Jakarta, iNBrita.com – Serangan bom bunuh diri di sebuah masjid di Islamabad, Pakistan, menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 131 lainnya. Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah.
Ledakan terjadi di Masjid Imam Bargah Qash-e-Khadijatul Kubra sesaat setelah jamaah menunaikan salat Jumat. Seorang sumber keamanan mengatakan pelaku mencoba masuk ke area masjid, tetapi petugas menghentikannya di gerbang. Pelaku kemudian meledakkan dirinya di lokasi tersebut.
Hingga kini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan pemerintah akan memburu para pelaku dan membawa mereka ke pengadilan.
Serangan ini menjadi yang paling mematikan di Islamabad sejak September 2008. Saat itu, bom truk bunuh diri menghantam Hotel Marriott dan menewaskan sekitar 60 orang.
Jurnalis AFP melaporkan suasana mencekam di Rumah Sakit Pakistan Institute of Medical Sciences. Petugas membawa para korban, termasuk anak-anak, menggunakan tandu atau dengan menggotong mereka karena luka parah.
Petugas medis dan warga sekitar membantu menurunkan korban dari ambulans dan kendaraan pribadi. Darah membasahi pakaian para korban. Bahkan, satu korban tiba di rumah sakit melalui bagasi mobil.
Wakil Perdana Menteri Ishaq Dar mengecam keras serangan tersebut. Ia menyebut aksi itu sebagai kejahatan keji terhadap kemanusiaan dan pelanggaran terang-terangan terhadap ajaran Islam.
“Pakistan bersatu melawan terorisme dalam segala bentuknya,” tegas Ishaq Dar melalui unggahan di media sosial X.
(Tim*)














