Mengenal Alstroemeria
Jakarta, iNBrita.com — Bunga Alstroemeria (Alstroemeria spp.), atau yang lebih dikenal sebagai Lili Peru, merupakan tanaman hias tahunan yang menghasilkan bunga berwarna cerah menyerupai bunga lili. Selain menawarkan tampilan yang indah, tanaman ini juga memiliki daya tahan yang sangat baik sebagai bunga potong sehingga bunga tetap segar di dalam vas selama beberapa minggu. Tidak hanya itu, alstroemeria menghasilkan bunga secara berkelanjutan mulai awal musim panas hingga akhir musim gugur sehingga banyak orang memilihnya untuk mempercantik taman.
Memilih Varietas Alstroemeria
Sebelum menanam, pilihlah varietas alstroemeria yang sesuai dengan kebutuhan dan luas area tanam. Secara umum, alstroemeria menawarkan beragam warna bunga, seperti putih, kuning, oranye, merah, merah muda, hingga ungu. Menariknya, beberapa varietas menampilkan corak berupa bintik, garis, atau bercak yang membuat bunganya semakin memikat.
Selain mempertimbangkan warna bunga, perhatikan juga tinggi tanaman. Varietas mini tumbuh sekitar 15–30 cm sehingga cocok menghiasi pot atau pekarangan kecil. Sementara itu, varietas berukuran sedang hingga tinggi mencapai tinggi lebih dari satu meter sehingga cocok mengisi bagian belakang taman.
Memilih Bibit
Agar tanaman tumbuh optimal, pilihlah bibit yang sudah tumbuh di dalam pot. Cara ini memberikan peluang keberhasilan yang lebih tinggi karena tanaman lebih mudah beradaptasi setelah dipindahkan ke lokasi tanam. Sebaliknya, umbi kering sering mengalami kegagalan tumbuh sehingga kurang cocok bagi pemula.
Menentukan Lokasi Tanam
Selanjutnya, tentukan lokasi yang mendukung pertumbuhan alstroemeria. Tanaman ini tumbuh paling baik di tempat yang menerima sinar matahari selama 6–8 jam setiap hari. Selain itu, pilih lokasi yang terlindung dari angin kencang agar batang bunga tetap kokoh.
Di samping itu, gunakan tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik. Dengan begitu, akar dapat berkembang secara optimal tanpa mengalami pembusukan akibat genangan air.
Setelah menyiapkan lokasi, gali lubang tanam dengan ukuran sekitar dua kali lebih lebar daripada akar tanaman. Kemudian, letakkan tanaman hingga posisi mahkota sejajar dengan permukaan tanah. Selanjutnya, timbun kembali akar menggunakan tanah, padatkan secara perlahan, lalu siram hingga tanah cukup lembap.
Terakhir, berikan jarak tanam sekitar 40–60 cm agar setiap tanaman memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh dan berkembang.
Merawat Tanaman Alstroemeria
Pada tahap awal pertumbuhan, siram tanaman secara rutin agar akar berkembang dengan baik. Namun, setelah tanaman tumbuh kuat, Anda hanya perlu menyiramnya ketika cuaca kering atau tanah mulai kehilangan kelembapan. Sementara itu, tanaman yang tumbuh di dalam pot memerlukan penyiraman lebih sering karena media tanam lebih cepat mengering.
Selain menyiram, berikan pupuk secara berkala. Untuk memperoleh hasil terbaik, gunakan pupuk berkandungan kalium tinggi setiap dua hingga empat minggu selama masa berbunga. Dengan cara tersebut, tanaman menghasilkan bunga yang lebih banyak dan lebih tahan lama.
Merawat Tanaman Saat Musim Dingin
Apabila menanam alstroemeria di tanah, Anda dapat membiarkan sebagian besar varietas tetap tumbuh di luar ruangan karena tanaman ini mampu bertahan terhadap cuaca dingin. Meski demikian, lindungi tanaman yang masih muda dengan lapisan mulsa tebal agar akar tetap aman dari suhu rendah.
Sementara itu, pindahkan tanaman yang tumbuh di dalam pot ke tempat yang terlindung, seperti teras beratap atau rumah kaca. Selain melindungi tanaman dari embun beku, langkah ini juga mencegah media tanam menjadi terlalu basah sehingga akar tidak mudah membusuk.
Memangkas Tanaman
Agar tanaman terus berbunga, buang bunga yang telah layu hingga ke pangkal batang. Selanjutnya, potong batang-batang tua pada awal musim semi sebelum tunas baru mulai tumbuh. Dengan demikian, tanaman mengalihkan energinya untuk menghasilkan tunas dan bunga baru.
Memperbanyak Tanaman
Jika tanaman sudah cukup dewasa, Anda dapat memperbanyaknya dengan membagi rumpun. Pertama, angkat rumpun secara hati-hati. Kemudian, pisahkan rumpun menjadi beberapa bagian yang masing-masing memiliki akar dan tunas. Setelah itu, tanam kembali setiap bagian secepat mungkin agar tanaman cepat beradaptasi.
Sebagai alternatif, Anda juga dapat menanam alstroemeria dari biji. Namun, cara ini membutuhkan waktu lebih lama karena tanaman baru mulai berbunga setelah beberapa tahun.
Mengatasi Masalah
Meskipun alstroemeria tergolong mudah dirawat, beberapa masalah tetap dapat muncul. Misalnya, tanah yang terlalu lembap menyebabkan akar membusuk. Oleh karena itu, gunakan media tanam yang memiliki drainase baik agar air tidak menggenang.
Selain itu, siput dan bekicot sering memakan tunas muda pada awal musim pertumbuhan. Karena itu, lakukan pengendalian sejak dini agar hama tidak merusak tanaman.
Di sisi lain, virus juga dapat menyerang alstroemeria dan menghambat pertumbuhannya. Jika gejala tersebut muncul, segera singkirkan tanaman yang terinfeksi agar penyakit tidak menyebar ke tanaman lainnya.









