Home / Nasional

Senin, 29 September 2025 - 11:55 WIB

Presiden Prabowo Minta Kasus Keracunan MBG Tak Dipolitisasi

Menu makan bergizi gratis (MBG) yang disaluran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Rabu (14/5/2025). (Foto : Ketua SPPG).

Menu makan bergizi gratis (MBG) yang disaluran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Rabu (14/5/2025). (Foto : Ketua SPPG).

Jakarta, iNBrita.com — Presiden Prabowo Subianto meminta kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dipolitisasi. Ia menegaskan, program ini bertujuan memberi gizi seimbang bagi anak-anak Indonesia.

“Banyak anak hanya makan nasi dengan garam, sementara kita makan cukup. Jangan sampai kasus ini dipolitisasi,” ujarnya di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9/2025).

Ia menegaskan pemerintah bertugas menyiapkan makan bergizi untuk jutaan anak. Presiden mengakui ada hambatan dalam program MBG, tetapi yakin masalah ini bisa diselesaikan.

“Memberi makan jutaan anak pasti ada tantangan. Ini masalah besar, tapi kita akan atasi dengan baik,” katanya.

Baca juga :   Polisi Tegaskan Debt Collector Dilarang Tarik Kendaraan

Meskipun berada di luar negeri, Presiden tetap memantau perkembangan MBG. Ia berencana memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindaya, dan pejabat terkait untuk membahas kasus keracunan.

“Saya baru tujuh hari dari luar negeri. Saya pantau perkembangan. Setelah ini, saya akan panggil Kepala BGN dan beberapa pejabat untuk diskusi,”jelas Presiden.

Staf Khusus BGN, Redy Hendra Gunawan, menyebut penerima manfaat MBG telah mencapai 30 juta orang. Presiden menargetka  menjadi 82,9 juta orang pada akhir 2025.

Baca juga :   Hipertensi Anak Muda Picu Risiko Jantung Ginjal

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berjumlah 9.000 unit, dengan target 30.000 unit.

“Setiap SPPG menyerap 50 tenaga kerja. Jika ada 10 supplier per SPPG, jumlah pekerja bisa mencapai ratusan ribu. Program ini juga membantu petani desa,” ujarnya.

Redy mencontohkan, tiga SPPG di Bandung membutuhkan 87 petani untuk memenuhi kebutuhan MBG. Ia mengakui masih ada kekurangan, tetapi menilai masukan masyarakat sangat penting.

Menurutnya Program ini baru berjalan sejak 2025, tapi sudah menjangkau 30 juta orang. Masih ada kekurangan, tapi dampaknya signifikan bagi anak-anak Indonesia, tuturnya.

Berita ini 20 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Dr. Antonius Despinola dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Nasional

Putra Terbaik Jambi Pimpin Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat
Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima gelar Bapak Eco-Teologi Indonesia dari Rektor UIN Malang

Nasional

UIN Malang Nobatkan Menag Bapak Eco-Teologi Indonesia
Prajurit TNI menaiki alutsista saat defile HUT ke-80 TNI di Monas, Jakarta.

Nasional

TNI Siaga Satu, Panglima Perkuat Pengamanan Nasional
Mobil bekas Toyota Avanza tahun 2015–2016 di pasar mobil bekas Indonesia.

Nasional

Harga Toyota Avanza Bekas 2015-2016 Jelang Lebaran 2026
Suasana Gala Dinner Munas Forwakada yang dihadiri Wawako Sungai Penuh.

Nasional

Wawako Azhar Dukung Sinergi Lewat Munas Forwakada
Rizal Djalil analisis pemangkasan Dana Transfer Daerah

Nasional

Dana Transfer Menurun Pelayanan Publik Daerah Terancam

Nasional

Jelang Keputusan MK, Alfin Apresiasi Dukungan Masyarakat
Grafik harga emas Antam hari ini naik tinggi, ilustrasi logam mulia, foto oleh Grandyos Zafna

Nasional

Harga Emas Antam Hari Ini Capai Rekor Tertinggi