Home / Pendidikan

Rabu, 5 November 2025 - 16:58 WIB

ASN Sungai Penuh Pelajari Strategi Tiongkok Atasi Kemiskinan

E. Wiryadi, ASN Bappeda Kota Sungai Penuh, saat mengikuti pelatihan pengentasan kemiskinan di Tiongkok.

E. Wiryadi, ASN Bappeda Kota Sungai Penuh, saat mengikuti pelatihan pengentasan kemiskinan di Tiongkok.

Jambi, iNBrita.com — E. Wiryadi, aparatur sipil negara dari Bappeda Kota Sungai Penuh, menimba pengalaman berharga di Tiongkok.

Ia berhasil mengikuti program pelatihan internasional berjudul “Seminar on Rural Development and Poverty Reduction for Officials from Developing Countries.” Program tersebut berlangsung pada 14–27 Oktober 2025 di Beijing dan Provinsi Yunnan.

International Poverty Reduction Center in China (IPRCC) telah  bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan Tiongkok (MOFCOM)  dalam menyelenggarakan kegiatan ini.

Pemerintah Tiongkok  bahkan menanggung penuh seluruh biaya pelatihan yang diikuti peserta dari lebih dari sepuluh negara berkembang di Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin.

Selama mengikuti pelatihan, Wiryadi menunjukkan semangat belajar yang tinggi. Ia mencatat banyak hal yang bisa diterapkan di daerah asalnya Kota Sungai Penuh.

Menurutnya, Tiongkok berhasil mengatasi kemiskinan karena menerapkan sistem yang berbasis data, melibatkan banyak pihak, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Selama dalam masa pelatihan, Wiryadi belajar langsung dari para ahli pembangunan di IPRCC, Kementerian Pertanian Tiongkok, UNDP, dan World Bank.

Ia mempelajari berbagai kebijakan seperti Targeted Poverty Alleviation, Industrial Village Development, Employment-First Policy, dan Health Poverty Alleviation.

Kemudian, setelah menyelesaikan sesi teori di Beijing, Wiryadi meninjau langsung ke lapangan di Pu’er, Lancang, dan Menglian, Provinsi Yunnan. Di daerah-daerah tersebut, ia menyaksikan bagaimana kebijakan berjalan nyata di tingkat desa.

“Di Lancang, masyarakat mengembangkan teh dan kopi dengan sistem kemitraan. Pemerintah menyiapkan infrastruktur, koperasi mengatur produksi, dan perusahaan membantu pemasaran. Semua pihak terlibat dan saling melengkapi,” ujarnya. (5/10)

Selain itu, ia melihat perubahan besar dalam cara masyarakat bekerja. Kini warga tidak lagi menunggu bantuan, tetapi berinisiatif mengelola potensi lokal mereka sendiri. Akibatnya, ekonomi desa tumbuh dan taraf hidup meningkat.

Baca juga :   Fery Ariasandi,SE : Terkait Material Sungai Batang Bungkal Semua Harus Sesuai Aturan..!

Dari pengalaman tersebut, Wiryadi menyimpulkan empat pelajaran penting yang bisa diterapkan di daerah seperti Sungai Penuh.

1. Six Precisions
Pemerintah Tiongkok membangun sistem data yang sangat rinci untuk menentukan siapa yang miskin, apa penyebabnya, dan bagaimana cara membantu mereka. Dengan data yang akurat, mereka menyalurkan bantuan tepat sasaran dan menghentikannya saat keluarga sudah mandiri. Oleh karena itu, kebijakan mereka menjadi efisien dan transparan.

2. Industrial Village Model
Setiap desa mengembangkan satu komoditas unggulan yang menjadi sumber ekonomi bersama. Pemerintah menyediakan dukungan infrastruktur, sementara koperasi dan sektor swasta mengatur produksi serta pemasaran. Selain meningkatkan pendapatan, model ini juga memperkuat identitas ekonomi desa.

