Deteksi Dini Diabetes Cegah Gejala Berat Sejak Awal

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 16 November 2025 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr Dicky Lavenus Tahapary memaparkan pentingnya deteksi dini diabetes dalam acara #Hands4Diabetes di Jakarta Selatan.

dr Dicky Lavenus Tahapary memaparkan pentingnya deteksi dini diabetes dalam acara #Hands4Diabetes di Jakarta Selatan.

Jakarta, iNBrita.com – Diabetes dikenal sebagai penyakit silent killer yang sering tidak menunjukkan gejala pada awalnya. Meski begitu, dalam beberapa kasus, diabetes dapat menimbulkan gatal-gatal.

Spesialis penyakit dalam dr Dicky Lavenus Tahapary, SpPD-KEMD, PhD, FINASIM menegaskan bahwa gejala diabetes baru muncul ketika gula darah sudah sangat tinggi. Saat kondisi ini terjadi, penderita biasanya merasa mudah haus, mudah lapar, sering buang air kecil, dan mengalami gatal-gatal.

Gejala juga dapat muncul ketika komplikasi sudah terjadi, seperti kaki kesemutan, disfungsi ereksi pada laki-laki, hingga serangan jantung.

“Kita harus meningkatkan edukasi supaya orang tidak menunggu gejala muncul. Lakukan deteksi dini. Kalau gula darah tidak terlalu tinggi, keluhannya biasanya memang belum terasa,” jelas dr Dicky dalam acara #Hands4Diabetes di Jakarta Selatan, Minggu (16/11/2025).

Ia menambahkan bahwa gatal-gatal pada kulit juga bisa terjadi, meskipun tidak khas untuk diabetes. Selain itu, luka yang sulit sembuh pada kaki juga sering muncul ketika gula darah sudah cukup tinggi.

Pada wanita, diabetes bahkan bisa memicu haid tidak teratur, Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), dan kesulitan hamil.

Karena itu, dr Dicky menekankan pentingnya pemeriksaan dini. Sebelum gejala muncul, sebaiknya seseorang memeriksa kadar gula darah secara rutin.

“Kami menganjurkan deteksi dini lewat cek gula darah, karena kondisi ini tidak bisa diketahui tanpa pemeriksaan. Kalau ingin lebih awal lagi, bisa cek insulin, tapi biayanya masih cukup mahal dan belum dapat dijadikan kebijakan,” pungkasnya.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?
Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya
Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya
Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada
Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya
SMA 1 Solsel Perpanjang PJJ Akibat Kabut Asap, Ini Jadwalnya
Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang
Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BPJS Kesehatan Benarkah Diganti Klinik Koperasi Merah Putih?

Senin, 26 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Menkes Pakai Oksigen, Kemenkes Ungkap Kejadian Sebenarnya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Vitamin Anak Palsu Berbahaya, Kenali Risiko Penanganannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Jarak Pandang Sungai Penuh Menurun, BMKG Imbau Waspada

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Polusi Udara Ancam Kesehatan, Kenali Risiko dan Pencegahannya

Berita Terbaru

Foto: REUTERS/John Sibley

Internasional

FIFA Dorong Sponsor Tingkatkan Investasi Sepak Bola Wanita

Sabtu, 31 Okt 2026 - 22:00 WIB

Ilustrasi cara cek desil bansos online menggunakan NIK KTP. ( Foto inbrita)

Uncategorized

Cara Cek Desil Bansos 2026 Online Pakai NIK KTP (8 kata)

Sabtu, 31 Okt 2026 - 21:00 WIB

Tersangka curanmor diamankan Satreskrim Polres Kerinci.

KERINCI

Satreskrim Polres Kerinci Bekuk Pelaku Curanmor dalam 24 Jam

Sabtu, 31 Okt 2026 - 20:00 WIB