Fakta Baru! 7.000 Langkah Bikin Tubuh Sehat

Fakta Baru! 7.000 Langkah Bikin Tubuh Sehat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi jalan kaki (Foto: Getty Images/zoff-photo)

Ilustrasi jalan kaki (Foto: Getty Images/zoff-photo)

Jakarta, iNBrita.com – Selama ini banyak orang meyakini bahwa berjalan 10.000 langkah per hari menjadi standar emas untuk hidup sehat. Namun, sebuah penelitian terbaru dalam The Lancet Public Health mengungkap bahwa manfaat kesehatan signifikan sudah bisa orang peroleh dengan berjalan sekitar 7.000 langkah per hari.

Peneliti utama, Dr. Melody Ding, menegaskan bahwa angka 10.000 langkah tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
“Kita sering berpikir harus berjalan 10.000 langkah setiap hari, padahal tidak ada bukti ilmiahnya,” ujar Dr. Ding kepada BBC.

Para peneliti menelusuri asal-usul angka tersebut dan menemukan bahwa kampanye pemasaran di Jepang pada 1960-an menjelang Olimpiade Tokyo 1964 melahirkannya. Saat itu, sebuah perusahaan memperkenalkan pedometer bernama manpo-kei, yang berarti “alat pengukur 10.000 langkah”, dan sejak itu masyarakat luas mengadopsi angka tersebut.

Dalam studi ini, para peneliti menganalisis data lebih dari 160.000 orang dewasa di berbagai negara. Mereka menemukan bahwa orang yang berjalan sekitar 7.000 langkah per hari menurunkan risiko berbagai penyakit secara signifikan dibandingkan mereka yang hanya berjalan 2.000 langkah.

Penurunan Risiko Penyakit

Para peneliti juga mencatat penurunan risiko sebagai berikut:

  • Penyakit jantung turun 25%
  • Kanker turun 6%
  • Depresi turun 22%
  • Demensia turun 38%, atau hampir 40 persen

Para peneliti kemudian menyimpulkan bahwa manfaat berjalan kaki mulai mencapai titik stabil setelah seseorang mencapai sekitar 7.000 langkah per hari. Dengan demikian, penambahan langkah di atas angka tersebut tidak selalu meningkatkan manfaat kesehatan secara signifikan.

Meski begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tetap merekomendasikan masyarakat melakukan aktivitas fisik setara 150 menit per minggu dengan intensitas sedang. Para ahli juga menilai bahwa pendekatan berbasis jumlah langkah lebih mudah masyarakat pahami dan terapkan.

Dr. Daniel Bailey dari Brunel University London menilai temuan ini berhasil meluruskan persepsi yang sudah lama berkembang.
“Bagi banyak orang, menargetkan 5.000 hingga 7.000 langkah adalah tujuan yang lebih realistis dan mudah dicapai,” ujarnya.

Para pakar tetap menekankan pentingnya aktivitas fisik setiap hari. Mereka mendorong masyarakat untuk tetap bergerak melalui aktivitas sederhana seperti berjalan santai, berkebun, atau membersihkan rumah guna menjaga kebugaran tubuh.

(eny)
Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang
Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari
7 Manfaat Teh Chamomile untuk Kesehatan dan Kualitas Tidur
Manfaat Kopi untuk Hati dan Risiko Penyakit Liver
Katarak pada Usia Muda, Kenali Faktor Risiko dan Pencegahannya
3 Jenis Teh Herbal, Manfaat dan Risiko Kesehatannya
Handuk Kotor Bisa Picu Masalah Kulit dan Kesehatan
7 Sayuran Tinggi Kalsium, Bantu Jaga Tulang Kuat
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Kabut Asap Picu Lonjakan Kasus ISPA di Padang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Sarapan Sehat Bantu Tubuh Bugar Sepanjang Hari

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:00 WIB

7 Manfaat Teh Chamomile untuk Kesehatan dan Kualitas Tidur

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Manfaat Kopi untuk Hati dan Risiko Penyakit Liver

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Katarak pada Usia Muda, Kenali Faktor Risiko dan Pencegahannya

Berita Terbaru

BYD Racco, mobil listrik mungil asal Jepang, mulai dipasarkan di Sri Lanka dengan harga mencapai Rp 625 juta.(Foto: BYD)

Teknologi

BYD Racco Dijual di Sri Lanka, Harga Tembus Rp 625 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 13:00 WIB

MSCI berpotensi mengubah status pasar saham Indonesia dan memicu arus keluar dana asing hingga Rp 132 triliun.(Foto : YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Ekonomi

MSCI Ubah Status Indonesia, Dana Asing Terancam Keluar

Minggu, 18 Okt 2026 - 12:00 WIB

BMKG memprediksi hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto : Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Nasional

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:00 WIB

Harga emas Antam pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertahan di Rp 2.572.000 per gram.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp 2,57 Juta

Minggu, 18 Okt 2026 - 10:00 WIB

Singapura menyoroti tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla dan kabut asap lintas batas, sementara DPR mendesak pemerintah membuka data 52 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan.(Foto : tribunnews.com/HO)

Nasional

Singapura Peringatkan 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla

Minggu, 18 Okt 2026 - 03:00 WIB