Jakarta, iNBrita.com — Dalam momen pernikahan, pilihan perhiasan kerap melampaui fungsi sebagai pelengkap penampilan. Tak hanya itu, Maia Estianty menunjukkan hal tersebut saat mendampingi dua putranya menuju jenjang pernikahan, sekaligus menghadirkan makna simbolis melalui batu permata yang berbeda di tiap momen penting.
Safir Biru: Ketenangan dalam Fase Persiapan
Pertama, pada prosesi siraman Al Ghazali, Maia memilih dan mengenakan safir biru. Pilihan ini menghadirkan kesan tenang dan elegan, sehingga selaras dengan suasana reflektif sebelum memasuki fase baru kehidupan. Di sisi lain, Maia juga menegaskan nilai ekonominya dengan mengenakan satu set perhiasan safir senilai sekitar Rp 9,4 miliar, yang mencakup kalung, cincin, gelang, dan anting berhias berlian.
Rubi Merah: Energi dan Cinta di Momen Puncak
Selanjutnya, saat akad nikah El Rumi, Maia beralih memilih rubi merah. Ia menampilkan batu permata ini untuk menegaskan nuansa cinta, energi, dan keberanian. Meskipun rubi dan safir berasal dari mineral yang sama, yaitu korundum, Maia tetap menjadikan rubi sebagai pusat perhatian karena warna merahnya yang kuat dan maknanya yang mendalam. Bahkan, kelangkaan rubi mendorong nilainya menjadi lebih tinggi dibanding safir.
Makna di Balik Dua Pilihan
Dengan demikian, Maia tidak sekadar mengikuti selera estetika, tetapi secara sadar membangun narasi melalui perhiasannya. Ia menghadirkan safir biru untuk merepresentasikan ketenangan dan kesiapan dalam fase persiapan. Sementara itu, ia menggunakan rubi merah untuk menandai puncak emosi dalam momen sakral.
(eny)









