Home / Kesehatan

Kamis, 25 Desember 2025 - 11:00 WIB

Ibu Hamil Melahirkan di Ambulans Akibat Banjir

Tenaga medis Puskesmas Stabat Lama membantu persalinan seorang ibu hamil di dalam ambulans saat proses evakuasi akibat banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Tenaga medis Puskesmas Stabat Lama membantu persalinan seorang ibu hamil di dalam ambulans saat proses evakuasi akibat banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Jakarta, iNBrita.com – Seorang wanita hamil bernama Rajula (38) menjalani proses evakuasi dari RSUD Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Sabtu (29/11/2025). Pihak rumah sakit mengevakuasi Rajula karena tidak mampu melayani persalinan akibat dampak banjir yang melanda wilayah tersebut.

Banjir membuat operasional RSUD Tanjung Pura terganggu. Air menggenangi sejumlah area rumah sakit dan menghambat pelayanan medis. Kondisi itu juga membuat ambulans rumah sakit tidak dapat beroperasi. Menghadapi situasi darurat tersebut, pihak RSUD Tanjung Pura segera meminta bantuan ke Puskesmas Stabat Lama.

Dokter umum Puskesmas Stabat Lama, dr Afriza Amelia, menyatakan bahwa timnya langsung merespons permintaan tersebut. Puskesmas segera menyiapkan ambulans dan mengirim tenaga medis ke RSUD Tanjung Pura untuk mengevakuasi pasien.

Baca juga :   Remaja Minum Darah Demi Hemoglobin, Kondisi Justru Kritis

Petugas puskesmas, termasuk dr Afriza, menjemput Rajula dan membawa pasien menuju RS Putri Bidadari. Rumah sakit tujuan itu tidak terdampak banjir sehingga tetap memberikan pelayanan medis secara normal. Selama perjalanan, Rajula mulai merasakan kontraksi kuat dengan durasi yang semakin rapat.

Kondisi tersebut membuat Rajula tidak dapat lagi menahan rasa sakit. Ia akhirnya melahirkan di dalam ambulans sebelum tim medis tiba di rumah sakit. dr Afriza yang berada di dalam ambulans langsung memimpin proses persalinan dan memastikan kondisi ibu tetap stabil.

Baca juga :   Kebiasaan Sehat Ini Justru Merusak Ginjal Anda

Rajula melahirkan dua bayi perempuan kembar dengan selamat. Kedua bayi lahir dalam kondisi sehat tanpa komplikasi serius. Tim medis segera memberikan penanganan awal setelah persalinan berlangsung.

Keluarga memberi nama Hana dan Hani kepada kedua bayi tersebut. Hana lahir dengan berat 2,3 kilogram, sedangkan Hani memiliki berat 2,1 kilogram. dr Afriza memastikan kondisi Rajula dan kedua bayinya stabil dan sehat setelah proses persalinan darurat tersebut.

Peristiwa ini menunjukkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menangani kondisi darurat di tengah bencana alam. (TIM*)

Berita ini 5 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Seorang wanita memegang pergelangan tangan akibat nyeri asam urat

Kesehatan

Obat Tradisional Ampuh Turunkan Asam Urat Kolesterol
Layar ponsel menampilkan aplikasi media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube

Kesehatan

Brain Rot Mengintai Dewasa Akibat Video Pendek
Wanita berjalan santai di taman pagi hari menjaga kesehatan dengan 7.000 langkah per hari.

Kesehatan

Cukup 7.000 Langkah Sehari untuk Tubuh Lebih Sehat
Bupati Monadi bersama Forkopimda menghadiri peresmian pelayanan RSU Kabupaten Kerinci dan RSU Bukit Kerman.

Kesehatan

RSUD Kerinci Resmi Dioperasikan untuk Layani Masyarakat
Pria memegang dada kiri dengan ekspresi nyeri, menandakan gejala masalah jantung.

Kesehatan

USG Karotis Bantu Deteksi Dini Risiko Gagal Jantung
Dokter menjelaskan hubungan kualitas tidur dengan kesehatan jantung.

Kesehatan

Tidur Berkualitas Bantu Jaga Kesehatan Jantung Optimal
dr. Inggrid Tania memaparkan tiga ramuan herbal alami penangkal batuk dan flu saat musim pancaroba.

Kesehatan

Tiga Ramuan Herbal Alami Pereda Batuk dan Flu
Minuman herbal untuk diet seperti teh hijau, jahe, dan oolong

Kesehatan

5 Minuman Herbal Diet Alami Bantu Turunkan Berat