Jakarta, iNBrita.com — SpaceX, perusahaan milik Elon Musk, kini menyediakan akses internet gratis melalui Starlink bagi pengguna di Iran. Ahmad Ahmadian, direktur eksekutif Holistic Resilience, mengatakan akun Starlink yang sebelumnya tidak aktif kini bisa langsung digunakan. “Cukup pasang terminal satelit di tempat terbuka ke langit, lalu sambungkan. Internet langsung siap dipakai,” ujarnya kepada CNN, dikutip detikINET.
Percakapan Trump dan Musk
Langkah ini muncul setelah percakapan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Musk awal pekan ini. Mereka membahas kemungkinan membuka akses Starlink di Iran. Hingga saat ini, SpaceX dan Gedung Putih belum menanggapi berita ini.
Pemadaman Internet di Iran
Pemerintah Iran baru-baru ini memutus Starlink SpaceX internet secara luas. Para pengamat menyebutnya salah satu pemadaman digital terbesar di negara itu. Gelombang protes menewaskan sekitar 1.800 orang. Jumlah korban sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena komunikasi yang terputus menyulitkan pendataan.
Meski Starlink membantu, hanya sebagian kecil dari sekitar 92 juta warga Iran yang bisa online. Pemerintah Iran juga dapat mengganggu atau memblokir sinyal satelit ini.
Starlink Sebagai Jalur Informasi
Ahmadian menekankan bahwa Starlink menjadi satu-satunya cara bagi warga Iran untuk menyampaikan kabar ke dunia luar saat pemadaman informasi terjadi. Ribuan satelit orbit rendah berkomunikasi dengan terminal di darat. Starlink menjadi salah satu bentuk soft power Amerika Serikat di wilayah tertutup atau zona konflik, seperti di Ukraina.
Dukungan Trump untuk Demonstran
Trump mendorong para demonstran agar terus menentang rezim Iran. Ia juga menyatakan semua opsi dukungan AS, termasuk langkah militer, tersedia bagi mereka.
Kontrol Internet oleh Pemerintah Iran
Doug Madory, ahli jaringan dari Kentik, menjelaskan bahwa pemerintah Iran membangun semacam “Great Firewall” sendiri. Firewall ini memblokir semua lalu lintas internet kecuali yang disetujui. Mengontrol internet relatif mudah karena Iran hanya terhubung ke jaringan global melalui dua perusahaan.
Selain memutus koneksi, pemerintah Iran menggunakan berbagai metode untuk menurunkan kualitas atau mengganggu sinyal Starlink. Mereka menerapkan jamming “kelas militer,” mirip dengan taktik Rusia di Ukraina.
Permintaan Starlink Meningkat
Aktivis digital mendorong agar Starlink dapat diakses lebih luas. Meski layanan ini belum memiliki lisensi resmi di Iran, Musk menyatakan Starlink tetap aktif. Pemerintah Iran mengkriminalisasi penggunaan Starlink sejak konflik 12 hari dengan Israel tahun lalu.
Permintaan terminal Starlink meningkat setelah perang dengan Israel. Mahsa Alimardani, pakar teknologi dari organisasi HAM Witness, memperkirakan ada sekitar 50.000 terminal di Iran.
Alternatif Internet Lainnya
Selain Starlink, pemerintah AS telah lama mendukung penggunaan VPN dan perangkat lunak lain agar warga Iran bisa menghindari sensor internet. Namun, tahun lalu pemerintahan Trump memangkas sebagian besar pendanaan program tersebut di tengah pengurangan bantuan luar negeri.
(eni)














