Jakarta, iNBrita.com – Separuh Interactive, studio game indie asal Jakarta, merilis trailer terbaru Agni: Village of Calamity pada 24 November 2025. Dengan memasukkan lagu “nina bobo” sebagai latar suara, video berdurasi 1 menit 32 detik itu berhasil menciptakan suasana horor yang lebih kuat. Hingga berita ini ditulis, jumlah penontonnya sudah melampaui 4,6 ribu kali tayang dan 411 penonton memberikan tanda suka.
Respons Positif dari Netizen
Banyak netizen menilai perubahan ini sebagai langkah yang tepat. Selain itu, mereka mengaku nuansa menyeramkan dalam trailer terbaru terasa jauh lebih intens. Akibatnya, rasa penasaran mereka terhadap gim tersebut semakin meningkat.
Trailer Sebelumnya Menimbulkan Perdebatan
Pada 29 Oktober 2025, Separuh Interactive menayangkan trailer berbeda dalam acara ID@Xbox Showcase Fall 2025. Namun pilihan musik Jepang yang mereka gunakan memicu pro dan kontra, terutama di kalangan penonton Indonesia. Di sisi lain, pihak pengembang memiliki alasan khusus di balik keputusan tersebut.
Co-Founder dan Marketing Director Separuh Interactive, Bayu Arafat, kemudian menjelaskan latar belakangnya
Alasan Mereka Memakai Musik Jepang
Menurut Bayu, timnya menyiapkan trailer khusus untuk Tokyo Game Show 2025. Mereka memilih konsep yang lebih action karena CERO menetapkan aturan ketat terhadap konten gore. Selain itu, mereka menggunakan musik Jepang untuk menarik perhatian publisher dan pemain dari negara tersebut.
Setelah itu, IGN mengundang mereka untuk tampil di ID@Xbox Fall 2025. Meskipun begitu, waktu yang tersedia sangat terbatas, sehingga tim hanya bisa mengedit trailer TGS dan menambahkan perubahan di bagian akhir.
Kontroversi yang Berbuah Manis
Walaupun sempat dikritik, hasil akhirnya justru membawa keberuntungan. Trailer Agni: Village of Calamity mendapat jumlah penonton terbanyak di ID@Xbox Showcase Fall 2025. Kemudian, beberapa publisher langsung menghubungi mereka untuk berdiskusi lebih jauh.
“Sekarang kami sedang mengubah situasi ini menjadi keuntungan, seperti membuat bubur ayam spesial dari nasi yang terlanjur menjadi bubur,” ujar Bayu.
(Tim)














