Home / Travel

Selasa, 25 November 2025 - 22:00 WIB

Destinasi Wisata Sejarah Terbaik di Kota Malang

Candi Singosari yang berdiri sejak abad ke-13 menjadi ikon sejarah Kerajaan Singhasari di Malang.

Candi Singosari yang berdiri sejak abad ke-13 menjadi ikon sejarah Kerajaan Singhasari di Malang.

Jakarta, iNBrita.com – Malang menawarkan banyak pilihan wisata sejarah yang menarik. Traveler bisa menjelajahi sisa-sisa kerajaan kuno dan bangunan peninggalan kolonial Belanda. Di kawasan heritage, wisatawan dapat berjalan kaki sambil mengamati arsitektur khas Belanda, gereja tua, dan gedung pemerintahan yang kini difungsikan sebagai objek wisata edukatif.

Tak jauh dari pusat kota, terdapat museum-museum sejarah yang menyimpan artefak penting, seperti Museum Malang Tempo Doeloe. Tempat-tempat tersebut memberi wawasan lengkap tentang sejarah Malang, mulai dari masa kerajaan, era kolonial, hingga perjuangan kemerdekaan.

Berikut daftar destinasi wisata sejarah di Malang:

1. Candi Singosari

Ken Arok mendirikan Candi Singosari pada tahun 1200-an. Penelitian dari Jurnal Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LP2M UM) menunjukkan bahwa Kerajaan Singosari pernah berjaya dan sangat kuat pada masanya. Setelah lebih dari 70 tahun berkuasa, kerajaan tersebut runtuh, tetapi banyak situs peninggalannya masih bertahan hingga kini.

Traveler dapat mengunjungi Candi Singosari di Jalan Kertanegara No. 148, Candirenggo, Singosari, Malang. Harga tiket masuk hanya Rp 5.000 per orang. Kompleks candi menyediakan fasilitas lengkap. Pengunjung yang membawa kendaraan pribadi perlu membayar biaya parkir sekitar Rp 5.000–Rp 10.000.

2. Candi Badut

Candi Badut merupakan peninggalan Kerajaan Hindu abad ke-8 yang terletak di Tidar. Berdasarkan situs Kemendikbud, candi ini berdiri sekitar tahun 760 Masehi, sehingga menjadi candi tertua di Jawa Timur.

Baca juga :   Ombudsman Jambi Diseminasi Cegah Maladministrasi Program

Lokasinya berada sekitar 5 km dari Stasiun Kota Malang, tepatnya di Jalan Raya Candi V No. 5D, Karangwidoro, Dau, Kabupaten Malang. Traveler bisa masuk secara gratis, hanya perlu membayar parkir yang biasanya dikelola warga sekitar.

3. Museum Brawijaya

Brigjen TNI (Purn) Soerachman mendirikan Museum Brawijaya pada tahun 1962. Museum ini berlokasi di Jalan Ijen No. 25A, Gading Kasri, Kota Malang.

Traveler dapat masuk dengan tiket Rp 10.000 per orang. Jam operasionalnya:

  • Senin–Jumat: 08.00–15.00 WIB

  • Sabtu–Minggu: 08.00–13.00 WIB

4. Museum Musik Indonesia (MMI)

Museum Musik Indonesia merupakan museum musik satu-satunya di Indonesia. Meski Bekraf baru meresmikannya pada 19 November 2016, sejarah MMI berawal dari Komunitas Pecinta Musik Katjoetangan pada 1970-an.

Museum ini beralamat di Jalan Nusakambangan No.19, Kasin, Klojen, Kota Malang. Traveler dapat berkunjung Selasa–Minggu pukul 10.00–17.00 WIB dengan tiket masuk Rp 10.000.

5. Museum Mpu Purwa

Museum Mpu Purwa menyimpan koleksi peninggalan Kerajaan Hindu-Buddha, seperti Kanjuruhan, Singhasari, Majapahit, Kediri, dan Mataram Kuno. Koleksinya mencakup berbagai arca dan prasasti penting.

