Komisi Yudisial Selidiki Kebakaran Rumah Hakim

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 8 November 2025 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kondisi rumah Hakim Khamazaro yang terbakar (Dok. DPKP Medan)

Foto: Kondisi rumah Hakim Khamazaro yang terbakar (Dok. DPKP Medan)

Jakarta, iNBrita.com  – Komisi Yudisial (KY) mengirim tim untuk menyelidiki kebakaran di rumah Hakim Pengadilan Negeri Medan, Khamozaro Waruwu. KY juga meminta polisi segera mengungkap penyebab kebakaran itu.

Anggota sekaligus Juru Bicara KY, Mukti Fajar Nur Dewata, menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa KY tidak menebak kaitan antara kebakaran dan perkara korupsi Dinas PUPR Sumatera Utara yang Khamozaro tangani.

“KY meminta polisi bergerak cepat dan menyelesaikan penyelidikan kebakaran rumah Hakim Khamozaro,” kata Mukti, Sabtu (8/11/2025).

Hakim Khamozaro memimpin sidang kasus korupsi yang melibatkan mantan Kadis PUPR Sumut, Topan Ginting, dan Dirut PT Dalihan Na Tolu, Akhirun Piliang. Api membakar rumah Khamozaro sehari sebelum jaksa membacakan tuntutan terhadap Akhirun pada Rabu (5/11).

“Kasus yang Khamozaro tangani menarik perhatian publik di Sumatera Utara. Jika penyelidikan membuktikan ada kaitan antara kebakaran dan kasus itu, peristiwa ini bisa menjadi bentuk teror terhadap hakim,” ujar Mukti.

Sebelum kebakaran, Khamozaro menerima banyak panggilan telepon misterius dari nomor berbeda. Saat menjawab, penelepon langsung menutup sambungan tanpa bicara.

“Telepon misterius itu terjadi lebih dari sepuluh kali sejak Khamozaro memimpin perkara ini,” kata Yasardin, rekan sesama hakim di PN Medan.

KY meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan polisi. “Kami percaya polisi dapat mengungkap penyebab kebakaran ini,” tutur Mukti.

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei
Kebakaran Gunung Sumbing, Polda Siapkan Water Bombing
Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara
UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah
Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan
Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan
BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Simak Jadwalnya
Kamarudin Simanjuntak Wafat Setelah Berjuang Melawan Penyakit
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:00 WIB

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Kebakaran Gunung Sumbing, Polda Siapkan Water Bombing

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:00 WIB

UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan

Berita Terbaru

Pemandangan Bumi yang diambil oleh astronot NASA dan komandan Artemis II, Reid Wiseman, dari salah satu dari empat jendela utama pesawat ruang angkasa Orion. (NASA/Handout via REUTERS)

Teknologi

Bentuk Bumi Berubah Satelit Ungkap Fakta Mengejutkan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 00:00 WIB

Saham SpaceX mengalami penurunan 9 persen meski analis Wall Street menaikkan target harga saham.(Foto : CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk/Dok. Angela Weiss/AFP)

Ekonomi

Saham SpaceX Anjlok 9 Persen, Analis Naikkan Target

Jumat, 23 Okt 2026 - 20:00 WIB

Rupiah melemah ke Rp18.080 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (23/10/2026).

Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp18.080, Dolar AS Makin Perkasa

Jumat, 23 Okt 2026 - 19:00 WIB

 Pemerintah mengevaluasi penambahan kuota Pertalite akibat lonjakan konsumsi masyarakat.(foto : Liputan6.com/Lizsa Egaham)

Ekonomi

Pemerintah Kaji Penambahan Kuota Pertalite hingga Akhir 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 18:00 WIB

Hardizal menghadiri Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Kota Sungai Penuh.

SUNGAI PENUH

Hardizal Dukung Santri Unggul untuk Indonesia Emas 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:00 WIB