Sungai Penuh, iNBrita.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Sungai Penuh sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), Ny. Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns., menghadiri pembelajaran Sekolah Lansia Tangguh Juara Perdana di Kota Sungai Penuh, Selasa siang (15/9/2026).
Kegiatan bertema “Lansia Tangguh, Keluarga Bahagia untuk Kota Sungai Penuh Juara” itu mempertemukan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Sungai Penuh Winda Alpian, TP PKK Kota Sungai Penuh, peserta Sekolah Lansia Tangguh Tanggo Baru, para lansia dari tiga kecamatan, serta Yayasan Abulyatama Indonesia.
Sekolah Lansia Jadi Ruang Belajar dan Bersosialisasi
Dalam arahannya, Sri Kartini Alfin menjelaskan bahwa Sekolah Lansia Tangguh menjadi program pendidikan nonformal sepanjang hayat yang mendorong para lanjut usia meningkatkan kualitas hidup.
Program tersebut mendorong lansia menjaga kesehatan, membangun kemandirian, tetap aktif, mengembangkan produktivitas, dan menjalani masa tua secara bermartabat.
“Program ini tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga mengembangkan dimensi spiritual, intelektual, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional, profesional, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Sri Kartini.
Menurut Sri Kartini Alfin , berbagai dimensi tersebut membantu lansia mempertahankan peran di tengah keluarga dan masyarakat. Pengalaman serta pengetahuan yang mereka miliki juga dapat mendukung berbagai kegiatan sosial dan pembangunan sesuai kemampuan masing-masing.
PKK Perkuat Pemberdayaan Lansia
Sri Kartini menegaskan bahwa Sekolah Lansia Tangguh berjalan seiring dengan gerakan PKK dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Ia menjelaskan bahwa sekolah lansia tidak hanya menghadirkan kegiatan pembelajaran. Program tersebut juga membuka ruang bagi para lansia untuk berinteraksi, bertukar pengalaman, membangun hubungan sosial, dan menghadapi berbagai persoalan psikologis maupun sosial.
“Banyak lansia yang merasa kesepian karena tinggal jauh dari anak maupun keluarganya. Melalui Sekolah Lansia ini, mereka bisa berkumpul, belajar, berbagi cerita, dan memperluas pergaulan sehingga tetap merasa bahagia dan dihargai,” katanya.
Terintegrasi dengan Pelayanan Posyandu Lansia
Pada bidang kesehatan, Sekolah Lansia Tangguh juga mengintegrasikan kegiatan dengan pelayanan Posyandu Lansia. Melalui layanan tersebut, para peserta mempelajari pola hidup sehat, menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta mengikuti pembinaan untuk mempertahankan kemandirian.
Sri Kartini menilai kurikulum Sekolah Lansia Tangguh turut membantu pemerintah desa menyusun program pemberdayaan lansia. Para lansia juga dapat menyumbangkan pengalaman dan kemampuan mereka untuk mendukung pembangunan di lingkungan masing-masing.
Pemkot Sediakan Rumah Singgah Lansia Juara
Untuk memperkuat pelayanan bagi masyarakat lanjut usia, Pemerintah Kota Sungai Penuh menyediakan Rumah Singgah Lansia Juara. Pemerintah menyediakan fasilitas tersebut sebagai ruang bagi lansia untuk melakukan berbagai aktivitas, berinteraksi, dan mengikuti pembelajaran.
Sri Kartini menyebut Pemerintah Kota Sungai Penuh kini membuka Sekolah Lansia di delapan kecamatan. Program tersebut memperluas kesempatan bagi para lansia untuk memperoleh pembinaan melalui tujuh dimensi lansia tangguh.
“Dengan adanya Sekolah Lansia di seluruh kecamatan, kami ingin para lansia menjalani masa tua dengan sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Kami juga ingin mereka terus mengambil peran dalam keluarga dan masyarakat untuk mewujudkan Kota Sungai Penuh Juara,” tutupnya.
(eny)









