Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Buka Diplomasi

Harga WTI turun 7,4% dan Brent melemah 7,6% setelah AS dan Iran membuka peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 November 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga minyak dunia anjlok setelah AS dan Iran menunjukkan keterbukaan untuk berdamai.(Foto : Freepik/wirestock)

Harga minyak dunia anjlok setelah AS dan Iran menunjukkan keterbukaan untuk berdamai.(Foto : Freepik/wirestock)

Jakarta, iNBrita.com – Harga minyak dunia merosot tajam pada perdagangan Senin, 2 November 2026, atau Selasa pagi waktu Jakarta. Penurunan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemerintah Iran menunjukkan keinginan untuk menyelesaikan konflik melalui jalur diplomasi. Konflik yang berlangsung selama delapan bulan terakhir tersebut telah mengguncang pasar energi global.

Mengutip CNBC, Selasa (3/11/2026), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 7,4% hingga mencapai US$ 96,46 per barel. Penurunan ini menjadi yang terbesar sejak 27 Juli 2026. Sementara itu, harga minyak mentah Brent melemah 7,6% menjadi US$ 104,77 per barel.

Trump menyampaikan kepada wartawan pada Senin bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan. Ia juga menilai peluang untuk mewujudkan kesepakatan tersebut masih terbuka.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan bahwa Trump lebih mengutamakan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi daripada menggunakan kekuatan militer. Rubio menyampaikan pernyataan tersebut pada akhir pekan lalu.

Sebelumnya, Trump sempat menyatakan bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu atau midterm elections. Meski demikian, pelaku pasar tetap mengantisipasi kemungkinan eskalasi militer setelah pemilihan tersebut. Kekhawatiran itu mendorong harga minyak naik lebih dari 10% sepanjang Oktober.

Pasar minyak sebenarnya pernah mengalami tekanan serupa pada beberapa fase konflik sebelumnya. Saat itu, rumor mengenai peluang perdamaian mendorong investor melepas minyak. Namun, konflik kembali memanas sehingga harga minyak kembali melonjak.

Rubio menegaskan bahwa Trump belum menentukan apakah AS akan melancarkan serangan baru terhadap Iran.

“Presiden telah menyampaikan kepada Anda keyakinannya yang luar biasa bahwa jika kita perlu melakukan tindakan militer, kita memiliki kemampuan untuk melakukannya,” ujar Rubio.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah AS tetap mengutamakan penyelesaian konflik secara damai.

“Namun, kami lebih memilih untuk menyelesaikannya secara damai,” tambahnya.

Iran Buka Peluang Dialog dengan AS

Sementara itu, pemerintah Iran juga menunjukkan keseriusan untuk menempuh jalur diplomasi. Kantor berita pemerintah Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), melaporkan bahwa Presiden Masoud Pezeshkian ingin menyelesaikan persoalan dengan AS melalui dialog.

Pezeshkian juga mengungkapkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, telah memberikan sejumlah kewenangan kepada pemerintah untuk menjalankan upaya diplomatik tersebut.

Senada dengan Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai kedua negara dapat mencapai kesepakatan apabila Washington menunjukkan iktikad baik dan benar-benar mengupayakan perdamaian.

Araghchi menjelaskan bahwa sejumlah pihak penengah kini membahas proposal Iran yang pemerintahnya ajukan dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September lalu.

Dalam proposal tersebut, Teheran meminta Washington mencabut sanksi ekonomi, mengurangi kehadiran militernya di kawasan hingga kembali ke tingkat sebelumnya, serta mengakhiri blokade.

Ketegangan Militer Masih Membayangi Pasar Minyak

Meski kedua negara mulai menunjukkan keterbukaan terhadap diplomasi, Iran tetap memperingatkan kemungkinan ancaman militer. Pada Sabtu, Mojtaba Khamenei meminta angkatan bersenjata Iran menghadapi setiap ancaman, baik dari segi tingkat maupun jenisnya.

Ia juga memerintahkan militer Iran untuk memberikan respons secara cepat dan berdampak tanpa membatasi jangkauan geografisnya.

Direktur Strategi Komoditas TD Securities, Ryan McKay, menilai perkembangan diplomasi antara AS dan Iran dapat memengaruhi pergerakan harga minyak mentah secara signifikan.

Menurut McKay, sebagian besar kenaikan harga minyak belakangan ini berasal dari premi risiko. Pelaku pasar memasukkan potensi eskalasi konflik militer sebagai salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga tersebut.

Namun, McKay mengingatkan bahwa pasar belum bisa menghapus seluruh premi risiko selama kedua negara belum mencapai kesepakatan konkret.

Ia juga menyoroti serangan terhadap kapal tanker dan aksi kelompok Houthi yang masih berlangsung. Menurutnya, perkembangan tersebut tetap menjadi ancaman bagi stabilitas pasokan energi dunia.

“Meski demikian, selama belum ada kesimpulan konkret terkait perang tersebut, serta serangan terhadap kapal tanker dan oleh kelompok Houthi masih terus terjadi, kami tidak memperkirakan premi risiko akan hilang sepenuhnya hanya karena adanya berita seputar diplomasi,” ujar McKay.

(vvr*)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin dan Ethereum Melemah
Harga Emas Dunia Menguat, Investor Pantau Pemilu AS
Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp18.156 Hari Ini
DANA 11.11 Tawarkan Hadiah iPhone dan Galaxy Z Fold8
BEI Resmi Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG
Harga Emas Perhiasan Raja Emas dan Laku Emas Hari Ini
IHSG Turun 1%, Seluruh Sektor Saham Melemah pada Senin
Harga Emas Pegadaian Naik, Antam Tembus Rp 2,56 Juta
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:00 WIB

Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin dan Ethereum Melemah

Selasa, 3 November 2026 - 10:00 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Buka Diplomasi

Selasa, 3 November 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Dunia Menguat, Investor Pantau Pemilu AS

Selasa, 3 November 2026 - 03:00 WIB

Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp18.156 Hari Ini

Senin, 2 November 2026 - 23:00 WIB

DANA 11.11 Tawarkan Hadiah iPhone dan Galaxy Z Fold8

Berita Terbaru

Ilustrasi pergerakan harga Bitcoin dan Ethereum yang kompak melemah pada perdagangan.(Foto : Ilustrasi kripto By AI)

Ekonomi

Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin dan Ethereum Melemah

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:00 WIB

Harga minyak dunia anjlok setelah AS dan Iran menunjukkan keterbukaan untuk berdamai.(Foto : Freepik/wirestock)

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Buka Diplomasi

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:00 WIB

Harga emas dunia naik setelah penurunan harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi.(Foto : Ilustrasi by AI)

Ekonomi

Harga Emas Dunia Menguat, Investor Pantau Pemilu AS

Selasa, 3 Nov 2026 - 09:00 WIB

Bank Sampah Lindung Berseri memamerkan aneka kerajinan kreatif berbahan limbah daur ulang di Sungai Penuh.

SUNGAI PENUH

Bank Sampah Lindung Berseri Sulap Limbah Jadi Produk Bernilai

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:00 WIB