Jakarta , iNBrita.com – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, kembali mendatangi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN pada Selasa (18/11). Kunjungan ini bertujuan menindaklanjuti usulan penetapan Kota Sungai Penuh sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW). Langkah tersebut juga memperkuat posisi kota dalam jaringan perkotaan nasional.
Perjuangan ini mulai menunjukkan hasil positif. Dalam pertemuan dengan Direktur Jenderal Tata Ruang ATR/BPN, Dr. Ir. Suyus Widiyana, Alfin menerima penjelasan bahwa Kota Sungai Penuh masuk dalam daftar lima kota di Sumatera yang diusulkan sebagai PKW. Ia berharap proses ini segera terealisasi.
Selanjutnya, Alfin memaparkan posisi strategis Kota Sungai Penuh. Kota ini menjadi simpul pertumbuhan utama di wilayah barat Jambi dan perbatasan Sumatera Barat.
Selain itu, Sungai Penuh juga berfungsi sebagai pusat distribusi barang dan layanan bagi lebih dari 300.000 penduduk di hinterland Kerinci–Sungai Penuh. Kondisi ini mendorong kota menjadi gerbang ekonomi dan logistik untuk komoditas unggulan seperti kopi, hortikultura, dan pariwisata.
Alfin juga menjelaskan bahwa berbagai parameter PKW telah terpenuhi. Kapasitas layanan kota kini menjangkau wilayah regional. Kota Sungai Penuh tumbuh sebagai pusat pendidikan tinggi, pusat layanan kesehatan rujukan, dan pusat pemerintahan di kawasan Kerinci Raya. Peran ini menunjukkan kemampuan kota untuk melayani wilayah yang lebih luas.
Oleh karena itu, Alfin meminta dukungan penuh dari Kementerian ATR/BPN. Ia berharap Kota Sungai Penuh dapat masuk dalam penetapan PKW pada pembaruan RTR Nasional.
(ES*)














