Stop Gengsi, Mulai Prioritaskan Kesehatan Keuangan

Stop Gengsi, Mulai Prioritaskan Kesehatan Keuangan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi struk belanja. (Dok. Pexels)

Foto: Ilustrasi struk belanja. (Dok. Pexels)

Saat Gengsi Mengalahkan Kondisi Finansial

Jakarta, iNBrita.com — Banyak orang tanpa sadar menjalani gaya hidup di luar kemampuan mereka. Mereka ingin terlihat sukses di mata orang lain, sehingga mereka mengabaikan kondisi keuangan sendiri. Akibatnya, mereka menghabiskan uang secara berlebihan dan menguras tabungan.

Padahal, mereka seharusnya lebih memprioritaskan kesehatan finansial daripada citra sosial.

1. Tidak Wajib Selalu Menraktir Orang Lain

Banyak orang merasa tidak enak saat mereka tidak mentraktir teman atau ikut patungan. Namun demikian, kebiasaan tersebut sering membebani keuangan jika mereka melakukannya terus-menerus.

Selain itu, mereka seharusnya tidak menilai hubungan sosial dari siapa yang paling sering membayar. Dengan demikian, mereka perlu menyeimbangkan kehidupan sosial dan kemampuan finansial.

2. Berhemat Bukan Hal yang Memalukan

Banyak orang merasa malu ketika mereka berhemat. Akibatnya, mereka tetap mengikuti gaya hidup lingkungan meskipun mereka tidak mampu.

Padahal, mereka menunjukkan kedewasaan ketika mereka mengatur uang dengan bijak. Dengan kata lain, mereka tidak gagal, tetapi mereka justru mengontrol diri.

3. Jangan Terjebak Hidup Demi Konten

Perkembangan media sosial mendorong banyak orang untuk selalu terlihat menarik. Oleh karena itu, mereka menghabiskan uang untuk aktivitas yang hanya mereka lakukan demi konten.

Misalnya, mereka pergi staycation, nongkrong di tempat viral, atau melakukan liburan mahal. Jika kondisi ini berlanjut, mereka akan kehilangan kontrol atas pengeluaran mereka.

4. Transportasi Tidak Harus Selalu Mahal

Sebagian orang memilih transportasi mahal karena mereka ingin merasa nyaman atau terlihat lebih baik. Padahal, mereka bisa menggunakan transportasi umum sebagai alternatif yang lebih hemat.

Dengan demikian, mereka tetap bisa mencapai tujuan tanpa mengorbankan kondisi keuangan mereka.

5. Hindari Belanja Saat Emosi

Banyak orang menggunakan belanja sebagai cara untuk mengatasi stres. Namun, mereka sering menyesal setelah mereka membeli barang yang tidak mereka butuhkan.

Akibatnya, mereka menghabiskan uang secara tidak terkendali. Oleh sebab itu, mereka sebaiknya memilih cara lain untuk mengelola emosi.

6. Berani Menolak Iuran yang Memberatkan

Banyak orang ikut dalam iuran atau patungan karena mereka tidak ingin mengecewakan orang lain. Namun demikian, mereka justru membebani diri sendiri ketika mereka memaksakan ikut.

Dengan kata lain, mereka perlu belajar menolak tanpa merasa bersalah jika kondisi keuangan mereka tidak memungkinkan.

7. Kurangi Kebiasaan Scroll Marketplace

Banyak orang membuka marketplace tanpa tujuan jelas. Akibatnya, mereka mudah tergoda untuk membeli barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan.

Lama-kelamaan, mereka mengembangkan kebiasaan belanja impulsif. Oleh karena itu, mereka perlu membatasi paparan terhadap promo dan diskon.

8. Tidak Perlu Memaksakan Tampilan “Sukses”

Banyak orang memaksakan diri untuk terlihat sukses di depan orang lain. Padahal, mereka sebenarnya belum memiliki kondisi finansial yang stabil.

Dengan demikian, mereka sebaiknya fokus membangun keuangan yang sehat daripada mengejar pengakuan sosial.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, masalah keuangan sering terjadi karena orang tidak mengendalikan gaya hidup mereka, bukan karena penghasilan yang kurang. Oleh karena itu, mereka harus hidup sesuai kemampuan.

Dengan demikian, mereka dapat menjaga stabilitas finansial dan membangun masa depan yang lebih aman.

(eny)
Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Azhar Hamzah Tuntut Kepala Sekolah Cetak Prestasi dan Inovasi
PASPRAM SMAN 1 Solok Selatan Ukir Prestasi FORBASI Sumbar
5 Makam Kuno Indonesia yang Menyimpan Sejarah Islam
7 Cara Merawat Anthurium agar Subur dan Berbunga
Roster Rumah Cantik untuk Udara Sejuk dan Privat
8 Cara Membasmi Rayap di Rumah Secara Efektif
Prasasti Umar bin Khattab Ditemukan di Madinah
Cara Aman Gunakan Wi-Fi Hotel Tanpa Risiko
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Azhar Hamzah Tuntut Kepala Sekolah Cetak Prestasi dan Inovasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:00 WIB

PASPRAM SMAN 1 Solok Selatan Ukir Prestasi FORBASI Sumbar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:00 WIB

5 Makam Kuno Indonesia yang Menyimpan Sejarah Islam

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:00 WIB

7 Cara Merawat Anthurium agar Subur dan Berbunga

Kamis, 8 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Roster Rumah Cantik untuk Udara Sejuk dan Privat

Berita Terbaru

Harga perak Antam menguat Rp 600 menjadi Rp 39.200, berlawanan dengan pergerakan harga perak dunia.(Foto : Ilustrasi perak-silver by AI)

Ekonomi

Harga Perak Antam Naik, Perak Dunia Malah Melemah

Rabu, 21 Okt 2026 - 17:00 WIB

Satlantas Polres Kerinci menertibkan pengendara pengguna knalpot brong.

SUNGAI PENUH

Satlantas Polres Kerinci Tindak Knalpot Brong, Ini Sanksinya

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:00 WIB

Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, melantik lima pejabat kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh, Rabu (21/10/2026).

SUNGAI PENUH

Azhar Hamzah Lantik 5 Kepala OPD, Ini Nama-namanya!

Rabu, 21 Okt 2026 - 15:00 WIB

Daftar harga emas 24 karat dari Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi pada 21 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Harga Emas 24 Karat Hari Ini, Cek Daftarnya

Rabu, 21 Okt 2026 - 14:00 WIB

Tiga Siswa SMAN 1 Sungai Penuh juara Kejurnas Silat SMI 2026.

SUNGAI PENUH

Siswa SMAN 1 Sungai Penuh Raih Medali Kejurnas Silat 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 13:00 WIB