Home / Internasional

Senin, 2 Februari 2026 - 19:00 WIB

Sungai Yamuna Tercemar, Warga Delhi Terdampak

Foto: Sungai Yamuna di India. (REUTERS/Bhawika Chhabra)

Foto: Sungai Yamuna di India. (REUTERS/Bhawika Chhabra)

Jakarta, iNBrita.com  – Jutaan warga Delhi menghadapi krisis air bersih akibat pencemaran amonia di Sungai Yamuna. Meskipun pemerintah mengklaim telah memulihkan pasokan air, warga melaporkan air yang mengalir masih keruh dan berbau tajam.

Ravinder Kumar, warga Sharma Enclave, mengatakan pihak berwenang hanya menyediakan air satu jam setiap tiga hari. “Mandi jadi sulit. Kadang airnya hitam. Kami hanya bisa mandi setiap empat sampai lima hari,” ujarnya, Senin (2/2/2026), mengutip CNN.

Limbah industri mencemari Sungai Yamuna, sehingga air yang menjadi sumber sekitar 40% pasokan Delhi tidak bisa diolah dengan aman. Dewan Air Delhi mencatat gangguan pasokan memengaruhi sekitar 43 kawasan dan menimpa dua juta penduduk. Beberapa wilayah, dengan total lebih dari 600.000 penduduk, tidak menerima air selama beberapa hari.

Baca juga :   Kemlu Jelaskan Alasan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Meski pemerintah menyatakan pasokan normal pada 24 Januari, warga menemukan air yang tersisa berwarna kuning dan berbau seperti telur busuk. Shashi Bala, warga Sharma Enclave, menyebut, “Kesehatan semua orang menurun. Semua terasa kotor.”

Sejak abad ke-17, Sungai Yamuna membentuk peradaban Delhi. Kini, hanya 2% aliran sungai yang melewati kota menghasilkan 76% polusi sungai. Polusi menurunkan kadar oksigen hingga nol, membunuh kehidupan air, sementara busa putih beracun menutupi permukaan sungai sebagai tanda nyata krisis.

Aktivis menurunkan diri ke bantaran sungai untuk membersihkan sampah plastik, pakaian bekas, dan patung ritual. Namun mereka mengakui upaya itu tidak menyelesaikan masalah utama, yaitu limbah industri dan pengelolaan kota yang buruk. Pertumbuhan kota yang tidak terencana memperburuk situasi. Permukiman ilegal tanpa jaringan pipa dan sistem pembuangan memadai membuat limbah rumah tangga dan industri meresap ke tanah, mencemari air tanah.

Baca juga :   MU Vs Palace: Setan Merah Tertinggal di Babak Pertama

Pemerintah Delhi berjanji meningkatkan kapasitas pengolahan limbah menjadi 1.500 juta galon per hari dan membangun jaringan pembuangan di seluruh permukiman ilegal pada 2028. Namun bagi warga miskin seperti Raja Kamat di Raghubir Nagar, janji itu terasa jauh. Ia menceritakan air sempat mati lima hari, dan ketika kembali mengalir, airnya hitam dan hanya tersedia 30 menit sehari.

Bhagwanti, warga berusia 70 tahun, menggambarkan kerasnya krisis air: “Tidak ada fasilitas pembersihan. Tidak ada air. Rasanya mereka tidak peduli apakah kami hidup atau mati.”

(vvr)

Berita ini 11 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Jeffrey Epstein dalam foto arsip yang digunakan sebagai ilustrasi berita.

Internasional

Nama Tokoh Indonesia Muncul dalam Dokumen Epstein
Michael Carrick merayakan kemenangan Manchester United di Liga Inggris

Internasional

Manchester United Nikmati Momentum Positif Era Carrick
Pasukan Garda Revolusi Iran bersiaga di tengah protes.

Internasional

IRGC Tegaskan Keamanan Garis Merah di Iran Nasional

Internasional

Trump Cabut Sertifikasi Program Mahasiswa Asing Harvard
Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, tampil resmi

Internasional

Negara Eropa Tolak Kirim Pasukan ke Hormuz
Pegawai Ericsson berjalan di gedung kantor di Swedia, mencerminkan pengumuman pemangkasan 1.600 pekerjaan.

Internasional

Ericsson Rencanakan Pemangkasan 1.600 Karyawan Tahun Ini
Aksi gol telat Sesko yang menyelamatkan satu poin MU

Internasional

West Ham Tahan MU, Sesko Cetak Gol Penentu
Deretan bendera Iran berkibar di depan gedung parlemen Amerika Serikat di Washington DC

Internasional

Iran Ancam Targetkan Pangkalan Militer AS di Timur Tengah