Sungai Penuh, iNBrita.com – Kreativitas mengolah sampah menjadi produk bernilai ditunjukkan Bank Sampah Lindung Berseri Desa Talang Lindung dalam Talkshow Lingkungan, Minggu (1/11/2026). Bank sampah binaan Bank Sampah Sahabat Alam (BSSA) ini menghadirkan pameran kerajinan daur ulang dan edukasi pembuatan ecoenzyme di Rumah Aliya Creative Space, Talang Lindung, Kota Sungai Penuh.
Tidak hanya memamerkan hasil olahan sampah, pengurus juga memberikan apresiasi kepada nasabah paling aktif menabung sampah. Penghargaan tersebut menjadi bentuk motivasi agar masyarakat semakin giat memilah sampah dari rumah.
Dalam pameran tersebut, Bank Sampah Lindung Berseri menampilkan berbagai kerajinan berbahan sampah. Mulai dari tas, keranjang, bunga, tikar, hingga aneka pernak-pernik dan hiasan rumah. Melalui produk-produk tersebut, pengurus memperlihatkan bahwa sampah masih memiliki nilai guna.
Perkenalkan Ecoenzyme dari Limbah Kulit Buah
Selain kerajinan daur ulang, pengurus menghadirkan stand khusus ecoenzyme. Mereka memperkenalkan proses pengolahan limbah organik menjadi cairan ecoenzyme melalui fermentasi.
Bahan yang digunakan cukup sederhana, yakni kulit buah-buahan, gula merah, dan air. Campuran tersebut difermentasi selama kurang lebih tiga bulan hingga menghasilkan cairan ecoenzyme. Edukasi ini mengajak masyarakat memanfaatkan limbah organik rumah tangga.
Apresiasi Nasabah yang Rajin Menabung Sampah
Pada kesempatan yang sama, pengurus memberikan penghargaan kepada nasabah paling aktif menabung sampah.
Langkah ini bertujuan memacu semangat masyarakat untuk terus memilah sampah dari rumah masing-masing. Pengurus berharap semakin banyak keluarga mengikuti kebiasaan tersebut.
Bank Sampah Lindung Berseri dipimpin PK Mardizal sebagai ketua, dengan Maira Deswita sebagai wakil ketua. Keduanya bersama pengurus dan nasabah terus mendorong keterlibatan warga dalam pengelolaan sampah.
BSSA Bina Bank Sampah Aktif di Desa Talang Lindung
Bank Sampah Lindung Berseri merupakan bank sampah binaan Bank Sampah Sahabat Alam (BSSA). Bank sampah ini menjadi satu-satunya bank sampah tingkat desa yang aktif di Kota Sungai Penuh.
Melalui pembinaan tersebut, pengurus mengembangkan kegiatan pemilahan, pengumpulan, dan pengolahan sampah bersama masyarakat.
Talkshow Angkat Persoalan Sampah hingga Karhutla
Kegiatan ini mengusung tema “Dari Sampah hingga Kabut Asap: Saatnya Pemuda Bergerak untuk Bumi”. Talkshow tersebut mengajak generasi muda memahami berbagai persoalan lingkungan dan mengambil bagian dalam mencari solusinya.
Founder BSSA, Yuli Emilia Rosa, S.T., berbagi pengalaman mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta pentingnya edukasi lingkungan.
Miss Mulda, S.Si., CPS, memandu jalannya diskusi sebagai moderator. Pembahasan mencakup pengelolaan sampah, daur ulang, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penyelenggara turut melibatkan anak-anak melalui lomba mewarnai bertema lingkungan. Pesertanya berasal dari TK/PAUD se-Kota Sungai Penuh.
Tim Sanggar Serau Grao Sikai juga memeriahkan kegiatan melalui penampilan seni yang memadukan budaya dan kreativitas lokal.
Rumah BUMN Kerinci dan Rumah Aliya turut mendukung acara tersebut sebagai sponsor. Dukungan ini membantu penyelenggara memperluas edukasi dan kampanye kepedulian lingkungan.
Ajak Masyarakat Memulai dari Rumah
Melalui kegiatan ini, Bank Sampah Lindung Berseri bersama BSSA mengajak masyarakat membangun kebiasaan mengelola sampah sejak dari rumah.
Warga dapat memulainya dengan memilah sampah, mengolah limbah organik, serta memanfaatkan kembali barang bekas. Sebab, lingkungan yang bersih tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan keterlibatan setiap keluarga.
(eny)









