Tips Aman Bangun Rumah di Lahan Sawah

Ahli Jelaskan Cara Mengurangi Risiko Struktur dan Pondasi di Tanah Lembek

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah di lahan bekas sawah dengan tanah lembek yang memerlukan pondasi kuat. ( Foto Pexsels)

Rumah di lahan bekas sawah dengan tanah lembek yang memerlukan pondasi kuat. ( Foto Pexsels)

Bangun Rumah di Bekas Sawah Bisa Berisiko, Ini Penjelasan Ahli

Jakarta, iNBrita.com  — Banyak orang bermimpi membangun rumah di tengah hamparan sawah. Selain itu, mereka menginginkan suasana yang tenang, udara sejuk, dan pemandangan hijau karena hal tersebut terasa lebih nyaman dibandingkan tinggal di perkotaan yang padat.

Namun demikian, para ahli meminta masyarakat mempertimbangkan kondisi tanah sebelum membangun rumah di lahan bekas sawah atau rawa. Mereka menegaskan bahwa jenis tanah ini tidak selalu aman untuk konstruksi bangunan.

Tanah Sawah Memiliki Daya Dukung Rendah

Kontraktor Taufiq Hidayat menjelaskan bahwa tanah bekas sawah memiliki tekstur halus, lembek, dan mudah berubah bentuk. Akibatnya, tanah tersebut memberikan daya dukung yang rendah dan mudah bergeser.

Selain itu, pergerakan tanah ini dapat merusak struktur bangunan yang berdiri di atasnya. Dalam kondisi ekstrem, tanah yang tidak stabil bahkan bisa merobohkan bangunan.

“Tanah bekas sawah atau rawa biasanya mudah bergeser. Karena itu, kami harus menganalisis kondisi tanah dengan benar agar bangunan tetap aman,” ujar Taufiq.

Pemilik Rumah Harus Memilih Pondasi yang Tepat

Selanjutnya, para ahli teknik sipil menghitung beban bangunan sejak awal pembangunan, terutama untuk rumah bertingkat seperti dua lantai. Perhitungan ini menentukan jenis pondasi yang paling sesuai dengan kondisi tanah.

Taufiq menjelaskan bahwa kontraktor menggunakan beberapa jenis pondasi untuk lahan bekas sawah, seperti tiang pancang, pondasi cakar ayam, dan pondasi telapak. Dengan demikian, perencana harus menentukan pondasi berdasarkan hasil analisis tanah, bukan perkiraan.

Pengembang Wajib Melakukan Uji Tanah (Sondir)

Sebelum membangun, pengembang melakukan uji tanah atau sondir untuk mengetahui kekuatan lapisan tanah. Tes ini juga menunjukkan kedalaman tanah keras yang dapat menopang bangunan.

Jika pengembang mengabaikan uji ini, maka bangunan berisiko mengalami kerusakan serius. Misalnya, dinding retak, struktur melemah, hingga bangunan turun tidak merata.

“Kalau tanah bergerak tidak stabil, maka retakan muncul di banyak bagian struktur. Kalau penurunan terjadi bersamaan, rumah bisa ambles,” jelasnya.

Lahan Bekas Sawah Bisa Menghasilkan Air Berkualitas Rendah

Selain masalah struktur, lahan bekas sawah juga sering menghasilkan air tanah dengan kualitas kurang baik. Kandungan lumpur dan material organik di dalam tanah mempengaruhi kualitas air tersebut.

Di samping itu, kedalaman tertentu belum tentu langsung menghasilkan air bersih karena kondisi geologi setiap lokasi berbeda.

“Terkadang air di kedalaman tertentu masih terkontaminasi bekas rawa atau sawah. Namun di kedalaman lain bisa lebih baik, meski tidak selalu,” tambah Taufiq.

Kesimpulan

Dengan demikian, pembangunan rumah di lahan bekas sawah tetap memungkinkan, tetapi pengembang harus melakukan kajian teknis secara menyeluruh. Mereka perlu melakukan uji tanah, memilih pondasi yang tepat, dan menghitung struktur secara profesional agar bangunan tetap aman dan tahan lama.

(eny)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

5 Makam Kuno Indonesia yang Menyimpan Sejarah Islam
7 Cara Merawat Anthurium agar Subur dan Berbunga
Roster Rumah Cantik untuk Udara Sejuk dan Privat
8 Cara Membasmi Rayap di Rumah Secara Efektif
Prasasti Umar bin Khattab Ditemukan di Madinah
Cara Aman Gunakan Wi-Fi Hotel Tanpa Risiko
Lima Kepala SMPN Sungai Penuh Diganti, Ini Namanya
Beasiswa BeZakat 2026 Diperpanjang, Cek Syaratnya Sekarang
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:00 WIB

5 Makam Kuno Indonesia yang Menyimpan Sejarah Islam

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:00 WIB

7 Cara Merawat Anthurium agar Subur dan Berbunga

Kamis, 8 Oktober 2026 - 03:00 WIB

Roster Rumah Cantik untuk Udara Sejuk dan Privat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:00 WIB

8 Cara Membasmi Rayap di Rumah Secara Efektif

Selasa, 29 September 2026 - 23:00 WIB

Prasasti Umar bin Khattab Ditemukan di Madinah

Berita Terbaru

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan Wali Kota Sungai Penuh bersama pengurus PKPS. ( Foto Diskominfo)

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Terima Silaturahmi PKPS Perkuat Sinergi Kebersamaan

Sabtu, 17 Okt 2026 - 05:00 WIB

Kebakaran hutan melanda kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Pasuruan.

Nasional

Kebakaran Hutan Arjuno-Welirang, Tiga Titik Api Belum Padam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 04:00 WIB

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas di Tahura Orang Kayo Hitam, Jambi.(Foto : Dok.Istimewa)

Jambi

Al Haris Perketat Penanganan Karhutla di Tahura Jambi

Sabtu, 17 Okt 2026 - 03:00 WIB

Ilustrasi kode redeem Free Fire gratis dengan hadiah diamond, skin senjata, dan item menarik untuk pemain FF.( Foto AI INBRTA)

Game

Kode Redeem FF Gratis 17 Oktober 2026, Coba 14 Kode

Sabtu, 17 Okt 2026 - 02:00 WIB

Ilustrasi game susun buah yang menawarkan bonus login 18K dan diklaim bisa dicairkan ke saldo DANA. Klaim pencairan tersebut masih perlu diverifikasi. ( AI INBRITA)

Game

Game Susun Buah Bonus Login 18K, Bisa Cair?

Sabtu, 17 Okt 2026 - 01:00 WIB