JAKARTA, iNBrita.com – Ahli gastroenterologi lulusan Harvard University, dr Saurabh Sethi, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap gejala awal kanker usus besar atau kanker kolorektal.
Penyakit ini muncul ketika sel-sel ganas tumbuh di usus besar atau rektum. Dalam beberapa tahun terakhir, kasusnya semakin sering menyerang usia muda. Karena itu, masyarakat perlu melakukan deteksi dini agar pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Menurut laporan Times of India, berikut tanda-tanda kanker usus besar yang harus diwaspadai:
1. Darah pada Feses
Seseorang yang menemukan darah pada feses perlu segera memeriksakan diri ke dokter.
Kondisi ini menandakan adanya pendarahan di usus besar. Meski wasir juga bisa menyebabkan darah di feses, hanya pemeriksaan medis yang bisa memastikan penyebabnya.
2. Nyeri Perut yang Terus Menerus
Pasien yang sering merasakan nyeri, kram, atau kembung tanpa penyebab jelas kemungkinan mengalami pertumbuhan tumor di usus besar.
Tumor dapat menekan organ di sekitarnya dan menimbulkan rasa sakit yang tidak terkait dengan makanan atau buang air besar.
Jika rasa nyeri muncul berulang, segera lakukan pemeriksaan.
3. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab
Ketika berat badan turun drastis tanpa alasan yang jelas, tubuh kemungkinan sedang menghadapi gangguan serius seperti kanker usus besar.
Kanker membuat tubuh kehilangan nafsu makan, menghambat penyerapan nutrisi, dan meningkatkan penggunaan energi, sehingga berat badan menurun signifikan.
4. Kelelahan yang Tidak Berhenti
Banyak pasien kanker usus besar merasa terus-menerus lelah meski sudah cukup tidur.
Kelelahan ini muncul karena tubuh kehilangan darah perlahan dan mengalami anemia.
Kondisi tersebut membuat tubuh kekurangan energi untuk beraktivitas normal.
5. Kadar Zat Besi Rendah
Dokter sering menemukan kadar zat besi rendah pada pasien kanker usus besar, terutama pada wanita dan pria pascamenopause.
Tubuh kehilangan zat besi akibat pendarahan di saluran pencernaan.
Jika tes darah menunjukkan anemia tanpa penyebab yang jelas, dokter perlu melakukan kolonoskopi untuk memeriksa kondisi usus besar.
6. Buang Air Besar Tidak Tuntas
Sebagian pasien merasakan buang air besar tidak tuntas atau sensasi penuh di perut bagian bawah.
Gejala ini muncul karena tumor menyempitkan saluran usus dan menghambat keluarnya feses.
Pasien biasanya merasa harus mengejan terus-menerus saat buang air besar.
Kondisi ini memerlukan pemeriksaan medis sesegera mungkin.
7. Riwayat Keluarga
Orang yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan riwayat kanker usus besar memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit yang sama.
Faktor genetik dapat memicu munculnya kanker bahkan sebelum usia 50 tahun.
Mereka yang memiliki riwayat keluarga sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah perkembangan penyakit sejak dini.
Kesimpulan
Kanker usus besar sering berkembang diam-diam tanpa gejala mencolok.
Dengan mengenali tanda-tanda awal dan memeriksakan diri secara rutin, masyarakat dapat menurunkan risiko komplikasi berat.
Tubuh selalu memberi sinyal — dengarkan dan tanggapi segera. Deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa.
(VVR*)














