Hong Kong Selidiki Kebakaran Apartemen Wang Fuk Court

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemimpin eksekutif Hong Kong, John Lee, menggelar konferensi pers pada Selasa (2/12) untuk membahas penyelidikan kebakaran apartemen yang mematikan (AP Photo/Ng Han Guan)

Pemimpin eksekutif Hong Kong, John Lee, menggelar konferensi pers pada Selasa (2/12) untuk membahas penyelidikan kebakaran apartemen yang mematikan (AP Photo/Ng Han Guan)

HONG KONG , iNBrita.com  – Pemerintah Hong Kong membentuk komite independen untuk menyelidiki penyebab terjadinya  kebakaran hebat di kompleks apartemen Wang Fuk Court yang menewaskan sedikitnya 151 orang. Pemimpin Eksekutif John Lee mengumumkan langkah ini pada Selasa (2/12/2025). Komite itu akan menelusuri apa yang menjadi  penyebab kebakaran dan mengevaluasi pengawasan renovasi yang diduga mempercepat penyebaran api.

Kepolisian Hong Kong telah  menangkap 13 orang atas dugaan pembunuhan terkait kebakaran. Badan anti-korupsi menahan 12 orang karena diduga ikut terlibat dalam praktik korupsi yang memengaruhi keselamatan gedung.

Penyelidik mengungkap bahwa kontraktor menggunakan jaring plastik dan busa insulasi yang tidak memenuhi standar keselamatan. Api menyebar cepat dari gedung ke gedung akibat material mudah terbakar tersebut.

Baca Juga :  Senne Lammens Bersinar, Calon Kiper Terbaik Dunia

“Demi mencegah tragedi serupa, saya menunjuk seorang hakim untuk memimpin komite yang menyelidiki penyebab dan penyebaran kebakaran serta isu-isu terkait,” ujar Lee dalam konferensi pers.

Tim penyelidik menelusuri lima dari tujuh gedung yang terbakar. Mereka menemukan jenazah penghuni di tangga darurat dan atap, yang terjebak saat mencoba melarikan diri. Tim masih mencari sekitar 30 orang yang hilang. Pencarian di gedung yang tersisa kemungkinan memakan waktu berminggu-minggu karena kerusakan parah.

Sebelum kebakaran, penghuni memperingatkan pihak berwenang tentang risiko kebakaran akibat renovasi. Namun, Departemen Tenaga Kerja menilai risiko mereka “relatif rendah” pada 2024.

Baca Juga :  Jakarta Geser Tokyo Jadi Metropolitan Terpadat Dunia

Penghuni juga melaporkan bahwa jaring hijau di perancah gedung mudah terbakar. Tim penyelidik melakukan uji coba terhadap jaring tersebut dan menemukan bahwa material gagal memenuhi standar tahan api.

Eric Chan, Sekretaris Utama Hong Kong, menyatakan kontraktor memasang material tidak sesuai standar di area sulit dijangkau sehingga inspeksi tidak mendeteksi masalah. Selain itu, busa insulasi memperparah penyebaran api, dan alarm kebakaran di kompleks tidak berfungsi.

Komite investigasi akan bekerja untuk menemukan akar penyebab kebakaran dan mengeluarkan rekomendasi agar tragedi serupa tidak terjadi lagi. Pemerintah Hong Kong berkomitmen akan  meningkatkan keselamatan gedung dan melindungi warganya dari risiko kebakaran di masa depan.

(ES*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

United Airlines Kembali ke Newark Karena Ancaman Keamanan
Kerinci Sukses Gelar Event Motocross Asia 2026
NASA Konfirmasi Meteor Meledak di Langit Amerika Serikat
Harga Minyak Dunia Turun Usai AS-Iran Sepakati Gencatan Senjata
Prabowo Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia Prancis
Kerbau Albino Viral di Bangladesh Batal Jadi Kurban
Tambang Emas Angola Runtuh, 28 Penambang Tewas
Maarten Paes Bawa Ajax Amsterdam Lolos Liga Eropa
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 14:00 WIB

United Airlines Kembali ke Newark Karena Ancaman Keamanan

Senin, 1 Juni 2026 - 05:00 WIB

Kerinci Sukses Gelar Event Motocross Asia 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 01:00 WIB

NASA Konfirmasi Meteor Meledak di Langit Amerika Serikat

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:00 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Usai AS-Iran Sepakati Gencatan Senjata

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:00 WIB

Prabowo Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia Prancis

Berita Terbaru

Ilustrasi Lupus Nefritis(Shutterstock/Mamat Suryadi)

Kesehatan

Waspada Lupus Penyakit Seribu Wajah yang Mematikan

Senin, 1 Jun 2026 - 21:00 WIB

Penampakan Honda Super One EV saat menjalani uji jalan di Indonesia sebelum peluncuran resmi.(Foto: Septian Farhan/detikcom)

Teknologi

Honda Super One EV Sudah Bisa Dipesan

Senin, 1 Jun 2026 - 20:00 WIB

Proses pengiriman barang dari pemasok ke perusahaan dalam sistem supply chain.( Foto : Pengadaian.co.id)

Pendidikan

Mengenal Pemasok Supplier Peran Penting dalam Bisnis

Senin, 1 Jun 2026 - 19:00 WIB

Rumor iPhone Ultra, iPhone lipat pertama.(iphonesoft)

Teknologi

iPhone Ultra Lipat Punya Fitur Super Mewah

Senin, 1 Jun 2026 - 18:00 WIB

Ilustrasi Emas. (Pexels.com/Michael Steinberg)

Ekonomi

Harga Emas Antam Tak Bergerak, Peluang Investasi Menguat

Senin, 1 Jun 2026 - 17:00 WIB