Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.907 Dipicu Sentimen Global

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi kurs rupiah terhadap dollar AS.(ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

ilustrasi kurs rupiah terhadap dollar AS.(ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Rupiah Tertekan Sentimen Global

Jakarta, iNBrita.com  – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada penutupan perdagangan Selasa (30/6). Mata uang Garuda turun 56 poin atau 0,31 persen menjadi Rp17.907 per dolar Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, rupiah masih berada di level Rp17.851 per dolar AS.

Pelemahan tersebut dipicu kombinasi sentimen global dan domestik. Selain itu, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah serta ekspektasi kebijakan suku bunga Amerika Serikat membuat investor lebih berhati-hati.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, belum adanya kepastian mengenai kelanjutan pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat memicu kekhawatiran pelaku pasar. Kondisi itu juga meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan.

“Ketidakpastian mengenai apakah kedua pihak akan bertemu menunjukkan rapuhnya kesepakatan penghentian konflik yang sebelumnya telah memengaruhi jalur distribusi minyak dunia melalui Selat Hormuz,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis, Selasa.

Sebelumnya, pasar berharap Qatar menjadi lokasi perundingan lanjutan antara Washington dan Teheran. Namun, harapan itu memudar setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan tidak ada agenda perundingan dengan Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Aksi Damai Mahasiswa di Mapolres Kerinci Tertib Damai

Pasar Menunggu Data Amerika Serikat

Di sisi lain, investor juga mencermati arah kebijakan bank sentral AS. Bahkan, sejumlah pejabat Federal Reserve masih mempertahankan sikap hawkish. Karena itu, pelaku pasar semakin yakin peluang kenaikan suku bunga acuan masih terbuka pada tahun ini.

Selanjutnya, investor akan mencermati laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat, terutama data Nonfarm Payrolls (NFP) yang dijadwalkan terbit pada Kamis.

Mayoritas analis memperkirakan ekonomi Amerika Serikat mampu menciptakan sekitar 114 ribu lapangan kerja baru. Sementara itu, tingkat pengangguran diperkirakan tetap berada di level 4,3 persen.

Jika data ketenagakerjaan lebih kuat dari perkiraan, dolar AS berpeluang menguat. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed.

Baca Juga :  Konsumsi Ritel Indonesia Tumbuh Tapi Daya Beli Melemah

Neraca Perdagangan Jadi Sorotan

Selain sentimen global, investor juga menunggu publikasi data neraca perdagangan Indonesia periode Mei. Pasar menilai penyusutan surplus perdagangan dapat memperbesar tekanan terhadap transaksi berjalan apabila arus modal asing belum meningkat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus perdagangan Indonesia sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 5,64 miliar dolar AS.

Ibrahim menilai penurunan surplus perdagangan dapat mengurangi daya tahan sektor eksternal Indonesia. Kondisi tersebut juga berpotensi menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah apabila aliran modal asing belum kembali menguat.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia ikut melemah. Pada perdagangan Selasa, JISDOR berada di level Rp17.899 per dolar AS. Sebelumnya, kurs referensi itu masih tercatat sebesar Rp17.856 per dolar AS.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi
Rupiah Melemah, Cek Kurs Dolar BCA, Mandiri, BRI, BNI
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tembus Rp2,7 Juta
Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Rp 2,71 Juta
Dolar AS Hari Ini Melemah, Rupiah Kembali Menguat
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Rinciannya
OJK Ingatkan Warga Waspadai Hoaks Aplikasi Penghasil Uang
Harga Emas Antam Pegadaian Turun, Cek Rinciannya Hari Ini
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tembus Rp2,7 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Rp 2,71 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Dolar AS Hari Ini Melemah, Rupiah Kembali Menguat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Rinciannya

Berita Terbaru

Ketua DPRD Hutri Randa menghadiri Wisuda STIA-NUSA Sungai Penuh.

SUNGAI PENUH

Ketua DPRD Hutri Randa Hadiri Wisuda STIA-NUSA Sungai Penuh

Senin, 31 Agu 2026 - 17:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH, menyerahkan SK pengangkatan PNS Formasi 2024 secara simbolis

SUNGAI PENUH

195 PNS Formasi 2024 Terima SK dari Wali Kota

Senin, 31 Agu 2026 - 14:00 WIB

Bupati Kerinci Monadi melantik 579 pejabat fungsional ASN, Senin (31/8/2026). Foto Kerinci Satu.

KERINCI

Pelantikan 579 ASN Perkuat Birokrasi Kabupaten Kerinci

Senin, 31 Agu 2026 - 13:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., menyerahkan penghargaan kepada penerima prestasi di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Senin (31/8/2026).

KERINCI

Wako Alfin Bangga, Sungai Penuh Panen Prestasi Nasional

Senin, 31 Agu 2026 - 12:00 WIB

Ilustrasi deposito perbankan BUMN dan perbandingan bunga BRI, BNI, serta Bank Mandiri pada Agustus 2026.(Foto: deposito)

Ekonomi

Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi

Senin, 31 Agu 2026 - 11:00 WIB