Sungai Yamuna Tercemar, Warga Delhi Terdampak

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sungai Yamuna di India. (REUTERS/Bhawika Chhabra)

Foto: Sungai Yamuna di India. (REUTERS/Bhawika Chhabra)

Jakarta, iNBrita.com  – Jutaan warga Delhi menghadapi krisis air bersih akibat pencemaran amonia di Sungai Yamuna. Meskipun pemerintah mengklaim telah memulihkan pasokan air, warga melaporkan air yang mengalir masih keruh dan berbau tajam.

Ravinder Kumar, warga Sharma Enclave, mengatakan pihak berwenang hanya menyediakan air satu jam setiap tiga hari. “Mandi jadi sulit. Kadang airnya hitam. Kami hanya bisa mandi setiap empat sampai lima hari,” ujarnya, Senin (2/2/2026), mengutip CNN.

Limbah industri mencemari Sungai Yamuna, sehingga air yang menjadi sumber sekitar 40% pasokan Delhi tidak bisa diolah dengan aman. Dewan Air Delhi mencatat gangguan pasokan memengaruhi sekitar 43 kawasan dan menimpa dua juta penduduk. Beberapa wilayah, dengan total lebih dari 600.000 penduduk, tidak menerima air selama beberapa hari.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Gelar Pangan Murah Ramadhan

Meski pemerintah menyatakan pasokan normal pada 24 Januari, warga menemukan air yang tersisa berwarna kuning dan berbau seperti telur busuk. Shashi Bala, warga Sharma Enclave, menyebut, “Kesehatan semua orang menurun. Semua terasa kotor.”

Sejak abad ke-17, Sungai Yamuna membentuk peradaban Delhi. Kini, hanya 2% aliran sungai yang melewati kota menghasilkan 76% polusi sungai. Polusi menurunkan kadar oksigen hingga nol, membunuh kehidupan air, sementara busa putih beracun menutupi permukaan sungai sebagai tanda nyata krisis.

Aktivis menurunkan diri ke bantaran sungai untuk membersihkan sampah plastik, pakaian bekas, dan patung ritual. Namun mereka mengakui upaya itu tidak menyelesaikan masalah utama, yaitu limbah industri dan pengelolaan kota yang buruk. Pertumbuhan kota yang tidak terencana memperburuk situasi. Permukiman ilegal tanpa jaringan pipa dan sistem pembuangan memadai membuat limbah rumah tangga dan industri meresap ke tanah, mencemari air tanah.

Baca Juga :  Agen Imigrasi AS Tembak Warga AS Minneapolis

Pemerintah Delhi berjanji meningkatkan kapasitas pengolahan limbah menjadi 1.500 juta galon per hari dan membangun jaringan pembuangan di seluruh permukiman ilegal pada 2028. Namun bagi warga miskin seperti Raja Kamat di Raghubir Nagar, janji itu terasa jauh. Ia menceritakan air sempat mati lima hari, dan ketika kembali mengalir, airnya hitam dan hanya tersedia 30 menit sehari.

Bhagwanti, warga berusia 70 tahun, menggambarkan kerasnya krisis air: “Tidak ada fasilitas pembersihan. Tidak ada air. Rasanya mereka tidak peduli apakah kami hidup atau mati.”

(vvr)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hutan Terluas Dunia Menghadapi Ancaman dan Kerusakan
Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika
Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta
Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil
Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi
Spanyol Diguncang Panas Ekstrem, Seribu Orang Tewas
Strawberry Moon Hiasi Langit Indonesia Malam Ini, Simak Jadwal
Klopp Kritik VAR Usai Jerman Tersingkir Piala Dunia
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Aisha Wahab Menang Pemilu Khusus DPR Amerika

Senin, 20 Juli 2026 - 21:00 WIB

Harga Cincin Emas Juara Piala Dunia 2026 Capai Rp196 Juta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:00 WIB

Neymar Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026 Bersama Brasil

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00 WIB

Gerhana Matahari Total Terlama 2027 Ini Wilayah yang Dilintasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:00 WIB

Spanyol Diguncang Panas Ekstrem, Seribu Orang Tewas

Berita Terbaru

iPhone 18 Pro diprediksi mengalami kenaikan harga akibat kenaikan biaya memori.(Foto: 9to5Mac)

Teknologi

Harga iPhone 18 Pro Diprediksi Naik US$100

Senin, 24 Agu 2026 - 22:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat melakukan pertemuan bilateral.(Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Ekonomi

Anwar Minta Prabowo Selamatkan Investasi Felda Rp10 Triliun

Senin, 24 Agu 2026 - 20:00 WIB

Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (24/8/2026).(Foto : Liputan6.com/Johan Tallo)

Ekonomi

Rupiah Menguat, Harga Minyak Jadi Sentimen Pasar Hari Ini

Senin, 24 Agu 2026 - 19:00 WIB

Harga emas Antam di Pegadaian mencapai Rp2,782 juta per gram pada Senin (24/8/2026).(Foto : Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam Tertinggi

Senin, 24 Agu 2026 - 18:00 WIB

Dokter gigi menjelaskan cara menjaga gigi dan gusi dari karang gigi.

Kesehatan

Karang Gigi Sulit Hilang, Ini Alasan dan Solusinya

Senin, 24 Agu 2026 - 17:00 WIB