Home / Internasional

Selasa, 2 Desember 2025 - 16:00 WIB

Hong Kong Selidiki Kebakaran Apartemen Wang Fuk Court

Pemimpin eksekutif Hong Kong, John Lee, menggelar konferensi pers pada Selasa (2/12) untuk membahas penyelidikan kebakaran apartemen yang mematikan (AP Photo/Ng Han Guan)

Pemimpin eksekutif Hong Kong, John Lee, menggelar konferensi pers pada Selasa (2/12) untuk membahas penyelidikan kebakaran apartemen yang mematikan (AP Photo/Ng Han Guan)

HONG KONG , iNBrita.com  – Pemerintah Hong Kong membentuk komite independen untuk menyelidiki penyebab terjadinya  kebakaran hebat di kompleks apartemen Wang Fuk Court yang menewaskan sedikitnya 151 orang. Pemimpin Eksekutif John Lee mengumumkan langkah ini pada Selasa (2/12/2025). Komite itu akan menelusuri apa yang menjadi  penyebab kebakaran dan mengevaluasi pengawasan renovasi yang diduga mempercepat penyebaran api.

Kepolisian Hong Kong telah  menangkap 13 orang atas dugaan pembunuhan terkait kebakaran. Badan anti-korupsi menahan 12 orang karena diduga ikut terlibat dalam praktik korupsi yang memengaruhi keselamatan gedung.

Penyelidik mengungkap bahwa kontraktor menggunakan jaring plastik dan busa insulasi yang tidak memenuhi standar keselamatan. Api menyebar cepat dari gedung ke gedung akibat material mudah terbakar tersebut.

Baca juga :   PBB Adopsi Resolusi Dorong Perdamaian Palestina Dua Negara

“Demi mencegah tragedi serupa, saya menunjuk seorang hakim untuk memimpin komite yang menyelidiki penyebab dan penyebaran kebakaran serta isu-isu terkait,” ujar Lee dalam konferensi pers.

Tim penyelidik menelusuri lima dari tujuh gedung yang terbakar. Mereka menemukan jenazah penghuni di tangga darurat dan atap, yang terjebak saat mencoba melarikan diri. Tim masih mencari sekitar 30 orang yang hilang. Pencarian di gedung yang tersisa kemungkinan memakan waktu berminggu-minggu karena kerusakan parah.

Sebelum kebakaran, penghuni memperingatkan pihak berwenang tentang risiko kebakaran akibat renovasi. Namun, Departemen Tenaga Kerja menilai risiko mereka “relatif rendah” pada 2024.

Baca juga :   KJRI Percepat Pemulangan WNI Korban Kebakaran Hong Kong

Penghuni juga melaporkan bahwa jaring hijau di perancah gedung mudah terbakar. Tim penyelidik melakukan uji coba terhadap jaring tersebut dan menemukan bahwa material gagal memenuhi standar tahan api.

Eric Chan, Sekretaris Utama Hong Kong, menyatakan kontraktor memasang material tidak sesuai standar di area sulit dijangkau sehingga inspeksi tidak mendeteksi masalah. Selain itu, busa insulasi memperparah penyebaran api, dan alarm kebakaran di kompleks tidak berfungsi.

Komite investigasi akan bekerja untuk menemukan akar penyebab kebakaran dan mengeluarkan rekomendasi agar tragedi serupa tidak terjadi lagi. Pemerintah Hong Kong berkomitmen akan  meningkatkan keselamatan gedung dan melindungi warganya dari risiko kebakaran di masa depan.

(ES*)

Berita ini 8 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pembalap Formula 1 melaju kencang di Sirkuit Yas Marina selama GP Abu Dhabi 2025

Internasional

Formula 1 Abu Dhabi Tentukan Juara Dunia 2025
Foto sekelompok kurma berwarna cokelat keemasan yang terlihat matang, tersusun berdekatan dalam wadah.

Internasional

Dugaan Label Palsu Kurma Israel Picu Perhatian Konsumen
Pemain MU merayakan kemenangan beruntun keempat.

Internasional

MU Raih Empat Kemenangan Beruntun Sejak 2024

Internasional

Memuncak ! India Tembakkan Rudal ke 3 Pangkalan Udara Pakistan
Ilustrasi bendera Jepang berlatar informasi gempa bumi di Jepang barat

Internasional

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Jepang Barat
Warga berjalan di tengah banjir yang merendam jalanan hingga setinggi pinggang di sebuah kawasan permukiman.

Internasional

Banjir Sri Lanka Tewaskan Ratusan dan Mengungsikan Ribuan
Marc Guehi mengenakan jersey Manchester City setelah resmi meninggalkan Crystal Palace

Internasional

Glasner Kecewa, Marc Guehi Resmi ke Man City
Pejabat Iran memberikan pernyataan pers terkait kecaman terhadap Israel atas pembunuhan komandan Hizbullah di Beirut.

Internasional

Iran Kecam Israel atas Pembunuhan Komandan Hizbullah