Petani Buah Naga Organik Raup Omzet Besar Ekspor

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani Kelompok Tani Sinar Cabe memanen buah naga organik di Sumbermulyo, Banyuwangi, yang berhasil menembus pasar ekspor.(Foto : KOMPAS.com/ Zintan Prihatini)

Petani Kelompok Tani Sinar Cabe memanen buah naga organik di Sumbermulyo, Banyuwangi, yang berhasil menembus pasar ekspor.(Foto : KOMPAS.com/ Zintan Prihatini)

Sukses Raih Omzet Puluhan Juta

Banyuwangi, iNBrita.comKelompok Tani Sinar Cabe di Sumbermulyo, Banyuwangi, berhasil meraih keuntungan hingga Rp30 juta per bulan dari usaha budidaya buah naga. Ketua kelompok, Sumartini, menegaskan bahwa mereka tidak memperoleh hasil tersebut secara instan.

Peralihan ke Pertanian Organik

Para petani mulai menanam buah naga sejak 2013. Pada 2016, mereka beralih ke sistem organik. Mereka ingin menghasilkan buah yang lebih sehat bagi konsumen sekaligus menjaga keberlanjutan pertanian.

Masa Sulit dan Inovasi Petani

Pada 2017–2018, para petani menghadapi masa sulit. Harga buah naga grade A hanya berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram. Buah grade B dan C tidak laku dijual. Untuk mengatasi kondisi itu, petani mengolah buah busuk menjadi pupuk cair organik.

Sebelumnya, kelompok ini menanam cabai merah besar. Namun, harga cabai yang tidak stabil membuat usaha tersebut sulit bertahan. Berbeda dengan cabai, tanaman buah naga cukup ditanam sekali dan dapat dipanen berulang kali.

Baca Juga :  Pindad Fokus Mobil Nasional, Motor Listrik Pihak lain

Pendampingan dan Perluasan Pasar

Seiring waktu, kelompok tani mendapat pendampingan dari Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). Pendampingan ini membantu mereka memahami pasar dan memperluas jangkauan penjualan hingga ke pasar internasional.

Kini, kelompok yang beranggotakan 30 petani tersebut mampu menembus pasar ekspor ke Eropa dan Singapura. Mereka juga memasok buah ke supermarket dan hotel.

Peningkatan Ekspor Buah Naga

Pada 2023, mereka mengekspor 1,7 ton buah naga ke Eropa melalui Nusa Fresh. Pada periode 2023–2024, mereka mengirim 2,4 ton ke Singapura. Selanjutnya, pada 2025–2026, mereka mengekspor 11,8 ton ke Singapura melalui Agro Resources Indonesia.

Posisi Tawar Petani Semakin Kuat

Perubahan terbesar tidak hanya terjadi pada akses pasar, tetapi juga pada posisi tawar petani. Kini, petani dapat menentukan harga berdasarkan biaya produksi dan keuntungan. Buah naga organik memiliki nilai jual lebih tinggi, sekitar Rp5.000 per kilogram dibandingkan buah konvensional. Selain itu, buah organik juga memiliki masa simpan lebih lama.

Baca Juga :  Don Fitri Jaya: Kontingen POPDA 2024 Raih Prestasi, Junjung Sportivitas..!

Pengembangan Produk Olahan

Kelompok tani mengembangkan produk olahan untuk meningkatkan nilai tambah. Mereka mengolah buah cacat ringan menjadi sale buah naga kering melalui kerja sama dengan PT Oreng Osing. Petani melakukan proses pengeringan, sedangkan mitra menangani proses penggorengan.

Dukungan Program dan Pelatihan

Ketua Yayasan Astra-YDBA, Rahmat Samulo, menjelaskan bahwa pendampingan tersebut mendukung Program Desa Sejahtera Astra untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Melalui Pusat Pendampingan UMKM (PPU), petani mendapatkan pelatihan mental dan teknis.

Pelatihan ini membantu petani meningkatkan kualitas, efisiensi biaya, dan ketepatan distribusi sesuai standar pasar modern, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, program ini membuka akses pasar agar petani dapat terlibat dalam rantai pasok produk buah naga dan turunannya.

(VVR*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi
Rupiah Melemah, Cek Kurs Dolar BCA, Mandiri, BRI, BNI
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tembus Rp2,7 Juta
Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Rp 2,71 Juta
Dolar AS Hari Ini Melemah, Rupiah Kembali Menguat
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Rinciannya
OJK Ingatkan Warga Waspadai Hoaks Aplikasi Penghasil Uang
Harga Emas Antam Pegadaian Turun, Cek Rinciannya Hari Ini
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Bunga Deposito BUMN Agustus 2026, BRI Paling Tinggi

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:07 WIB

Rupiah Melemah, Cek Kurs Dolar BCA, Mandiri, BRI, BNI

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Antam Tembus Rp2,7 Juta

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Masih Rp 2,71 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Dolar AS Hari Ini Melemah, Rupiah Kembali Menguat

Berita Terbaru

Wako Alfin meninjau langsung progres pembangunan Pasar Sungai Penuh, Selasa (1/9/2026).

SUNGAI PENUH

Wako Alfin Dorong Percepatan Pembangunan Pasar Sungai Penuh

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi pengguna membuka fitur DANA Kaget melalui aplikasi dompet digital DANA. ( Foto AI)

Teknologi

DANA Kaget September Kembali Diburu, Begini Cara Klaim

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

ASN Diskominfosta Kota Sungai Penuh menjalankan Program 3S untuk mendukung penanganan stunting.

SUNGAI PENUH

Diskominfosta Sungai Penuh Perkuat Program 3S Cegah Stunting

Selasa, 1 Sep 2026 - 13:00 WIB

Kunjungan Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh ke SMPN 8 Sungai Penuh dalam kegiatan Program 3S.

SUNGAI PENUH

SMPN 8 Sungai Penuh Terus Dukung Program 3S

Selasa, 1 Sep 2026 - 12:00 WIB

Gerhana Matahari (AP Photo/Esteban Felix)

Internasional

September 2026 Hadirkan Fenomena Langit yang Memukau

Selasa, 1 Sep 2026 - 11:00 WIB