 WIB menunjukkan lima mata uang menguat, lima melemah, dan satu stagnan.

Rupiah memimpin penguatan dengan naik 0,16% ke Rp17.137/US$, sempat menyentuh Rp17.100/US$. Won Korea Selatan naik 0,06% ke KRW 1.471/US$.

Dong Vietnam dan ringgit Malaysia masing-masing menguat 0,03% ke VND 26.300/US$ dan MYR 3,949/US$. Yuan China naik tipis 0,02% ke CNY 6,81/US$.

Rupee India stagnan di INR 93,11/US$.

Baca juga :   Satgas TMMD Ke-126 Kerinci Pererat Silaturahmi dengan Warga

Di sisi lain, peso Filipina melemah paling dalam, turun 0,26% ke PHP 59,95/US$. Baht Thailand turun 0,22% ke THB 32,07/US$. Yen Jepang melemah 0,11% ke JPY 158,97/US$.

Dolar Taiwan turun 0,08% ke TWD 31,44/US$, dan dolar Singapura melemah 0,04% ke SGD 1,27/US$.

Dolar AS Stabil

Indeks dolar AS (DXY) bergerak stabil. Pada saat yang sama, DXY naik tipis 0,02% ke 98,118 setelah melemah di sesi sebelumnya.

Pasar menilai peluang damai AS–Iran mendorong stabilitas dolar AS dan menekan permintaan aset aman.

Fokus Geopolitik

Pasar memantau lanjutan perundingan. Wakil Presiden AS JD Vance akan memimpin delegasi ke Pakistan, sementara Iran berencana mengirim perwakilan.

Baca juga :   Puluhan Siswa Diculik Kelompok Bersenjata di Nigeria

Presiden AS Donald Trump menegaskan kecil kemungkinan memperpanjang gencatan senjata tanpa kesepakatan. Ia juga menyatakan Selat Hormuz tetap diblokade hingga ada hasil.

Arah Suku Bunga The Fed

Harga minyak yang turun membantu meredakan inflasi dan menahan ekspektasi kebijakan agresif.

Pasar memperkirakan The Federal Reserve akan menahan suku bunga bulan ini dan menjaga jeda kebijakan sepanjang 2026.

Pelaku pasar juga menunggu sidang konfirmasi Kevin Warsh sebagai kandidat ketua The Fed. Hasilnya dapat memengaruhi arah suku bunga dan pergerakan mata uang Asia.

(VVR*)

Berita ini 1 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Lin Chun Yi merayakan kemenangan pada final All England Open 2026

Internasional

Lin Chun Yi Juara All England 2026 Usai Kalahkan Sen
Presiden Kolombia Gustavo Petro berpidato di podium Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Internasional

Gustavo Petro Disanksi AS, Hubungan dengan Trump Memanas
Andrea Ortuño menangis saat doa bersama umat Katolik di Waterfront Labuan Bajo

Internasional

Tangis Istri Pelatih Valencia Warnai Doa Labuan Bajo
Elon Musk, tokoh di balik Starlink yang digunakan di Iran.

Internasional

Setelah Gratis Internet, Iran Ganggu Starlink Elon Musk
Raymond Indra Nikolaus Joaquin saat bertanding di Indonesia Masters 2026

Internasional

Raymond/Joaquin Tampil Solid Buka Indonesia Masters 2026
Emil Audero melakukan penyelamatan penting saat Indonesia menghadapi China di pertandingan internasional.

Internasional

Emil Audero Raih Penghargaan, Bangga Jadi WNI
Jay Idzes mengenakan jersey Sassuolo, tampil di Serie A, dikaitkan dengan AC Milan dan Inter Milan.

Internasional

Jay Idzes Menuju Milan atau Inter, Gaji Tinggi

Internasional

24 Mei, Hari Perempuan Dunia untuk Perdamaian