Jakarta, iNBrita.com — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat kenaikan harga ayam dan telur di tingkat peternak seiring dimulainya kembali program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebelumnya, pemerintah sempat menghentikan program tersebut sementara selama libur sekolah, sehingga permintaan ikut melemah.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa kenaikan harga tidak hanya dipengaruhi oleh program MBG. Ia menegaskan bahwa berakhirnya bulan Suro dalam kalender Jawa juga berperan besar dalam mendorong pemulihan permintaan di pasar.
Ketut menyampaikan bahwa selama bulan Suro, masyarakat cenderung mengurangi kegiatan hajatan seperti pernikahan dan acara besar lainnya. Kondisi ini membuat permintaan ayam dan telur menurun, sehingga harga di tingkat peternak ikut terkoreksi dalam beberapa waktu terakhir.
Setelah masyarakat melewati bulan Suro, aktivitas sosial mulai kembali normal. Pada saat yang sama, sekolah kembali berjalan dan pemerintah mengaktifkan lagi program MBG. Kombinasi faktor tersebut langsung mendorong peningkatan permintaan terhadap ayam dan telur di pasar.
Ketut menegaskan bahwa pihaknya juga telah berkomunikasi langsung dengan para peternak. Dari hasil pemantauan tersebut, ia melihat adanya tren kenaikan harga yang mulai stabil dan bergerak naik secara bertahap. Menurutnya, kondisi ini menjadi sinyal positif bagi para peternak setelah sebelumnya mengalami tekanan harga.
Saat ini, harga telur di tingkat peternak berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram. Sementara itu, harga ayam hidup berkisar antara Rp19.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Ia menilai harga kedua komoditas tersebut menunjukkan pergerakan yang seimbang dan terus membaik.
Ke depan, Ketut memperkirakan tren kenaikan harga masih akan berlanjut. Ia optimistis peningkatan permintaan akibat program MBG dan normalisasi aktivitas masyarakat setelah bulan Suro akan terus memperkuat harga di tingkat peternak. Kondisi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak serta menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.
(VVR*)









