Teheran, iNBrita.com — Konflik antara Iran dan Amerika Serikat terus memanas. Terbaru, Iran mengancam akan menargetkan pangkalan militer, fasilitas, dan berbagai aset milik Amerika Serikat jika Washington melancarkan serangan militer.
Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, menyampaikan ancaman tersebut melalui surat kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, serta Presiden Dewan Keamanan.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengerahkan kapal perang, jet tempur, dan berbagai peralatan militer ke kawasan Timur Tengah. Ia melakukan langkah itu untuk mencegah Iran memproduksi bom nuklir—tuduhan yang terus dibantah oleh Teheran.
Dalam surat tersebut, Iravani mengutip unggahan media sosial Trump pada Rabu lalu. Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat mungkin akan menggunakan pangkalan militer Inggris, termasuk pangkalan di sebuah pulau di Samudra Hindia, jika Iran menolak membuat kesepakatan.
Iravani menilai pernyataan Trump yang agresif meningkatkan risiko terjadinya agresi militer. Ia memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat membawa malapetaka bagi kawasan dan mengancam perdamaian serta keamanan internasional.
Ia juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk memastikan bahwa Amerika Serikat segera menghentikan ancaman penggunaan kekuatan yang melanggar hukum.
Iran, lanjut Iravani, tetap berkomitmen mencari solusi diplomatik. Teheran siap mengatasi ambiguitas terkait program nuklir damainya berdasarkan prinsip timbal balik.
Namun, Iravani menegaskan bahwa Iran akan merespons setiap agresi militer. Ia menyatakan bahwa Iran akan menganggap semua pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di kawasan sebagai target sah dalam konteks pertahanan diri.
Trump sebelumnya berulang kali mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Iran, dengan menyinggung penanganan demonstran anti-pemerintah serta program nuklir negara tersebut.
Pada Kamis (19/2), Trump memberi Iran waktu maksimal 15 hari untuk mencapai kesepakatan. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat akan melancarkan serangan jika Iran gagal memenuhi tenggat tersebut.
(Tim*)














