Waspada Lupus Penyakit Seribu Wajah yang Mematikan

Kenali gejala, mitos, dan fakta medis agar tidak terlambat ditangani secara tepat.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Lupus Nefritis(Shutterstock/Mamat Suryadi)

Ilustrasi Lupus Nefritis(Shutterstock/Mamat Suryadi)

Jakarta, iNBrita.com — Penyakit Lupus Banyak orang merasa takut setelah menerima diagnosis Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau lupus. Namun demikian, banyak orang masih menganggap bahwa penderita lupus tidak dapat menjalani hidup normal seperti orang lain. Sayangnya, masyarakat sering memperkuat ketakutan ini melalui berbagai mitos dan informasi yang tidak akurat dari media sosial maupun cerita dari mulut ke mulut.

Akibatnya, banyak pasien menunda pengobatan dengan mencoba terapi alternatif yang belum terbukti secara ilmiah, atau bahkan menghentikan pengobatan karena mempercayai mitos tertentu. Jika kondisi ini terus berlangsung, penyakit akan berkembang dan merusak organ tubuh.

Dokter spesialis reumatologi, dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, menjelaskan bahwa masyarakat masih menyebarkan banyak mitos tentang lupus. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya meluruskan kesalahpahaman tersebut agar pasien segera mendapatkan penanganan yang tepat.

“Kami berharap teman-teman media membantu meluruskan berbagai mitos keliru agar penyandang lupus mendapatkan pengobatan yang tepat sejak dini tanpa ketakutan yang tidak perlu,” ujar dr. Sandra dalam acara World Lupus Day Media Conference: From Burden to Living Well Through Improved Care for Systemic Lupus Erythematosus bersama AstraZeneca Indonesia di RA Simatupang Suites.

Apa Itu Penyakit  Lupus?

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau lupus merupakan penyakit autoimun kronis yang menyerang tubuh ketika sistem kekebalan tidak berfungsi dengan baik. Dalam kondisi normal, sistem imun melindungi tubuh dari virus dan bakteri. Namun pada penderita lupus, sistem imun justru menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri.

Akibatnya, peradangan kronis merusak berbagai organ penting seperti kulit, sendi, ginjal, paru-paru, jantung, dan otak. Selain itu, gejala lupus muncul dalam berbagai bentuk sehingga penyakit ini sering disebut “penyakit seribu wajah”. Kondisi ini membuat dokter sering terlambat mendiagnosis lupus.

Menepis 3 Mitos Seputar Penyakit  Lupus

Masyarakat masih mempercayai berbagai mitos tentang lupus yang dapat membahayakan pasien jika tidak dikoreksi. Jika pasien mengikuti mitos tersebut tanpa verifikasi medis, mereka akan menunda pengobatan dan memperburuk kondisi penyakit.

Pada akhirnya, penyakit berkembang dan meningkatkan risiko kerusakan organ. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memahami fakta medis yang benar. Berikut tiga mitos yang paling sering muncul:

  1. Semua obat lupus merusak ginjal
    Banyak orang percaya bahwa obat lupus merusak ginjal. Padahal, pengobatan lupus justru melindungi ginjal dengan mengendalikan peradangan dalam tubuh.

“Dengan mengendalikan lupus, kami mencegah komplikasi ke organ tubuh termasuk ginjal,” jelas dr. Sandra. Dengan demikian, dokter memberikan obat untuk mencegah kerusakan, bukan menyebabkannya.

  1. Lupus tidak bisa sembuh, jadi percuma diobati
    Banyak orang menganggap pengobatan lupus tidak berguna karena penyakit ini tidak bisa sembuh total. Namun demikian, dokter tetap mengobati lupus untuk mengendalikan aktivitas penyakit.

“Jika kami mengobati lebih cepat, hasilnya akan lebih baik,” ujar dr. Sandra. Dengan kata lain, pengobatan membantu pasien mencapai kondisi remisi dan mencegah kerusakan organ.

  1. Wanita lupus tidak bisa hamil
    Banyak pasien percaya bahwa lupus membuat mereka tidak bisa hamil. Namun faktanya, dokter membantu pasien lupus untuk tetap bisa hamil jika penyakitnya terkontrol.

“Pasien bisa hamil jika kondisinya terkendali dengan baik,” kata dr. Sandra. Oleh karena itu, dokter menganjurkan perencanaan kehamilan yang tepat agar ibu dan janin tetap aman.

Pentingnya Deteksi Dini

Sebagai penutup, dokter menekankan pentingnya deteksi dini, pengobatan tepat, dan kepatuhan terapi dalam menangani lupus. Jika seseorang mengalami gejala seperti nyeri sendi berkepanjangan, kelelahan ekstrem, atau ruam kulit, ia harus segera memeriksakan diri ke dokter spesialis reumatologi.

Dengan demikian, penanganan cepat membantu mencegah kerusakan organ yang lebih serius.

(eny)
Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Pernah Jalani Perawatan Jantung
Tips Puasa Sehat Agar Tubuh Tetap Bugar
Sarapan Sehat Gen Z Rebus Kukus Bergizi
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 16:00 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Pernah Jalani Perawatan Jantung

Senin, 1 Juni 2026 - 21:00 WIB

Waspada Lupus Penyakit Seribu Wajah yang Mematikan

Jumat, 6 Maret 2026 - 12:00 WIB

Tips Puasa Sehat Agar Tubuh Tetap Bugar

Kamis, 13 November 2025 - 02:00 WIB

Sarapan Sehat Gen Z Rebus Kukus Bergizi

Berita Terbaru

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perketat Penanganan Karhutla di Tahura Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Ilustrasi kode redeem Free Fire gratis dengan hadiah diamond, skin senjata, dan item menarik untuk pemain FF.( Foto AI INBRTA)

Game

Kode Redeem FF Gratis 17 Oktober 2026, Coba 14 Kode

Sabtu, 17 Okt 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi game susun buah yang menawarkan bonus login 18K dan diklaim bisa dicairkan ke saldo DANA. Klaim pencairan tersebut masih perlu diverifikasi. ( AI INBRITA)

Game

Game Susun Buah Bonus Login 18K, Bisa Cair?

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB

Yamaha XSR900 2027 hadir dengan warna Neon White yang mengusung nuansa balap era 1990-an untuk pasar Eropa.(Foto : Paultan)

Teknologi

Yamaha XSR900 2027 Hadir dengan Warna Neon White

Sabtu, 17 Okt 2026 - 00:00 WIB

Yadea GT80 mengandalkan baterai ganda untuk mengejar jarak tempuh lebih dari 180 km dalam sekali pengisian daya.(Foto : Ist)

Teknologi

Yadea GT80 Tantang Jarak Tempuh 180 Km Sekali Cas

Jumat, 16 Okt 2026 - 23:00 WIB