Ekspor Kakao Melonjak, Hilirisasi Jadi Fokus Utama

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 15 Februari 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi biji kakao kering hasil panen petani. Foto: Pexels.

Ilustrasi biji kakao kering hasil panen petani. Foto: Pexels.

Kinerja Ekspor Kakao Terus Menguat

Jakarta, iNBrita.com — Kementerian Pertanian mencatat ekspor kakao Indonesia mencapai 348 ribu ton dengan nilai US$ 2,65 miliar atau setara Rp 44,6 triliun (kurs Rp 16.832).Seiring dengan capaian tersebut, Kementerian Pertanian memproyeksikan nilai ekspor akan terus meningkat karena pelaku usaha dalam negeri akan meningkatkan produksi domestik pada 2026.

Berdasarkan data Statistik Perkebunan, Indonesia menghasilkan 617 ribu ton kakao pada 2024 dari luas lahan 1,37 juta hektare. Selanjutnya, pada 2025 produksi sedikit menurun menjadi sekitar 616 ribu ton. Namun demikian, pada 2026 pemerintah menargetkan produksi kembali meningkat menjadi 635 ribu ton dengan perluasan areal hingga 1,38 juta hektare. Dengan demikian, peningkatan ini diharapkan mampu memperkuat pasokan di tengah tren kenaikan permintaan global.

Fokus Peningkatan Produktivitas dan Hilirisasi

Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah mengarahkan kebangkitan kakao nasional pada peningkatan produktivitas Ekspor Kakao  dan percepatan hilirisasi. Untuk itu, pemerintah menjalankan program peremajaan tanaman, mendorong penggunaan benih unggul, serta memberikan pendampingan intensif kepada petani. Selain itu, pemerintah juga memperkuat pembinaan teknis agar hasil panen meningkat secara berkelanjutan.

Amran menambahkan bahwa Indonesia tidak boleh hanya mengekspor bahan mentah. Oleh karena itu, pemerintah mempercepat pengembangan industri pengolahan agar nilai tambah dapat dinikmati di dalam negeri. Dengan kata lain, hilirisasi menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing sektor kakao nasional.

Peran Petani dan Sentra Produksi

Sebanyak 99 persen perkebunan kakao nasional dikelola oleh petani rakyat. Artinya, sekitar 1,5 juta kepala keluarga menggantungkan penghidupan pada komoditas ini. Pada saat yang sama, para petani menyumbang lebih dari 616 ribu ton produksi nasional pada 2024. Karena itu, peningkatan harga dan produktivitas sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan mereka.

Dari sisi wilayah, Sulawesi menopang lebih dari 60 persen produksi nasional atau sekitar 378 ribu ton. Sementara itu, Sumatera menyumbang sekitar 164 ribu ton, terutama dari Lampung dan Sumatera Utara. Dengan kontribusi tersebut, kedua wilayah ini memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas produksi nasional.

Momentum Harga Global

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menyatakan harga kakao domestik mengikuti tren penguatan harga global, khususnya untuk biji kakao fermentasi. Akibatnya, pekebun memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan. Namun demikian, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas fermentasi agar harga di tingkat petani tetap optimal.

Ke depan, pemerintah terus mendorong penguatan industri pengolahan, mulai dari biji fermentasi, produksi cocoa liquor dan cocoa butter, hingga produk cokelat jadi. Dengan strategi tersebut, Indonesia tidak hanya memperkuat posisinya sebagai produsen bahan baku, tetapi juga sebagai pemain penting dalam rantai pasok kakao olahan dunia.

Strategi Penguatan Ekonomi Daerah

Secara keseluruhan, dengan luas lahan lebih dari 1,3 juta hektare dan jutaan petani yang terlibat, kakao memegang peran strategis dalam memperkuat ekonomi daerah, khususnya di kawasan timur Indonesia. Pada akhirnya, hilirisasi dan peningkatan produktivitas menjadi langkah utama untuk menjaga stabilitas harga, meningkatkan daya saing, serta memperbaiki kesejahteraan pekebun.

(vvr)

Follow WhatsApp Channel inbrita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa SMAN 1 Solok Selatan Menembus Dunia Lewat Bahasa
Cara Bayar Pemutihan Pajak Kendaraan Online lewat Signal
Cara Mudah Cek Desil Kesejahteraan Keluarga Online
Komdigi Soroti Live Streaming Demo Kejar Viral dan Monetisasi
Molinas Targetkan Rp150 Triliun dari Motor Listrik
BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok
Prabowo dan Jokowi Jadi Saksi Pernikahan Rizky Irmansyah
Sungai Barito Surut, Transportasi Kalteng Terancam Lumpuh
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Siswa SMAN 1 Solok Selatan Menembus Dunia Lewat Bahasa

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Cara Bayar Pemutihan Pajak Kendaraan Online lewat Signal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Cara Mudah Cek Desil Kesejahteraan Keluarga Online

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Komdigi Soroti Live Streaming Demo Kejar Viral dan Monetisasi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Molinas Targetkan Rp150 Triliun dari Motor Listrik

Berita Terbaru

Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, menjadi fasilitas produksi kendaraan BYD untuk pasar Indonesia.(Foto : Arief A/Liputan6.com)

Teknologi

Harga Mobil BYD Setelah Produksi Lokal, Apakah Turun?

Minggu, 6 Sep 2026 - 19:00 WIB

Hengdian World Studio menghadirkan pengalaman bagi wisatawan untuk membuat dan membintangi drama pendek sendiri.(Foto : Ilustrasi Papan Slate Film (Pixabay)

Travel

Hengdian Tawarkan Wisata Bikin Drama Pendek Sendiri

Minggu, 6 Sep 2026 - 18:00 WIB

Harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.640.000 per gram.(Foto : ANTARA/GALIH PRADIPTA)

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Daftar Lengkap

Minggu, 6 Sep 2026 - 14:00 WIB

Cadangan emas menjadi bagian penting dalam strategi bank sentral menghadapi inflasi dan risiko geopolitik.(Foto : Ilustrasi emas. (Freepik)

Ekonomi

Bank Sentral Borong Emas, Harga dan Investasi Jadi Sorotan

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:00 WIB

Bunda Literasi Sri Kartini Alfin mendampingi murid SD dalam kegiatan literasi di perpustakaan.

SUNGAI PENUH

Bunda Literasi Sri Kartini Ajak Anak Gemar Membaca

Sabtu, 5 Sep 2026 - 10:00 WIB