Pencarian Korban Bencana Terus Dilakukan Basarnas Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Desember 2025 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Basarnas menyisir area terdampak banjir bandang dan longsor untuk mencari korban yang masih hilang.

Petugas Basarnas menyisir area terdampak banjir bandang dan longsor untuk mencari korban yang masih hilang.

Jakarta, iNBrita.com – Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menyatakan bahwa tim terus melakukan pencarian korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menegaskan bahwa operasi pencarian tidak akan dihentikan sebelum dinilai benar-benar tidak efektif. “Tim SAR akan terus bekerja hingga kami menerima keputusan bahwa pencarian ini sudah tidak lagi efektif,” ujar Syafii dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025).

Kondisi Korban Sulit Diidentifikasi

Syafii menjelaskan bahwa banyak korban ditemukan dalam kondisi tubuh yang berubah akibat lama tertimbun lumpur. Evakuasi tidak memungkinkan identifikasi langsung sehingga seluruh temuan diserahkan kepada DVI Polri. Ia menyebut proses identifikasi memerlukan waktu panjang karena kondisi jasad yang rusak.

Lumpur Mengeras Hambat Proses Evakuasi

Basarnas menghadapi berbagai kendala di lapangan. Salah satunya adalah kondisi lumpur yang awalnya cair kini mulai mengeras, sehingga menyulitkan tim gabungan menemukan korban yang tertimbun. Luasnya wilayah terdampak dan bekas banjir bandang bercampur lumpur membuat pencarian semakin berat.

K-9 Dikerahkan untuk Mempercepat Temuan

Untuk memperkuat operasi, Basarnas mengerahkan anjing pelacak K-9 dari Polri dan TNI serta unsur potensi lainnya. Kehadiran K-9 diharapkan membantu mendeteksi lokasi korban dengan lebih cepat di area yang sulit dijangkau.

Dua Anjing K-9 Gugur Akibat Dehidrasi

Namun, beberapa anjing pelacak ikut menjadi korban. Cuaca panas ekstrem beberapa hari terakhir menyebabkan dehidrasi pada hewan yang bertugas. Syafii menyebut hingga hari ini dua ekor anjing K-9 dilaporkan gugur saat menjalankan misi.

Data Terbaru: 974 Meninggal, 298 Hilang

Hingga pukul 08.00 pagi, tercatat 974 orang meninggal dunia dan 298 masih hilang. Basarnas menjelaskan perbedaan antara data awal dan data terbaru terjadi karena sejumlah korban ditemukan melintasi batas kabupaten sehingga pencatatan dilakukan oleh wilayah berbeda.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei
Kebakaran Gunung Sumbing, Polda Siapkan Water Bombing
Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara
UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah
Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan
Registrasi Bansos Baru 9,68%, Pemerintah Percepat Pendataan
BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Simak Jadwalnya
Kamarudin Simanjuntak Wafat Setelah Berjuang Melawan Penyakit
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:00 WIB

SAH Tegaskan Pesan Prabowo: Kerja Nyata, Bukan Survei

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Kebakaran Gunung Sumbing, Polda Siapkan Water Bombing

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Kasus Korupsi Sudewo, Divonis 8,5 Tahun Penjara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:00 WIB

UMP 2027 Naik Berapa Persen? Ini Prediksi Terbaru Pemerintah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Tambang Emas Lebong Picu Konflik dan Kerusakan Lingkungan

Berita Terbaru

Pemandangan Bumi yang diambil oleh astronot NASA dan komandan Artemis II, Reid Wiseman, dari salah satu dari empat jendela utama pesawat ruang angkasa Orion. (NASA/Handout via REUTERS)

Teknologi

Bentuk Bumi Berubah Satelit Ungkap Fakta Mengejutkan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 00:00 WIB

Saham SpaceX mengalami penurunan 9 persen meski analis Wall Street menaikkan target harga saham.(Foto : CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk/Dok. Angela Weiss/AFP)

Ekonomi

Saham SpaceX Anjlok 9 Persen, Analis Naikkan Target

Jumat, 23 Okt 2026 - 20:00 WIB

Rupiah melemah ke Rp18.080 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (23/10/2026).

Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp18.080, Dolar AS Makin Perkasa

Jumat, 23 Okt 2026 - 19:00 WIB

 Pemerintah mengevaluasi penambahan kuota Pertalite akibat lonjakan konsumsi masyarakat.(foto : Liputan6.com/Lizsa Egaham)

Ekonomi

Pemerintah Kaji Penambahan Kuota Pertalite hingga Akhir 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 18:00 WIB

Hardizal menghadiri Upacara Hari Santri Nasional 2026 di Kota Sungai Penuh.

SUNGAI PENUH

Hardizal Dukung Santri Unggul untuk Indonesia Emas 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:00 WIB