Home / Pendidikan

Kamis, 6 November 2025 - 19:00 WIB

Kemendikdasmen Tegaskan Tak Ada Toleransi Kecurangan TKA

Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyampaikan pernyataan terkait pengawasan dan penegakan integritas dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 di Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyampaikan pernyataan terkait pengawasan dan penegakan integritas dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 di Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Jakarta, iNBrita.com — Kepala BSKAP Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berbuat curang. Ia menilai TKA bukan hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga integritas dan karakter peserta.

“Kami tidak memberi toleransi terhadap kecurangan. Kami melibatkan Inspektorat Jenderal untuk mengawasi seluruh pelaksanaan TKA,” ujar Toni dalam Taklimat Media TKA di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Kamis (6/11/2025).

71 Akun Sebarkan Bocoran Soal TKA

Toni mengungkapkan bahwa tim menemukan 71 konten kebocoran soal di media sosial. Namun, ia menegaskan bahwa jumlah tersebut tidak mencerminkan jumlah pelaku karena banyak akun hanya mengunggah ulang konten yang sama.

“Jumlah pelaku sebenarnya sedikit. Beberapa orang menyiarkan langsung di TikTok, lalu banyak akun lain yang mengunggah ulang video itu,” jelasnya.

Inspektorat Selidiki Pelaku Utama

Kemendikdasmen mendokumentasikan seluruh temuan dan menyerahkannya kepada Inspektorat Jenderal untuk penyelidikan lebih lanjut. Saat ini, tim menelusuri pelaku utama yang menyebarkan konten curang.

“Inspektorat sedang menindak setiap pelanggaran yang kami temukan,” tegas Toni.

Kemendikdasmen Perkuat Pengawasan TKA

Kemendikdasmen menggerakkan lebih dari 50.000 pengawas, 1.710 penyelia perguruan tinggi, dan 60.000 proktor sekolah. Mereka memantau pelaksanaan TKA secara langsung melalui posko teknis pusat.

“Tim dari provinsi dan pusat terus memantau server, jaringan, serta keamanan pelaksanaan tes secara real time,” ujar Toni.

Ombudsman Republik Indonesia juga mengawasi proses TKA untuk memastikan pelayanan publik berjalan adil dan transparan. Hasil pemantauan akan menjadi rekomendasi perbaikan mutu pembelajaran dan asesmen.

Baca juga :   IAIN Kerinci Diberikan Peluang Tiga Beasiswa Full Tahun 2023

TKA Latih Kejujuran dan Karakter

Toni menegaskan bahwa TKA tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga melatih kejujuran dan tanggung jawab peserta didik. Ia mengajak guru, orang tua, dan media mendorong siswa agar menjunjung integritas.

“Kami ingin anak-anak Indonesia tumbuh dengan kejujuran. Mereka harus bangga karena berhasil lewat usaha sendiri, bukan lewat kecurangan,” kata Toni.

Ia menambahkan bahwa nilai kejujuran dan kedisiplinan membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Baca juga :   Juara Piala FA Bukan Pelipur Lara Bagi Manchester City

(VVR*)

Berita ini 17 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Daerah

Rembuk Tani Sekolah Lapangan Penerapan Pengembangan Tekhnologi Pertanian di Kota Sungai Penuh

Pendidikan

STIE SAK dan Pemkot Tandatangani MoU Pengembangan SDM
Fasilitas bermain TK Al-Jihad di Kerinci yang rusak akibat pengrusakan.

Pendidikan

Fasilitas TK Al-Jihad Kerinci Dirusak Orang Tak Dikena
Bayi kera Jepang Punch memeluk boneka monyet di kandang Kebun Binatang Ichikawa.

Pendidikan

Bayi Kera Punch Viral, Cari Kasih Sayang

Pendidikan

IAIN Kerinci Wisuda 537 Mahasiswa Langkah Menuju UIN
Azhar Hamzah memberi pembekalan kepemimpinan kepada siswa MAN 1 Sungai Penuh.

Pendidikan

Wawako Azhar Pimpin LDK di MAN 1 Sungai Penuh

Pendidikan

Hardiknas Bupati Monadi : Akan Wujudkan Sistem Pendidikan Jujur dan Berkualitas
Tiga pekerja konstruksi memeriksa denah bangunan di meja proyek dengan helm dan rompi keselamatan.

Pendidikan

Strategi Tepat Memastikan Kontraktor Bekerja Sesuai Rencana