Museum ini berlokasi di Jalan Soekarno Hatta No.210 Blok B, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang. Jam buka:

  • Selasa–Minggu: 08.30–15.00 WIB

  • Jumat: 08.30–14.00 WIB

  • Senin: Tutup

Baca juga :   HARPI Kota Sungai Penuh Adakan Kunker ke Bangka Belitung

Pengunjung hanya perlu memindai barcode di meja depan untuk masuk secara gratis.

6. Kayutangan Heritage

Kayutangan Heritage merupakan kawasan bersejarah masa kolonial yang hingga kini masih terawat. Banyak rumah tua, makam kuno, pasar lama, dan terowongan peninggalan Belanda yang dapat traveler jelajahi.

Menurut Jadesta, kawasan ini menyimpan potensi wisata sejarah besar karena bangunan-bangunannya masih mempertahankan bentuk aslinya. Traveler dapat masuk melalui Simpang Kayutangan, Jenderal Basuki Rahmat No.32, Kauman, Klojen, Kota Malang.

7. Balai Kota Malang

Balai Kota Malang menjadi salah satu bangunan ikonik yang menggambarkan perjalanan kota dari era kolonial hingga sekarang. Pemerintah Hindia Belanda membangun gedung ini pada tahun 1927 dan meresmikannya pada November 1929.

Sebelum berdiri, pusat pemerintahan berada di Kayutangan. Karena tidak lagi memadai, pemerintah kolonial memindahkannya ke Jalan Tugu. Ide pendiriannya berasal dari J. P. Coen, yang juga merancang Alun-Alun Bunder.

Arsitek Belanda H.F. Horn mendesain bangunan bergaya Indische Empire, sementara interiornya ditangani C. Citroen dari Surabaya. Biaya pembangunannya mencapai 287.000 gulden. Gedung dua lantai ini memiliki 13 ruangan dan menggunakan sistem pendingin alami dari aliran sungai di sekitar lokasi. Setelah Indonesia merdeka, bangunan ini berfungsi sebagai pusat administrasi pemerintah Kota Malang.

(VVR*)

Berita ini 15 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Lanskap gurun Death Valley di Amerika Serikat dengan hamparan tanah kering dan perbukitan tandus di bawah langit cerah.

Travel

11 Tempat Terpanas di Bumi yang Ekstrem
Pemandangan kota Daegu Korea Selatan dengan gedung modern dan pegunungan di latar belakang

Travel

Daegu, Surga Kacamata Stylish Favorit Wisatawan Korea
Manuskrip Al-Qur'an kuno berusia 170 tahun karya Kiai Sholeh Ilyas di Ponpes As Sholichiyah Mojokerto

Travel

Manuskrip Al-Qur’an 170 Tahun Karya Kiai Sholeh Mojokerto
Pemandu menjelaskan koleksi batik dalam pameran Batik Silang Budaya di Museum Tekstil Jakarta saat perayaan Imlek

Travel

5 Rekomendasi Wisata Seru Jakarta Akhir Pekan Ini
Trofi Piala Dunia FIFA dipajang saat drawing Piala Dunia 2026 di Washington DC.

Travel

FIFA Atasi Tantangan Tiket Piala Dunia 2026
Wisatawan berjalan santai di pusat kota Amsterdam, Belanda, yang dinobatkan sebagai negara teraman dunia untuk traveling 2026

Travel

Belanda Negara Teraman Dunia untuk Traveling 2026
Jembatan Seri Wawasan di Putrajaya dengan pencahayaan LED ungu dan pink pada malam hari.

Travel

5 Jembatan Terindah dan Ikonik di Asia
Air terjun dadakan muncul di Sembalun, Lombok Timur, NTB, setelah hujan deras, menghadirkan pemandangan hijau yang menyejukkan dan memukau.

Travel

Air Terjun Dadakan Sembalun Hadirkan Pemandangan Hijau