Jakarta, iNBrita.com — Saat merayakan Lebaran, masyarakat biasanya menyajikan berbagai hidangan bersantan dan aneka kue. Banyak orang kemudian khawatir konsumsi santan berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol.
Sebagian orang juga sering mengaitkan rasa pegal atau nyeri otot sebagai tanda kolesterol tinggi. Lalu, benarkah tubuh pegal-pegal menunjukkan kolesterol tinggi?
Rasa pegal bisa muncul ketika tubuh tidak dalam kondisi prima, misalnya saat mengalami radang sendi atau flu. Namun, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika pegal berlangsung beberapa hari, terasa berat, atau disertai gejala lain.
Penyebab Pegal-Pegal
Mengutip Medical News Today, berbagai faktor dapat menyebabkan pegal-pegal dan sebagian besar mudah diatasi.
Jika kondisi medis tertentu memicu nyeri tubuh, biasanya tubuh juga menunjukkan gejala lain seperti lemas, kelelahan, menggigil, perubahan suhu tubuh, serta gejala mirip pilek atau flu.
Jika rasa pegal semakin mengganggu dan tidak kunjung membaik, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke rumah sakit agar mendapat penanganan yang tepat.
Tanda Kolesterol Tinggi
Lalu, apakah tubuh pegal-pegal menandakan kolesterol tinggi?
Mengutip Cleveland Clinic, kolesterol tinggi terjadi ketika kadar lemak (lipid) dalam darah meningkat dan berisiko menyebabkan serangan jantung serta stroke.
Hati sebenarnya memproduksi kolesterol untuk membantu proses pencernaan dan pembentukan hormon. Namun, konsumsi makanan tinggi kolesterol dapat membuat kadarnya berlebih dalam tubuh.
Kolesterol tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala langsung. Meski begitu, beberapa tanda yang sering muncul antara lain:
- Nyeri dada saat beraktivitas
- Nyeri pada rahang
- Sesak napas
Jika Anda mengalami gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Jika Anda membiarkannya, plak dapat menumpuk di pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke jantung atau otak.
Ketika aliran darah ke jantung terhenti, serangan jantung bisa terjadi. Gejalanya meliputi:
- Nyeri dada hebat
- Wajah memerah
- Mual
- Kesulitan bernapas
Cara Memantau Kadar Kolesterol
Mengutip Healthline, Asosiasi Jantung Amerika menyarankan orang dewasa usia di atas 20 tahun untuk memeriksa kadar kolesterol setiap 4–6 tahun.
Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau penyakit jantung, Anda perlu melakukan pemeriksaan lebih rutin.
Karena kolesterol tinggi sering tidak menunjukkan gejala di tahap awal, Anda perlu menerapkan gaya hidup sehat. Konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan memantau kadar kolesterol dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.
(VVR*)














