Jakarta, iNBrita.com — Kadin Indonesia menyoroti laporankenaikan harga tiket pesawat di Bandara Rembele, , Bener Meriah, Aceh. Laporan tersebut menyebut harga rute Bener Meriah–Banda Aceh mencapai sekitar Rp8 juta ketika banjir dan longsor melanda wilayah itu. Situasi darurat ini memicu perhatian karena masyarakat membutuhkan transportasi udara yang cepat dan terjangkau untuk evakuasi, mobilitas tenaga medis, serta distribusi bantuan.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Kadin Indonesia, Carmelita Hartoto, menyampaikan sikap tegas lembaganya. Ia juga meminta seluruh pihak memperbaiki persoalan tarif dan menempatkan padakebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama. Ia menegaskan bahwa warga, relawan, serta pengirim logistik sangat bergantung pada kelancaran transportasi udara selama bencana. Karena itu, ia meminta maskapai menjaga tarif tetap wajar dan tidak memanfaatkan tingginya permintaan.
“Dalam proses evaluasi ini, Kadin juga mengerahkan tim khusus yang memantau situasi lapangan dan menyampaikan laporan berkala untuk memastikan setiap keputusan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah terdampak bencana yang parah.” ujarnya.
Carmelita menekankan bahwa peningkatan kebutuhan perjalanan tidak boleh mendorong tarif yang memberatkan masyarakat. Ia menilai akses udara memegang peran penting dalam mempercepat proses evakuasi dan penyaluran bantuan. Untuk itu, ia mendorong pemangku kepentingan mengambil tindakan cepat agar layanan penerbangan tetap berfungsi optimal. Ia menjelaskan bahwa Kadin mengerahkan tim untuk memantau kondisi lapangan dan menyampaikan laporan berkala agar keputusan yang diambil sesuai kebutuhan masyarakat.
Kadin juga memperkuat pemantauan tarif melalui komunikasi intensif dengan Provinsi Aceh. Upaya ini bertujuan mencegah praktik yang merugikan masyarakat dan memastikan maskapai memahami situasi darurat. Kadin menjalin koordinasi dengan Indonesia National Air Carriers Association (INACA) untuk membuka dialog langsung dengan maskapai dan mendorong kebijakan harga yang lebih terjangkau.
Carmelita menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen Kadin mengawal isu ini hingga kondisi pulih. Ia memastikan Kadin akan terus mendorong maskapai menyesuaikan tarif secara wajar agar masyarakat Aceh memperoleh akses penerbangan yang aman, cepat, dan layak sepanjang masa pemulihan berlangsung.