3. Employment First Policy
Pemerintah menempatkan penciptaan lapangan kerja sebagai prioritas utama. Sekolah vokasi menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri sehingga lulusan langsung terserap kerja. “Satu anggota keluarga yang bekerja bisa memperbaiki ekonomi keluarga. Prinsip sederhana ini memberi dampak besar,” ujar Wiryadi.

4. Health Poverty Alleviation
Pemerintah memperluas layanan kesehatan agar semua warga mendapat perlindungan. Klinik di desa menggunakan sistem digital dan terhubung dengan rumah sakit di kota. Dengan sistem tersebut, masyarakat tidak lagi kehilangan penghasilan karena biaya pengobatan yang mahal.

Sepulang dari Tiongkok, Wiryadi menyusun beberapa gagasan yang bisa ia kembangkan di Sungai Penuh. Ia ingin membangun sistem data keluarga rentan berbasis desa, memperkuat pendidikan vokasi, serta mengembangkan klaster industri lokal untuk komoditas unggulan seperti kopi, kayu manis, dan madu.

Baca juga :   STIE SAK dan Pemkot Tandatangani MoU Pengembangan SDM

Selain itu, ia berencana mendorong percepatan digitalisasi layanan publik di bidang kesehatan dan administrasi desa. Ia menilai langkah-langkah tersebut bisa memperkuat perencanaan pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pengalaman ini memberi arah baru. Saya belajar bahwa keberhasilan selalu berawal dari data yang baik, kerja sama yang kuat, dan niat tulus untuk memberdayakan masyarakat,” ujarnya dengan nada reflektif.

Bagi Wiryadi, kesempatan belajar ke luar negeri bukan sekadar prestasi pribadi. Ia memandangnya sebagai tanggung jawab moral untuk membawa pengetahuan baru dan menerapkannya di tanah kelahiran.

“Kita tidak perlu meniru negara lain, tetapi kita bisa belajar dari praktik baik mereka. ASN harus terus belajar, beradaptasi, dan menerjemahkan ilmu menjadi kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Setelah mengikuti pelatihan di Tiongkok, Wiryadi bertekad untuk menerapkan ilmu yang ia peroleh di tanah kelahirannya  Kota Sungai penuh.

Ia tidak ingin pengalaman tersebut berhenti di tingkat wacana, tetapi ingin menjadikannya dasar nyata dalam perencanaan pembangunan di Kota Sungai Penuh.

Ia berencana memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah agar program pengentasan kemiskinan berjalan terpadu. Ia juga ingin membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal.

“Pembangunan tidak cukup dengan proyek fisik. Kita harus membangun sistem, membangun kepercayaan, dan membangun manusia,” ucapnya dengan mantap.

Menurutnya, ASN harus terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan. Dunia bergerak cepat, sehingga aparatur negara harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. “Kita tidak harus meniru negara lain, tapi kita bisa belajar dari praktik terbaik mereka.

(Eni Syamsir)

Berita ini 156 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Wawako Azhar Hamzah dan Bunda PAUD Sri Kartini Alfin meninjau MPLS di sekolah Sungai Penuh

Pendidikan

Wawako Azhar dan Bunda PAUD Sambangi MPLS Sungai Penuh

Pendidikan

Ketua STIA Nusa Eliyusnadi Teken MoU Dengan Gubernur Jambi

Pendidikan

STIE SAK dan Pemkot Tandatangani MoU Pengembangan SDM

Pendidikan

Gubernur Jambi Al Haris Serahkan 1.265 SK Pengangkatan PPPK
Penyerahan Perwako Beasiswa Sungai Penuh Juara oleh Pemerintah Kota Sungai Penuh kepada Kemenkumham Jambi.

Pendidikan

Pemkot Sungai Penuh Wujudkan Program Beasiswa Pendidikan
Walikota Alfin serahkan seragam gratis kepada siswa Sungai Penuh

Pendidikan

Peduli Pendidikan, Walikota Launching Seragam Sekolah Gratis

Daerah

Perpustakaan Daerah Kota Sungai Penuh Dikritik Pedas oleh Pengunjung
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci

Pendidikan

IAIN Kerinci Raih Penghargaan Nasional UM-PTKIN 2025