UMKM Ramai Tinggalkan Shopee & TikTok Shop

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku UMKM mulai mempertimbangkan keluar dari marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop akibat kenaikan biaya logistik dan komisi.

Pelaku UMKM mulai mempertimbangkan keluar dari marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop akibat kenaikan biaya logistik dan komisi.

JAKARTA, iNBrita.com — Fenomena pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang keluar dari marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop terus berlanjut. Kenaikan biaya logistik serta potongan komisi (take rate) mendorong banyak penjual beralih ke kanal lain yang lebih menguntungkan.

Akibatnya, pelaku UMKM kini semakin selektif. Mereka aktif menghitung efisiensi biaya sekaligus mempertimbangkan margin keuntungan sebelum memilih platform penjualan.

Kemendag Tegaskan Transaksi Digital Tetap Tumbuh

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, memastikan transaksi digital nasional akan terus tumbuh. Ia menegaskan bahwa perpindahan seller tidak secara langsung menentukan laju pertumbuhan e-commerce.

Menurutnya, berbagai faktor lain justru lebih berpengaruh. Misalnya, daya beli masyarakat, inovasi platform, serta peningkatan penetrasi digital.

Pemerintah Jaga Keseimbangan Ekosistem Digital

Di sisi lain, Kemendag terus menjalin koordinasi dengan platform marketplace dan berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini dilakukan agar ekosistem digital tetap sehat, kompetitif, dan adil.

Baca Juga :  Cara Menanam Alstroemeria Agar Rajin Berbunga

Selain itu, Iqbal menekankan pentingnya transparansi serta praktik usaha yang adil. Ia juga mendorong platform untuk terus berinovasi, namun tetap memperhatikan beban yang ditanggung pelaku UMKM.

Dialog Platform dan Seller Jadi Kunci

Lebih lanjut, pemerintah mendorong dialog terbuka antara platform dan penjual. Dengan begitu, kedua pihak dapat menemukan solusi yang saling menguntungkan.

Tidak hanya itu, langkah ini juga membantu menciptakan ekosistem perdagangan digital yang lebih kondusif, terutama bagi produk lokal. Karena itu, UMKM tidak boleh bergantung pada satu platform saja.

Strategi Multichannel dan Omnichannel Makin Penting

Seiring perubahan tersebut, pelaku usaha mulai mengadopsi strategi multichannel dan omnichannel. Mereka memanfaatkan berbagai kanal digital, mulai dari media sosial, website sendiri, hingga marketplace alternatif.

Baca Juga :  Rupiah Menguat Usai BI Naikkan Suku Bunga Acuan

Dengan strategi ini, UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, mereka juga bisa mengurangi risiko ketergantungan pada satu platform.

Indonesia Tetap Jadi Raja E-Commerce Asia Tenggara

Di tengah dinamika tersebut, Indonesia tetap menunjukkan kekuatan besar di sektor digital. Laporan Momentum Works dalam Ecommerce in Southeast Asia 2026 menempatkan Indonesia sebagai pasar e-commerce terbesar di kawasan.

Bahkan, nilai transaksi kotor (GMV) Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai US$57,7 miliar atau sekitar Rp999,4 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan 2024 yang mencapai US$56,5 miliar.

Adapun Shopee masih memimpin pasar dengan pangsa 54%. Selanjutnya, TikTok Shop dan Tokopedia menyusul dengan 38%. Sementara itu, Lazada dan Blibli masing-masing mengisi sisa pangsa pasar.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cara Menabung di Bank Agar Bunganya Maksimal
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.907 Dipicu Sentimen Global
Petani Buah Naga Organik Raup Omzet Besar Ekspor
ESDM Ungkap Penyebab Harga Gas Industri Melonjak
Buyback Emas Antam Naik Rp20 Ribu Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini Melemah, Cek Nilai Tukar Bank
Rupiah Melemah ke Rp17.962 Tertekan Dolar AS Global
Pabrik Jepang Pindah ke Vietnam, Ribuan Buruh Terancam PHK
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 01:00 WIB

Cara Menabung di Bank Agar Bunganya Maksimal

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:00 WIB

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.907 Dipicu Sentimen Global

Minggu, 28 Juni 2026 - 05:00 WIB

Petani Buah Naga Organik Raup Omzet Besar Ekspor

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:00 WIB

ESDM Ungkap Penyebab Harga Gas Industri Melonjak

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:00 WIB

Buyback Emas Antam Naik Rp20 Ribu Hari Ini

Berita Terbaru

Dokumentasi kegiatan bakti sosial sunatan massal di Kota Sungai Penuh.

SUNGAI PENUH

DPRD Sungai Penuh Dukung Bakti Sosial Sunatan Massal Minker

Selasa, 7 Jul 2026 - 13:00 WIB

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa menghadiri Festival Kenduri Sko Lima Desa di Tanjung Pauh Mudik, Kerinci, Minggu (5/7/2026).

SUNGAI PENUH

Ketua DPRD Hadiri Festival Kenduri Sko Tanjung Pauh

Senin, 6 Jul 2026 - 19:00 WIB

Wako Alfin menerima gelar adat Depati Susun Negroi Tanoh Sunge Pnoh.

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Terima Gelar Adat Perkuat Pelestarian Budaya

Sabtu, 4 Jul 2026 - 16:00 WIB

Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa bersama pimpinan dan anggota DPRD menghadiri puncak Kenduri Sko Enam Luhah di Anjungan Utama Tanah Mendapo, Sungai Penuh, Sabtu (4/7/2026).

SUNGAI PENUH

Ketua DPRD Hutri Randa Hadiri Puncak Kenduri Sko Enam Luhah

Sabtu, 4 Jul 2026 - 15:00 WIB