Home / Internasional

Jumat, 23 Januari 2026 - 23:59 WIB

Setelah China, Korea Selatan Ikuti Aturan RI

Jakarta, iNBrita.com  — Pemerintah Korea Selatan resmi memberlakukan kerangka hukum baru untuk mengatur pengembangan dan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Korea Selatan mengambil langkah ini seiring Indonesia dan China yang juga tengah menyiapkan regulasi serupa.

Regulasi ini bertujuan meningkatkan kepercayaan publik serta memperkuat keamanan pemanfaatan AI di berbagai sektor.

Pengawasan Manusia untuk AI Berisiko Tinggi

Melalui undang-undang dasar AI, pemerintah Korea Selatan mewajibkan pengawasan manusia dalam penggunaan AI berdampak tinggi. Kewajiban ini berlaku khusus pada sektor-sektor vital.

Sektor tersebut mencakup keselamatan nuklir, produksi air minum, transportasi, layanan kesehatan, serta layanan keuangan. Dalam sektor keuangan, aturan berlaku pada evaluasi kredit dan penyaringan pinjaman.

Kewajiban Transparansi dan Pelabelan AI

Pemerintah juga mewajibkan perusahaan memberi tahu pengguna jika produk atau layanan mereka menggunakan AI berdampak tinggi atau AI generatif. Kewajiban ini bertujuan meningkatkan transparansi.

Perusahaan harus memberi label yang jelas pada hasil AI. Dengan begitu, pengguna dapat membedakan konten AI dari kenyataan. Aturan ini dikutip dari Reuters, Jumat (23/1/2026).

Baca juga :   Tottenham Siap Cetak Rekor Transfer Lewat Penjualan Bek

Sanksi dan Denda bagi Pelanggar

Pemerintah Korea Selatan menerapkan sanksi tegas bagi perusahaan yang melanggar aturan AI. Perusahaan yang tidak memberi label pada AI generatif dapat dikenai denda hingga 30 juta won.

Untuk pelanggaran ringan, pemerintah mengenakan denda sebesar 1% dari omzet global. Sementara itu, pelanggaran serius terkait AI berisiko tinggi dapat dikenai denda hingga 7% dari omzet global.

Kritik dari Pelaku Startup

Kebijakan ini menuai kritik dari kalangan industri startup. Kepala Aliansi Startup Korea Selatan, Lim Jung-wook, menyatakan banyak pendiri startup merasa frustrasi.

Ia menilai pemerintah belum menjelaskan detail aturan secara rinci. Bahasa regulasi juga dinilai masih ambigu. Kondisi ini mendorong perusahaan bersikap terlalu hati-hati dan kurang inovatif.

China Perketat Perlindungan Pengguna AI

Pemerintah China juga menyusun aturan untuk melindungi masyarakat dalam penggunaan AI. Aturan ini menargetkan produk dan layanan AI yang berorientasi pada konsumen.

China memfokuskan aturan pada AI yang memiliki karakter menyerupai manusia dan melibatkan interaksi emosional dengan pengguna.

Baca juga :   TMMD ke-126 Kodim Kerinci Bantu Petani Tanam Cabai

Pemerintah mewajibkan penyedia layanan AI memberi peringatan jika pengguna memakai layanan secara berlebihan. Perusahaan juga harus memperkuat pengawasan algoritma, keamanan data, dan perlindungan informasi pribadi.

Selain itu, perusahaan wajib mengidentifikasi kondisi emosional pengguna. Mereka juga harus menilai tingkat ketergantungan dan melakukan intervensi jika muncul tanda kecanduan.

Indonesia Rampungkan Peta Jalan AI

Sementara itu, pemerintah Indonesia tengah merampungkan Peta Jalan AI dan Etika AI. Pemerintah menargetkan Presiden Prabowo Subianto menandatangani aturan tersebut pada awal tahun ini.

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyelesaikan sekitar 90% penyusunan dokumen tersebut. Ia menyampaikan hal ini dalam acara Deklarasi Arah Indonesia Digital: Terhubung, Tumbuh, Terjaga di Jakarta.

Meutya menjelaskan bahwa pemerintah akan menjadikan regulasi ini sebagai payung hukum utama. Setelah Peraturan Presiden terbit, kementerian dan lembaga dapat menyusun aturan turunan sesuai sektor masing-masing.

“Kami menyusun kerangka besarnya terlebih dahulu. Setelah Perpres terbit, setiap sektor dapat membuat aturan AI sendiri,” ujar Meutya.

(tim)

Berita ini 11 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Empat atlet bulutangkis berdiri di podium sambil memegang medali, maskot, dan trofi setelah final turnamen.

Internasional

Indonesia Raih Dua Gelar di Australia Open
Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih membahas kerja sama menghadapi Iran dan Hizbullah.

Internasional

Suriah Bantu AS Hadapi Iran dan Hizbullah
Warga mengevakuasi diri melewati banjir besar di Kota Cebu, Filipina, setelah Topan Kalmaegi menyebabkan banjir terparah dalam sejarah provinsi tersebut.

Internasional

Topan Kalmaegi Terjang Filipina, 100 Orang Tewas
Pemandangan Sungai Yamuna di India yang tercemar dengan busa putih dan polusi, mempengaruhi pasokan air bersih warga Delhi.

Internasional

Sungai Yamuna Tercemar, Warga Delhi Terdampak
Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana saat tampil di Thailand Masters 2026

Internasional

Leo Bagas Bidik Gelar Juara Thailand Masters 2026
Kereta Shinkansen putih-merah melaju di atas rel layang di kota Jepang.

Internasional

Gempa 7,6 Guncang Jepang, Shinkansen Terhenti Sementara
Warga IIndonesia merayakan malam Tahun Baru 2026 di Bundaran HI, Jakarta, memadati jalanan

Internasional

Indonesia Kalahkan Amerika, Jadi Negara Paling Flourishing
Igor Tudor saat memimpin latihan terakhir Juventus sebelum dipecat

Internasional

Juventus Akhiri Kontrak Igor Tudor Setelah Kekalahan Beruntun