JAKARTA, iNBrita.com — Ajinomoto Dorong Pengurangan Sampah Plastik Melalui Inovasi Kemasan – PT Ajinomoto Indonesia mulai mengurangi penggunaan plastik pada kemasan produknya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Indonesia.
Selain itu, perusahaan juga menghadirkan berbagai inovasi kemasan ramah lingkungan. Ajinomoto mengganti sebagian bahan plastik dengan material yang lebih mudah didaur ulang.
Sementara itu, masalah sampah plastik di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Oleh karena itu, sektor industri mulai mengambil peran untuk membantu mengurangi limbah kemasan.
Inovasi Kemasan Ramah Lingkungan
Sebagai langkah awal, Ajinomoto Indonesia menghadirkan kemasan berbahan kertas atau paper packaging. Inovasi ini menggantikan sebagian material plastik pada beberapa produk.
Dengan demikian, perusahaan menargetkan pengurangan plastik hingga 30 persen pada sejumlah kemasan.
Kepala Komunikasi Perusahaan PT Ajinomoto Indonesia, Grant Senjaya, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap lingkungan.
Perubahan Kemasan pada Produk
Di sisi lain, Ajinomoto juga melakukan perubahan pada beberapa produk bumbu.
Sebagai contoh, produk Masako kini menggunakan konsep tanpa plastik bagian dalam atau no inner plastic. Selain itu, perusahaan juga menyederhanakan beberapa komponen kemasan.
Melalui langkah tersebut, Ajinomoto mampu menghemat penggunaan plastik sekitar 8,4 persen.
Sementara itu, produk Sajiku kini menggunakan kemasan berbahan monomaterial. Jenis kemasan ini lebih efisien dan lebih mudah didaur ulang.
Dengan perubahan tersebut, penggunaan plastik dapat berkurang sekitar 9,5 persen pada setiap kemasan.
Target Pengurangan Plastik
Secara keseluruhan, berbagai inovasi kemasan ini memberikan dampak cukup signifikan.
Bahkan, Ajinomoto Indonesia memperkirakan pengurangan plastik mencapai sekitar 1.736 ton pada 2025.
Selain itu, perusahaan juga menetapkan target jangka panjang. Ajinomoto berkomitmen mengurangi penggunaan plastik hingga 30 persen pada periode 2029–2030.
Kolaborasi Pengelolaan Sampah
Tidak hanya fokus pada kemasan, Ajinomoto juga memperkuat kerja sama dalam pengelolaan sampah.
Sebagai langkah lanjutan, perusahaan bekerja sama dengan Rekosistem untuk membangun fasilitas waste station.
Saat ini, fasilitas tersebut telah hadir di Surabaya dan Mojokerto. Melalui fasilitas ini, masyarakat dapat menyetorkan sampah yang telah dipilah.
Dengan adanya fasilitas tersebut, proses pengolahan dan daur ulang sampah dapat berjalan lebih efektif.
Kerja Sama dengan Bank Sampah
Di samping itu, Ajinomoto juga menggandeng sejumlah bank sampah di berbagai daerah.
Program ini berjalan di Jakarta Timur, Bekasi, Karawang, Mojokerto, dan Surabaya.
Melalui kolaborasi tersebut, perusahaan ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah sampah.
Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan dapat memisahkan sampah plastik dan nonplastik sejak dari rumah.
Dengan cara ini, proses daur ulang akan menjadi lebih mudah. Selain itu, pencemaran lingkungan akibat sampah plastik juga dapat berkurang.
Pada akhirnya, berbagai program tersebut diharapkan mampu membantu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Indonesia.














