Home / Kesehatan

Jumat, 7 November 2025 - 10:28 WIB

Efek Beracun Saat Plastik Direbus Dengan Makanan

Foto: Getty Images

Foto: Getty Images

Jakarta, iNBrita.com — masih merebus bumbu atau tetelan di dalam kantong plastik bening, dan memasukkan bumbu itu ke dalam plastik agar tidak tercecer di kuah, serta merebusnya bersamaan dengan masakan, kebiasaan ini berpotensi membahayakan kesehatan konsumen.

dr. Dion Haryadi melalui akun Instagram @dionharyadi menjelaskan bahwa hanya beberapa jenis plastik yang aman untuk suhu tinggi. Ia menyebut plastik khusus seperti sous vide bag memiliki bahan tebal dan pabrik merancangnya agar tahan panas. “Plastik jenis ini aman untuk memasak,” kata dr. Dion.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar plastik yang pedagang gunakan sehari-hari tidak tergolong food grade. Plastik jenis itu dapat melepaskan zat beracun seperti polyethylene, bisphenol, dan phthalates ke dalam makanan. dr. Dion meminta masyarakat menghindari paparan bahan beracun ini karena dapat menumpuk dalam tubuh dan menimbulkan berbagai penyakit.

Baca juga :   Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan dan Kolesterol

Menurut dr. Dion, semakin lama orang memanaskan plastik, semakin banyak zat beracun yang larut ke dalam makanan. Ia memperingatkan bahwa kebiasaan tersebut bisa memicu gangguan hormon, penurunan kesuburan, obesitas, dan kanker.

Pada tahun 2017, masyarakat memperdebatkan keamanan lontong plastik. BPOM menegaskan bahwa pabrik memproduksi plastik dari bahan LDPE, LLDPE, HDPE, PP, dan OPP. Setiap bahan memiliki titik leleh dan ketahanan panas yang berbeda.

BPOM menjelaskan bahwa plastik jenis LLDPE, HDPE, PP, dan OPP memiliki titik leleh di atas 100°C. Jenis plastik ini dapat menahan panas tinggi sehingga aman untuk perebusan atau pengukusan. Namun, plastik LDPE memiliki titik melunak lebih rendah, sekitar 83°C–98°C. Karena itu, BPOM menyarankan masyarakat hanya memakai plastik LDPE untuk menyimpan makanan, bukan untuk memasak.

Baca juga :   8 Kebiasaan Bikin Berat Badan Naik Saat Puasa

BPOM mengingatkan bahwa pabrik sering menambahkan bahan seperti pewarna, pelicin, dan antioksidan saat memproduksi plastik. Zat tambahan tersebut dapat berpindah ke makanan jika orang menggunakan plastik pada suhu yang tidak sesuai.

BPOM mendorong masyarakat membeli plastik berlabel food grade dan tahan panas. Konsumen juga perlu menghindari kantong plastik bening yang tidak mencantumkan jenis bahan dan ketahanan suhunya.

Masyarakat dapat memilih plastik khusus untuk memasak atau menggantinya dengan wadah lain yang lebih aman. Dengan langkah ini, masyarakat bisa menghindari paparan bahan kimia berbahaya dari plastik panas.

(ES)

 

Berita ini 35 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Buah zaitun dan buah tin segar di atas meja kayu

Kesehatan

Zaitun dan Tin Bantu Turunkan Kolesterol
“Ilustrasi ginjal manusia berwarna merah muda menunjukkan fungsi penyaringan darah”

Kesehatan

8 Kebiasaan Sehari-hari yang Merusak Ginjal Anda”
Orang berjalan kaki di taman pada pagi hari untuk menjaga kesehatan pencernaan dan menurunkan risiko kanker.

Kesehatan

Jalan Kaki Rutin Turunkan Risiko Kanker Pencernaan
Petugas kesehatan Indonesia memantau kewaspadaan virus Nipah

Kesehatan

Kemenkes Pastikan Indonesia Masih Bebas Virus Nipah
Dokter jantung menjelaskan prosedur pemasangan ring jantung di rumah sakit.

Kesehatan

Pasang Ring Jantung, Dua Hari Sudah Pulih
Wanita memegang dada sambil meringis kesakitan di ruang tamu, menunjukkan gejala nyeri dada.

Kesehatan

Waspadai Gejala Tersamar Penyakit Jantung Mematikan
Buah naga merah segar dibelah dua dengan daging berwarna cerah dan biji hitam kecil terlihat jelas

Kesehatan

Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan Tubuh Optimal
Layar ponsel menampilkan aplikasi media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube

Kesehatan

Brain Rot Mengintai Dewasa Akibat Video Pendek