Jakarta, iNBrita.com — Memilih parfum tidak hanya soal aroma, tetapi juga soal ketahanan wanginya di kulit. Banyak orang memakai Eau de Toilette (EDT) dan Eau de Parfum (EDP), namun keduanya memiliki daya tahan yang berbeda.
Josh Frost, perfumer asal Singapura sekaligus pendiri BestPerfume Store, menjelaskan bahwa kadar minyak wangi menentukan ketahanan parfum.
Ia menyebut body mist mengandung sekitar 1% minyak parfum, sehingga wanginya ringan dan cepat hilang, meski banyak anak muda tetap memakainya. Produsen membuat cologne dengan sekitar 4% minyak parfum, sama seperti EDT, sehingga keduanya tidak tahan lama.
Sebaliknya, produsen meracik EDP dengan 10% hingga 15% minyak parfum. Karena itu, EDP lebih kuat dan lebih tahan lama. Josh juga mengatakan banyak merek kini beralih ke EDP karena konsumen menginginkan wangi yang lebih awet.
Selain itu, produsen juga membuat parfum dengan konsentrasi 20% hingga 30% yang bertahan lebih lama. Mereka bahkan memproduksi ekstrak parfum dengan 30% hingga 40% minyak wangi untuk daya tahan lebih tinggi.
Di Indonesia yang beriklim panas dan lembap, EDT dan EDP sering tidak bertahan seharian. Karena itu, banyak orang memilih parfum dengan konsentrasi lebih tinggi agar wanginya tetap awet sepanjang aktivitas.
(eny)









