Iran Kurangi Pengayaan Uranium Jika AS Cabut Sanksi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pekerja beraktivitas di fasilitas pengayaan uranium Iran di tengah sorotan internasional terkait program nuklir Teheran.

Sejumlah pekerja beraktivitas di fasilitas pengayaan uranium Iran di tengah sorotan internasional terkait program nuklir Teheran.

0Jakarta, iNBrita.com — Iran menyatakan akan mempertimbangkan pengurangan pengayaan uranium jika Amerika Serikat mencabut seluruh sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, menegaskan pemerintah Iran bersedia menurunkan tingkat pengayaan uranium apabila AS memberikan imbalan berupa pencabutan semua sanksi. Eslami menyampaikan pernyataan itu pada Senin (9/2), seperti dikutip Reuters.

Pembicaraan Nuklir AS–Iran di Oman

Eslami menyampaikan sikap tersebut setelah Iran dan Amerika Serikat menggelar pembicaraan mengenai program nuklir Teheran di Oman pada Jumat (6/2). Kedua negara berencana melanjutkan dialog ke putaran kedua.

Hingga kini, Iran dan AS belum mengumumkan jadwal maupun lokasi putaran kedua perundingan nuklir.

Tekanan Militer Amerika Serikat

Amerika Serikat sebelumnya mendesak Iran kembali ke meja perundingan dengan ancaman serangan militer. AS juga menempatkan armada perang di sekitar wilayah Iran untuk meningkatkan tekanan.

Dalam tuntutannya, AS meminta Iran menghentikan pengembangan program nuklir.

Persediaan Uranium Iran Jadi Sorotan

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mencatat Iran menyimpan lebih dari 440 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen. Tingkat ini mendekati ambang senjata nuklir yang mencapai 90 persen.

Eslami menegaskan pihaknya tidak membahas pengiriman uranium Iran ke luar negeri dalam negosiasi dengan AS. Padahal, AS sebelumnya meminta Iran mengirim persediaan uranium tersebut ke negara lain.

Kunjungan Utusan Khamenei ke Oman

Kantor berita Tasnim melaporkan penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Ali Larijani, akan mengunjungi Oman pada Selasa (10/2). Larijani akan membahas situasi kawasan dan kerja sama bilateral.

Riwayat Negosiasi Nuklir yang Gagal

Pada tahun lalu, Iran dan AS telah menggelar lima putaran pembicaraan nuklir. Namun, seluruh proses negosiasi tersebut gagal akibat perbedaan pandangan terkait pengayaan uranium di Iran.

Serangan AS dan Tuduhan Israel

Pada Juni 2025, Amerika Serikat menyerang sejumlah fasilitas nuklir Iran setelah mendapat dorongan dari Israel. Setelah serangan itu, Iran mengklaim telah menghentikan aktivitas pengayaan uranium.

Namun, Israel menuduh Iran masih berupaya melanjutkan pengembangan nuklir. Iran sejak awal menegaskan bahwa seluruh program nuklirnya hanya bertujuan damai.

Demonstrasi Berdarah dan Pengerahan Militer AS

Sejak Januari, Amerika Serikat mengerahkan kapal perang dan jet tempur di sekitar Iran dengan alasan membantu rakyat Iran. Aksi ini berlangsung di tengah gelombang demonstrasi besar dan berdarah di Iran sejak 28 Desember yang menewaskan ribuan orang.

Presiden AS Donald Trump kemudian mengalihkan alasan pengerahan militer tersebut dengan menyoroti program nuklir Iran. Trump juga sempat menuntut Iran menghentikan pengembangan rudal balistik. Iran menolak tuntutan itu dan meminta AS tetap fokus pada isu nuklir.

(Tim*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau
Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat
Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker
Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan
Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika
Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil
Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 11:00 WIB

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Rumah Hijau Nepal Bertahan di Tengah Banjir Dahsyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Chelsea Berpeluang Dapat Rp 2,7 Triliun dari Penjualan Striker

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika

Berita Terbaru

Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, menjadi fasilitas produksi kendaraan BYD untuk pasar Indonesia.(Foto : Arief A/Liputan6.com)

Teknologi

Harga Mobil BYD Setelah Produksi Lokal, Apakah Turun?

Minggu, 6 Sep 2026 - 19:00 WIB

Hengdian World Studio menghadirkan pengalaman bagi wisatawan untuk membuat dan membintangi drama pendek sendiri.(Foto : Ilustrasi Papan Slate Film (Pixabay)

Travel

Hengdian Tawarkan Wisata Bikin Drama Pendek Sendiri

Minggu, 6 Sep 2026 - 18:00 WIB

Harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.640.000 per gram.(Foto : ANTARA/GALIH PRADIPTA)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Daftar Lengkap

Minggu, 6 Sep 2026 - 14:00 WIB

Cadangan emas menjadi bagian penting dalam strategi bank sentral menghadapi inflasi dan risiko geopolitik.(Foto : Ilustrasi emas. (Freepik)

Ekonomi

Bank Sentral Borong Emas, Harga dan Investasi Jadi Sorotan

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:00 WIB

Bunda Literasi Sri Kartini Alfin mendampingi murid SD dalam kegiatan literasi di perpustakaan.

SUNGAI PENUH

Bunda Literasi Sri Kartini Ajak Anak Gemar Membaca

Sabtu, 5 Sep 2026 - 10:00 WIB