Home / Pendidikan

Jumat, 24 April 2026 - 16:06 WIB

Virtual Assistant Jadi Tren Kerja Baru Penghasil Cuan

Foto: Ilustrasi layanan Virtual Assistant. (Dokumentasi BRI)

Foto: Ilustrasi layanan Virtual Assistant. (Dokumentasi BRI)

Jakarta, iNBrita.com – Profesi virtual assistant (VA) kini semakin populer sebagai pilihan kerja fleksibel di era digital. Banyak orang mulai melirik pekerjaan ini, baik sebagai sumber penghasilan utama maupun tambahan, karena peluang cuannya cukup menjanjikan.

Seiring tren kerja remote yang terus berkembang, perusahaan semakin aktif mencari tenaga kerja jarak jauh. Kondisi ini mendorong permintaan jasa VA terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Data World Metrics menunjukkan pasar global virtual assistant akan mencapai US$44,25 miliar pada 2027, dengan pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 20,3%. Selain itu, laporan Insidea mencatat permintaan VA meningkat hingga 35% sepanjang 2024, yang menegaskan tingginya minat terhadap kerja fleksibel.

Saat ini, sekitar 40 juta orang di seluruh dunia berprofesi sebagai virtual assistant. Kawasan Asia, Amerika Latin, dan Eropa Timur menyumbang jumlah terbesar, sekaligus menawarkan daya saing tinggi dari sisi biaya.

Baca juga :   Dulu Dihina, Kini Alfin Berhasil Angkat Citra RSUD MHAT

Modal Mulai Jadi Virtual Assistant

Untuk memulai karier sebagai VA, calon pekerja hanya membutuhkan modal yang relatif terjangkau. Namun, mereka tetap harus menyesuaikan biaya dengan jenis pelatihan yang dipilih.

Sebagai contoh, Umi mulai menekuni profesi ini sejak Februari 2025. Ia mengikuti kursus online dengan biaya sekitar Rp2,7 juta untuk mempelajari dasar kerja remote, penggunaan tools, serta layanan VA yang paling diminati pasar.

Menurut Umi, pelatihan tersebut membantunya memahami cara berkomunikasi dengan klien internasional. Selain itu, ia juga berhasil menentukan niche yang berpotensi menghasilkan.

Di sisi lain, penyedia pelatihan juga menawarkan program yang lebih lengkap. Salah satunya adalah “Premium VA Training Program” dengan biaya sekitar SGD 885 atau setara Rp11 juta. Program ini membekali peserta dengan keterampilan dasar hingga strategi mendapatkan klien global.

Baca juga :   Formula 1 Abu Dhabi Tentukan Juara Dunia 2025

Potensi Penghasilan

Pendapatan virtual assistant sangat bergantung pada lokasi dan tingkat keahlian. Data MyOutDesk dan Truelist menunjukkan bahwa VA di Amerika Serikat mampu menghasilkan rata-rata US$50.749 per tahun. Bahkan, mereka yang memiliki keahlian khusus bisa memperoleh hingga US$70.000.

Sementara itu, VA dari Asia biasanya menetapkan tarif mulai dari US$5 per jam. Meskipun lebih rendah, tarif ini justru meningkatkan daya saing mereka, sehingga banyak klien global memilih tenaga kerja dari kawasan ini.

(eny)

Berita ini 2 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pasangan pengantin muslim tersenyum bahagia setelah melangsungkan akad nikah, melambangkan kesetaraan dan keharmonisan dalam pernikahan Islam.

Pendidikan

Kafa’ah Menjadi Dasar Keserasian dalam Pernikahan

Daerah

Rembuk Tani Sekolah Lapangan Penerapan Pengembangan Tekhnologi Pertanian di Kota Sungai Penuh

Nasional

IAIN Kerinci Diberikan Peluang Tiga Beasiswa Full Tahun 2023
IAI edukasi remaja mengenai bahaya penyalahgunaan obat di sekolah.

Pendidikan

World Pharmacist Day, IAI Edukasi Siswa SMANSA Sungai Penuh
Ilustrasi mahasiswa belajar di kampus untuk pendaftaran UM PTKIN 2026

Pendidikan

Pendaftaran UM PTKIN 2026 Dibuka, Simak Jadwal Lengkap
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci

Pendidikan

IAIN Kerinci Raih Penghargaan Nasional UM-PTKIN 2025

Pendidikan

Hari Penting yang Diperingati Setiap 2 Mei, Sudah Tahukah?
E. Wiryadi, ASN Bappeda Kota Sungai Penuh, mengikuti pelatihan internasional pengentasan kemiskinan di Beijing dan Yunnan, Tiongkok.

Pendidikan

ASN Sungai Penuh Pelajari Strategi Tiongkok Atasi Kemiskinan