Topan Kalmaegi Terjang Filipina, Ribuan Warga Terdampak

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga melintasi jalan yang tergenang banjir di Provinsi Cebu, Filipina, setelah Topan Kalmaegi atau Tino menerjang wilayah tersebut. (Foto: AFP/Reuters)

Warga melintasi jalan yang tergenang banjir di Provinsi Cebu, Filipina, setelah Topan Kalmaegi atau Tino menerjang wilayah tersebut. (Foto: AFP/Reuters)

Manila, iNBrita.com — Topan Kalmaegi menerjang Filipina dan menimbulkan dampak besar. Pemerintah Filipina, negara yang terletak di utara Indonesia, menetapkan status darurat bencana akibat topan tersebut.

Topan Kalmaegi, yang dikenal secara lokal sebagai Topan Tino, menewaskan dan membuat ratusan orang hilang. Berdasarkan laporan otoritas Manila, 114 orang tewas dan 127 orang hilang akibat terjangan topan ini.

Menurut basis data bencana EM-DAT yang dikutip oleh AFP, Topan Kalmaegi atau Tino tercatat sebagai topan paling mematikan di dunia pada tahun 2025.

Banjir dan Longsor Parah di Cebu

Topan Kalmaegi menyebabkan banjir dan tanah longsor besar. Di Provinsi Cebu, banjir hebat menghanyutkan mobil, gubuk di tepi sungai, bahkan kontainer besar. Otoritas menyebut banjir di Cebu kali ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Angin kencang topan tersebut merobohkan pepohonan, menumbangkan tiang listrik, dan merusak atap rumah warga.

Lebih dari 1,4 Juta Warga Terdampak

Badan Meteorologi Filipina melaporkan bahwa Topan Kalmaegi meninggalkan Filipina pada Kamis (6/11) pagi, namun masih membawa hujan di beberapa wilayah Luzon dan Mindanao. Topan itu kini bergerak menuju Vietnam.

Lebih dari 500.000 orang mengungsi dari rumah mereka, dan 1,4 juta warga lainnya terdampak di wilayah Visayas Tengah, termasuk sebagian Provinsi Cebu.
Banjir dan longsor juga memutus akses jalan di daerah terpencil dan menyebabkan pemadaman listrik di beberapa kota.

Topan Kalmaegi mendarat dua kali di wilayah Visayas pada Selasa (4/11) pagi, pertama di Leyte Selatan, kemudian di Cebu. Setelah itu, topan tersebut menguat kembali di Laut China Selatan sebelum bergerak ke arah Vietnam.

Presiden Marcos Jr Umumkan Keadaan Darurat Nasional

Presiden Ferdinand Marcos Jr mengumumkan keadaan darurat nasional untuk mempercepat upaya penyelamatan, bantuan, dan rehabilitasi bagi korban Topan Kalmaegi.
Menurut Kantor Kepresidenan Filipina, keputusan ini diambil setelah pengarahan di Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Penanggulangan Bencana.

Marcos Jr menjelaskan bahwa status darurat memungkinkan akses cepat terhadap dana bencana dan mempercepat proses pengadaan bantuan.

“Melihat luasnya wilayah yang dilanda Topan Tino dan potensi dampak Topan Uwan, saya menyetujui usulan dewan untuk menetapkan bencana ini sebagai bencana nasional,” ujar Marcos Jr.

Presiden juga memperingatkan bahwa 10 hingga 12 wilayah kemungkinan akan terdampak topan berikutnya, yaitu Topan Uwan.

Sementara itu, Juru Bicara Kantor Pertahanan Sipil Diego Mariano melaporkan bahwa 82 orang luka-luka di Visayas Tengah, wilayah yang paling parah terdampak Topan Kalmaegi.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau
Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat
Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker
Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan
Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika
Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil
Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika

Berita Terbaru

Peta sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menunjukkan pergerakan abu hingga wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, dan Samudra Hindia.(Foto : Website BMKG)

Nasional

Abu Anak Krakatau Menyebar, Penerbangan Perlu Waspada

Senin, 7 Sep 2026 - 17:00 WIB

Sekda Kota Sungai Penuh Alpian saat memimpin apel gabungan ASN di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (7/9/2026).

SUNGAI PENUH

Alpian Ingatkan ASN Jaga Disiplin dan Integritas

Senin, 7 Sep 2026 - 11:00 WIB

Motorola Edge 70 Plus resmi meluncur dengan kamera utama 200 MP dan layar AMOLED 144 Hz.(Foto : Motorola)

Teknologi

Harga Motorola Edge 70 Plus dan Spesifikasi Lengkap

Minggu, 6 Sep 2026 - 22:00 WIB

Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, menjadi fasilitas produksi kendaraan BYD untuk pasar Indonesia.(Foto : Arief A/Liputan6.com)

Teknologi

Harga Mobil BYD Setelah Produksi Lokal, Apakah Turun?

Minggu, 6 Sep 2026 - 19:00 WIB

Hengdian World Studio menghadirkan pengalaman bagi wisatawan untuk membuat dan membintangi drama pendek sendiri.(Foto : Ilustrasi Papan Slate Film (Pixabay)

Travel

Hengdian Tawarkan Wisata Bikin Drama Pendek Sendiri

Minggu, 6 Sep 2026 - 18:00 WIB