Jakarta, iNBrita.com — Bangunan bekas penjara di Jepang kini bertransformasi menjadi hotel unik. Melalui perubahan ini, pengelola tetap mempertahankan arsitektur bersejarah sambil menghadirkan fungsi baru yang modern. Dengan demikian, bangunan tersebut tidak kehilangan identitas masa lalunya.
Bangunan ini berlokasi di Nara, Prefektur Nara, Jepang. Sebelumnya, masyarakat mengenalnya sebagai Lembaga Pemasyarakatan Nara. Pemerintah Jepang membangun penjara tersebut pada era Meiji sekitar tahun 1908. Pada saat itu, bangunan ini menjadi bagian penting dari sistem peradilan modern Jepang.
Seiring berjalannya waktu, lebih dari satu abad kemudian, bangunan bersejarah ini pun beralih fungsi. Kini, pengelola mengubahnya menjadi akomodasi eksklusif yang dijadwalkan resmi dibuka pada 25 Juni 2026.
Berdasarkan laporan Daily Mail, Sabtu (24/1/2026), Penjara Nara menampilkan bangunan bata merah ikonik dengan gaya arsitektur khas era Meiji. Dalam proses revitalisasi, pengembang menata ulang struktur bangunan secara cermat. Namun demikian, mereka tetap menjaga karakter asli yang melekat sejak awal pembangunannya.
Selain itu, nilai sejarah bangunan ini semakin kuat setelah pemerintah Jepang menetapkannya sebagai warisan budaya penting nasional pada tahun 2017. Oleh karena itu, status tersebut menjadi dasar utama bagi pengembang untuk mempertahankan elemen arsitektur asli. Pada saat yang sama, mereka menghidupkan kembali fungsi bangunan melalui pendekatan desain yang lebih modern.
Alih-alih menghapus jejak masa lalu, desain hotel justru menonjolkan nilai sejarah. Untuk itu, arsitek ternama Jepang, Keijiro Yamashita, merancang bangunan ini dengan pendekatan yang sensitif dan terukur. Melalui desain tersebut, ia ingin menghadirkan suasana tenang tanpa menghilangkan cerita sejarah yang tersimpan di dalamnya.
Hotel dan Museum dalam Satu Kawasan
Tak hanya itu, bangunan bekas Penjara Nara kini menghadirkan dua fungsi sekaligus. Di satu sisi, kawasan ini beroperasi sebagai hotel mewah. Di sisi lain, kawasan tersebut juga menjadi museum sejarah yang terbuka untuk publik.
Hotel bernama Hoshinoya Nara mengusung konsep tempat peristirahatan yang tenang dan autentik. Meski begitu, pengelola tetap menyesuaikan fasilitas dan desain interior dengan kebutuhan serta selera modern.
Selanjutnya, hotel ini menyediakan 48 suite mewah dengan fasilitas kelas dunia. Yang menarik, setiap unit suite berasal dari penggabungan sembilan hingga sebelas sel penjara tunggal.
Agar tetap nyaman, desainer membagi ruang kamar secara jelas. Dengan pembagian ini, setiap suite memiliki area tidur, ruang bersantai, dan ruang makan. Hasilnya, pengalaman menginap terasa unik sekaligus fungsional.
Sementara itu, detail interior dan struktur bangunan menjadi daya tarik utama. Pengelola memadukan susunan bata manual berusia lebih dari 100 tahun dengan penyangga baja modern. Melalui perpaduan ini, bangunan tetap kokoh sekaligus menghadirkan suasana tenang dan reflektif.
Pada akhirnya, konsep tersebut sejalan dengan tujuan utama proyek. Yaitu, mengubah ruang yang dahulu identik dengan keterkungkungan menjadi tempat yang menghadirkan ketenangan dan perenungan.
Di samping hotel, kawasan ini juga menghadirkan Nara Prison Museum. Museum tersebut berfungsi sebagai fasilitas publik yang menampilkan sejarah serta warisan arsitektur bangunan. Sebagai tambahan informasi, pengelola menjadwalkan pembukaan museum lebih awal, yakni pada 27 April 2026.
Secara keseluruhan, proyek ini bertujuan melestarikan nilai sejarah dan mewariskannya kepada generasi mendatang. Keijiro Yamashita merancang seluruh kompleks dengan pendekatan yang menyatukan arsitektur bersejarah dan fungsi modern.
Bagi wisatawan, pemesanan kamar di hotel ini sudah dibuka sejak 20 Januari 2026. Dengan begitu, traveler dapat merencanakan pengalaman menginap yang berbeda dari biasanya.
Jadi, tertarik merasakan sensasi menginap di kamar bekas sel penjara yang kini berubah menjadi hotel mewah.
(Tim*)









