IRGC Tegaskan Keamanan Garis Merah di Iran Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan Garda Revolusi Iran (Foto: dok. AFP)

Pasukan Garda Revolusi Iran (Foto: dok. AFP)

Jakarta, iNBrita.comGarda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bahwa keamanan nasional merupakan “garis merah”. IRGC menyatakan siap menjaga ketertiban dan melindungi properti publik di seluruh Iran.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan baru kepada para pemimpin Iran pada Jumat (9/1), di tengah gelombang demonstrasi besar di berbagai kota. Sehari kemudian, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Amerika Serikat mendukung rakyat Iran yang berani.

Aksi unjuk rasa yang disertai kerusuhan terus berlangsung hingga malam hari. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa massa membakar sebuah gedung pemerintah kota di Karaj, sebelah barat Teheran. Pemerintah menyebut para pelaku sebagai “perusuh.” Televisi pemerintah juga menayangkan pemakaman anggota pasukan keamanan yang tewas selama protes di Shiraz, Qom, dan Hamedan.

Protes telah menyebar ke sebagian besar wilayah Iran selama dua pekan terakhir. Awalnya, warga turun ke jalan untuk memprotes lonjakan inflasi. Namun, aksi tersebut segera berubah menjadi tuntutan politik. Para demonstran mendesak berakhirnya pemerintahan ulama. Otoritas Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel memicu kerusuhan, sementara kelompok hak asasi manusia mencatat puluhan demonstran tewas.

Mengutip Al Arabiya dan Reuters, Sabtu (10/1/2026), seorang saksi di wilayah barat Iran mengatakan bahwa IRGC mengerahkan pasukan dan melepaskan tembakan di daerah tersebut. Saksi itu menolak menyebutkan identitasnya demi keselamatan.

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah, IRGC menuduh kelompok teroris menyerang pangkalan militer dan aparat penegak hukum selama dua malam terakhir. IRGC menyebut serangan itu menewaskan sejumlah warga sipil dan personel keamanan.

IRGC menegaskan bahwa mereka tidak akan mentoleransi ancaman terhadap Revolusi Islam 1979 dan stabilitas negara. Menurut mereka, kelanjutan situasi ini tidak dapat diterima.

Sementara itu, militer Iran—yang terpisah dari IRGC namun tetap berada di bawah komando Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei—menyatakan akan melindungi kepentingan nasional, infrastruktur strategis, dan seluruh properti publik.

(Ven*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fenomena Bulan Sabit dan Venus Curi Perhatian
Manchester United Terpuruk, Carrick Dorong Tim Segera Bangkit
September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau
Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat
Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker
Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan
Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika
Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:00 WIB

Fenomena Bulan Sabit dan Venus Curi Perhatian

Senin, 14 September 2026 - 11:00 WIB

Manchester United Terpuruk, Carrick Dorong Tim Segera Bangkit

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker

Berita Terbaru

Wali Kota Alfin saat menyampaikan Raperda Perubahan APBD 2026.

SUNGAI PENUH

Alfin Sampaikan Perubahan APBD 2026 Sesuai Kebutuhan Daerah

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Rupiah Melemah, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga Fed

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:00 WIB

Petugas Polres Kerinci bersama warga memadamkan karhutla di Desa Semerap.

KERINCI

Sinergi Polres Kerinci dan Warga Padamkan Karhutla Semerap

Rabu, 16 Sep 2026 - 13:00 WIB

Sri Kartini Alfin menghadiri pembelajaran Sekolah Lansia Tangguh di Sungai Penuh.  (15/9/2026)

SUNGAI PENUH

Sri Kartini Alfin Ajak Lansia Hidup Sehat Produktif

Rabu, 16 Sep 2026 - 12:00 WIB

Harga emas Antam menguat Rp1.000 menjadi Rp2.593.000 per gram pada Rabu, 16 September 2026.(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp1.000

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:00 WIB